e-mail
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

Archive for the 'My Works Collection Short Story' Category
marketing
By. marcus . August 29th, 2011 at 11:25 am
 

Angin pagi berhembus melewati jendela, setiap pagi selalu sama, tetapi pagi ini angin pagi mengingatkan aku tentang cerita indah yang nyata, tentang aku dan masa lalu ku. – Markus AP

   

    Aku terbangun karena mimpi pagi ini…..

    Lalu aku duduk disamping jendela kamarku, angin pagi ini berhembus sejuk, masuk melalui jendela yang terbuka, tiba-tiba mengingatkanku akan kenangan yang indah dari kenyataan dimasa lalu yang sudah lewat.
    Mungkin lebih tepatnya kenangan itu dipicu dari mimpi yang tadi aku alami, mimpi yang tidak menakutkan sama sekali, mimpi bukan tentang kehilangan orang yang dicintai, bukan juga mimpi tentang harapan yang kemudian hanya akan dicekik karena tak menjadi kenyataan.
    Sebab aku pernah

Read More

By. marcus . July 18th, 2011 at 5:57 pmblog

     “Aku ingin diam, berfikir, merenung, mungkin menangis”, kataku.
    “Ok, jangan banyak berfikir”.

    Aku keluar dari ruanganku yang sepi, menuju lantai paling atas gedungku, terdiam dipinggir gedung, menatap rumah-rumah, gedung-gedung, kesibukan dan kehidupan dibawah sana.
    Langit cerah, tidak mendung, seakan langit tidak mengetahui apa yang aku rasakan, siapa yang bisa merasakan apa yang aku rasakan?
    Semua orang hanya akan bilang “Tuhan yang bisa”
    Maksudku selain “Tuhan”.
    Adakah manusia yang bisa?
    Adakah yang bisa mengetahui isi pikiranku, isi hatiku, apa yang aku rasakan, apa yang aku hadapi, apa yang aku lalui, mengetahui seluruh perasaanku, harapanku, dan keinginanku?.
    Di hari dan detik aku tak

Read More

language
report
By. marcus . June 12th, 2011 at 2:44 pm
     Adakah yang dapat mengerti kehendakNya, ataukah aku dapat memahami maksudNya, selain Ia yang memanggilku dengan caranya yang halus saat tengah malam, lalu aku mengikutiNya, mengikutinya sekalipun jalannya terjal berliku, sekalipun pedang dibalik sayapNya melukai.
    Tetapi siapa yang ingin hidupnya berakhir seperti cerita atau baris dari karya kesusastraan itu, adakah waktu-waktu yang baik, membahagiakan ingin diakhiri begitu saja, semua orang diatas planet ini, ingin wajahnya tersenyum, hatinya bahagia, lalu ia berkata “Seharusnya ini yang ku inginkan dari dulu”.
    Begitu juga aku.
    Aku ingat seorang bertanya padaku tepat setahun lalu
    Ia berkata
    “Lalu akankah aku juga akan berakhir kau tuliskan juga”

Read More

content
e-mail
By. marcus . May 17th, 2011 at 6:00 pmabout
 

     Aku duduk setengah tertidur disofa di apartemenku, di Paris, kebosanan, kelelahan karena kesibukan seharian,  yang bisa kulakukan setelah segala kesibukan itu aku meracuni diriku dengan segelas Jack Daniel, lalu aku menghibur diriku sendiri dengan memainkan beberapa lagu dengan tenor Mark VI ku.
    Yah itu cara ku untuk mengusir segala kebosanan dan kelelahan.
    Lalu setelah itu membaca beberapa halaman kisah Olenka yang mencintai Kukin dalam karya Anton Chekhov, bagian yang ku suka dari kisah itu adalah saat  Kukin melamar Olenka.

