Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

Twitter Updates
Archive for the 'My Works Collection Short Story' Category
notice
tools
By. marcus . October 6th, 2008 at 4:30 pm
search
    Siapa yang mengira hari yang panas membuatku kegerahan, “mandi” itu lah yang ada diotakku, mandi keringat, mandi air dingin, kalau bisa mandi dengan Es, agar menyingkirkan rasa panas ini.
    LA selalu panas, panas dengan terik mataharinya, panas dengan kehidupannya, panas, panas, panas.
    Akhirnya aku putuskan mandi, mandi menikmati kucuran air dingin yang semoga bisa membuatku segar….
    “Ahh segarnya…”
    Sambil mengambil handuk, lalu mengeringkan rambutku yang panjang dan tanpa balutan apapun dibandanku, aku menatap cermin dikamar mandi, melihat kecermin memandang bayangan wajahku di sana…
    ”Uh cantiknya…” hatiku berkata bangga, aku terlahir muda, terlahir cantik, lajang, dan laku,
    “Cantik, cantik, cantik”.
    Walau aku tak memiliki ukuran buah dada seperti Pamela Anderson, aku bangga dengan

Read More

forum
By. marcus . October 6th, 2008 at 4:20 pm
    Bedug mahrib masih jauh, masih ada jedah waktu mengejar jarak pulang kerumah, aku mengejar cinta yang ada dirumah, mengejar kehangatan kasih sayang yang semua orang tak punyai, hari ini aku pulang lebih awal semasa bulan puasa, kantor memulangkan karyawannya lebih cepat dari biasanya, tetapi aku tetap sampai rumah hanya beda sedikit dari biasanya, setelah sampai dirumah aku pun membuka pintu garasi memasukan mobil, lalu lewat pintu garasi aku masuk kedalam rumah.
    Hari itu ia tak mengecup keningku seperti kebiasaanya setiap hari, tetapi aku paham, apa yang dilakukannya bukan kelaliaan, tetapi karena alasan menahan nafsu yang ia harus jalani sepanjang bulan itu saja.   
    “Baru pulang mas”, katanya dengan senyum menawan
    “Iya seharusnya pulang lebih awal, tetapi macet dijalan, jalan dekat stasiun dipenuhi pedagang dadakan, biasa…”
    “Iya aku tau…, lapar mas?….”

Read More

blog
information
By. marcus . September 30th, 2008 at 10:20 amparticipate
    Apakah ada yang lebih cantik dari wajahnya? Entahlah, apa lagi aku tak dapat mengira apakah ada yang dapat menyaingi kecantikannya, atau bisa jadi aku telah dimabukkan oleh cinta sampai benar-benar teler tak sadarkan diri apalagi ia benar-benar cantik, manja,nakal, dewasa, kuat juga berfikir maju.
    Mungkin hanya ia yang bisa menyamai pikiranku.
    Phd begitulah gelar diakhiran namanya, begitulah wajahnya sering berhadapan dengan ratusan orang yang mendengarkan kuliahnya, atau mungkin kecantikannya.
    Yang pandai bertepuk tangan, sedang yang bodoh bengong tanpa paham…goblok!
    Tapi ia mengagumiku, memujiku, memahamiku, mencintaiku…apa yang dikaguminya, dan entah apa yang dipujinya…mungkin dekapanku yang kuat berarti, mungkin semangatku, mungkin pikiranku, mungkin uangku, mungkin juga mataku, mungkin juga cintaku…entahlah!
    Ia makin cantik, saat ia tegar, dewasa berkata-kata, apa lagi

Read More

By. marcus . September 29th, 2008 at 9:31 am
    Malam baru saja lewat, tetapi sampai kapan malam berikutnya lewat lagi dan aku mengingat saat-saat seperti itu, tentu dikiranya saat-saat seperti itu indah, nyatanya tidak, saat-saat seperti dalam neraka yang panas, sesak dan tidak mengenakkan, sesak dan panas yang tak pernah enak, sedangkan sebenarnya aku ada dalam ruanganku yang jelas bukan neraka. Tapi jelas panas.
    Tapi aku merindukan saat-saat itu lagi nanti, saat-saat dimana aku tau aku rindu panasnya ruang itu, sesaknya didalam sini karena rindu bukan karena neraka.
    Lalu timbul pertanyaan apakah jika sebentar lagi matahari bangun, aku juga bangun dan tersadar dari kerinduaan itu, dan saat-saat itupun lenyap seperti bau keringat yang terbasuh sabun.
    Maka aku berdoa dalam hati agar saat-saat itu tidak pergi, berdoa agar rindu panasnya ruangan selalu datang lagi, dan lagi, berdoa rindu bukan pada neraka, rindu sesaknya yang tak mengenakkan, rindu bukan karena di neraka.
   

Read More

notice
tools
By. marcus . September 29th, 2008 at 8:52 am
search
    Malam itu aku sendiri, diruanganku, bebas dan tak ada kesehariaan yang menguasai, hanya suara halus samar misterius dikejauhan, disela pepohonan rindang di luar sana, dan samar-samar juga suara-suara dikejauhaan diseberang jalan sana.
    Malam itu aku sendiri, diruanganku, belum ikut larut besama malam, tak ada teman selain kesendiriaan diri yang menguasai dan membelengu dengan kebosanan.
    Malam itu aku sendiri, diruanganku, kepulan asap dari sebatang rokok merongrong perlahan belengu kebosanan, tapi aku tetap bosan, saat kepulan asap itu mulai hilang dari ruanganku.
    Malam itu aku sendiri, diruanganku, ku ambil sebuah buku dari tumpukan banyak buku, sekali lagi mencoba membunuh, mencabut, membebaskan diri dari belengu kebosanan. Dan seketika baris tulisan dalam buku itu mengugah semangat yang seakan ingin pudar.
    Cinta adalah sebuah harapan dari beribu harapan yang akan nampak lebih indah dan bermakna jika cinta yang didamba, cinta yang

Read More

forum
By. marcus . June 11th, 2007 at 5:37 pm
    Aku orang buta, dan orang buta itu duduk dipinggir jalan, di sebuah jalan persimpangan.  Saat didengarnya Yesus kan datang melewati jalan itu, ia tak gembira karena ia telah buta sejak lahir, lalu terdengarlah langkah kaki menghampiriku.. lalu terdengar suara…
    “Mau kah kau melihat!”
    “Melihat?, aku sudah buta sejak lahir, dan dosa orang tua ku mungkin jadikan aku buta sejak lahir, Sekiranya aku bisa melihat…..” Ia mengambil tanah didepanku, lalu meludah, dan menempelkannya dimataku….sambil berkata
    “Kalau begitu melihat lah!!!, Tali ta kum, pergi dan basuh lah dirimu” Gugurlah selaput mataku…saat aku membasuh diri di sungai…
    Yang pertama kulihat adalah terang….dan terang pun kulihat…lalu saat terang datang, gelappun hilang…..lalu melihatlah semua yang indah, walau suram dan pengap, lalu melihatlah aku bintang dilangit waktu

Read More

blog
information
By. marcus . February 13th, 2007 at 6:15 pmparticipate
    Angin benar tak bersahabat pagi itu, bertiup kencang membeku, tanpa matahari dilangit, yah sepertinya alam sedang bersedih, seperti kehilangan sebuah kehidupan yang berharga, yah kita semua yang datang bersedih, mereka semua yang datang menampakan wajah suram, tak bersemangat, tak ada kehidupan dan kesemarakan, penuh kesedihan, mereka dengan tampang yang sangat haru melihat ke liang kubur kekasihku, Sonia.
    Kepergiaanya merupakan pukulan bagiku.
    Sedangkan aku berdiri dikejauhan, berdiri dibawah pohon elk tua, tak sanggup melihatnya dalam peti yang kemudian tertutup oleh tanah, aku tak mau menanggapnya pergi dari dunia ini apa lagi dari hatiku.
    Satu jam lebih upacara penguburannya, semua yang hadir telah pergi, Bibi Sonia adalah orang yang paling bersedih, sedangkan aku, aku, aku mungkin orang yang nampak paling tegar, tetapi sebenarnya tidak begitu…kepergiannya telah meruntuhkan semua hal yang ada didalam hatiku…mungkin akan mengakhiri kehidupanku…tak

Read More

By. marcus . September 26th, 2006 at 4:15 am
Pilihlah cinta. Ya cinta ! tanpa manisnya cinta hidup ini adalah beban. Tentu engkau telah merasakannya (Jalalu’ddin Rumi).

   Saat mentari sudah mulai malu-malu dan mahal untuk mengeluarkan sinarnya, aku pun ikut dalam kenyamanan pembaringanku sambil berhayal dan ditemani tumpukan coretan dan bualan banyak penyair. Dan aku pun mulai tertidur saat mentari sudah tak lagi malu-malu untuk bersinar, saat itu aku bermimpi …..
    Aku melihat pertapa tua yang sudah lebih tujuh tahun tak pernah lagi muncul dalam mimpiku, pertapa tua itu bersemangat untuk pergi kesebuah hutan karena ia mendengar sebuah bisikan halus didalam hatinya dikala zikir, dan setibanya disana ia tak langsung duduk dibawah pohon untuk berteduh. Lelah tak bisa membunuh semangatnya, bahkan keringat tak bisa meracuni kehidupannya. Ia mulai menjelajahi hutan yang nan lebat itu, sepertinya ia telah tahu apa yang ada dihutan itu, sesungguhnya hutan itu nampak seperti sebuah taman karena sesuatu yang Ilahi telah menata

Read More

notice
tools

search
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

STOP SOPA & PIPA
New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

Donation