    In the evenings and at night she could head the band playing, and the crackling and banging of fireworks, and it seemed to her that it was Kukin struggling with his destiny, storming the entrenchments of his chief foe, the indifferent public; there was

Read More

marketing
By. marcus . April 9th, 2011 at 7:41 pm
 

     Aku keluar dari kantorku tepat jam 5 sore, tak seperti biasanya aku pulang secepat itu, biasanya aku pulang hingga pukul 7 malam, yah aku pulang lebih awal dari biasanya, apa lagi kalau karena hari ini aku janji untuk bertemu dengan seseorang, pertemuan yang sekali lagi tidak terduga.
    Aku memacu diri ingin segera menemuinya….aku tak dapat menahan diri ingin segera menemuinya…

    Dua minggu sebelumnya…..
    Semuanya berawal dari, dua minggu lalu saat aku sedang meeting disebuah restauran di Jakarta Selatan, tanpa sengaja aku bertemu dengan Kay.
    Hari itu aku sedang duduk asik membicarakan urusan pekerjaan dengan rekan bisnis yang juga sahabatku sendiri, keasikan itu pun terpecah saat perhatianku terarah pada seorang wanita cantik yang sebenarnya

Read More

By. marcus . October 11th, 2010 at 4:08 pmblog
 

     Aku melongok ke jam tanganku, waktu menunjukan hampir pukul 12 siang, aku menunggu seorang sahabat untuk sekedar coffeebreak, tetapi ia belum juga datang, tak lama kemudian sebuah pesan singkat masuk kedalam inbox handphoneku, “aku terlambat datang, kamu tunggu aku ditempat biasa, aku masih menyelesaikan meeting”.
    Aku menyimpan kembali handphone ku kedalam saku jaket ku, dan berjalan meninggalkan tempatku menunggu.
    Hari itu cuaca sedikit mendung, nampaknya hujan akan segera turun, tapi aku tak yakin akan turun hujan, yah kurasa tidak. Sebab beberapa hari belakangan ini cuaca nampak mendung tetapi hujan tak kunjung turun, ah sama saja.
    Aneh, aku seperti menanti sesuatu turun dari langit, aku seperti menanti hujan.

Read More

language
report
By. marcus . September 26th, 2010 at 9:44 am
    Life is meaningless only if we allow it to be. Each of us has the power to give life meaning, to make our time and our bodies and our words into instruments of love and hope. – Tom Head

 

     Jakarta diguyur hujan, hawanya dingin, sejuk menyenangkan, aku berdiri diatas ruang kaca lantai 8 kantorku, memandang jalan menunggu waktu untuk pulang, aku sedang tegang, membayangkan apa yang akan terjadi nanti, aku mengingat semua hal yang sudah lewat, pikiranku kemana-mana, dan aku masih ingat apa yang dikatakannya terakhir.

    "I’m so sorry.so sorry.satu hal yang kamu tau, gak cuma kamu yang merasa sakit Aku juga!"

    Yah aku merasakan sakit yang dalam saat kita berpisah dulu, begitu juga ia, kita dua

Read More

content
e-mail
By. marcus . September 23rd, 2010 at 6:46 pmabout
 

     Aku bangun kesiangan, mandi dan siap berangkat kekantor, tapi hari ini aku malas berangkat kekantor, aku menelfon readksiku bahwa aku perlu mencari berita diluar, ia pun menyetujui agar aku diluar kantor saja.
    Mungkin bos sengaja agar ia tak melihat tampangku dan suaraku, yang sering kali membuatnya kesal, aku lebih kesal dengannya, sebagai seorang redaksi ia terlalu kaku, terlalu memikirkan banyaknya oplah yang terjual dibanding kebenaran berita, kebenaran sepertinya hanya persoalan laku atau tidak, menghasilkan atau tidak. Aku nongkrong didepan TV sejak aku bangun tadi, merokok, menikmati kopi hitam kapal api.
    Sebenarnya aku tidak kemana-mana, hanya tinggal dikosanku, sebenarnya saat ini saat baik bagiku menyelesaikan Novelku, tapi malas, aku seperti tidak ada tenaga

Read More

marketing

YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA