Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

Twitter Updates
Archive for the 'My Works Collection Prosa' Category
home
search
By. marcus . October 14th, 2007 at 8:32 amblog
    Kantuk membawaku kepembaringan,
    Dan saat malam menyelubungiku ia membawaku pergi ketempat yang jauh yang ku tak tau, aku melihat sebuah rumah besar dan begitu banyak orang didalamnya, aku tak tau apa itu, tapi seperti sebuah pesta besar akan terjadi, diruang tengah orang duduk mengelilingi dinding, di halaman penuh dengan orang yang tak pernah ku lihat sebelumnya, lalu kudengar suara-suara jika itu adalah pesta pernikahanmu, jantung berdegup kencang, hati ini seperti diretakkan malam, kenapa malam membawaku ke tempat dimana hatiku akan dihancurkan, kenapa tak dibawanya saja aku ke neraka.
    Aku melangkahkan kaki kebelakang rumah itu, kulihat ruang-ruang kayu yang tak tertutup, ku buka tiap ruang itu, tak ku temukan engkau, aku melangkahkan kaki ke taman, kulihat sekumpulan penabuh rebana, dan sekumpulan pemetik sitar, entah kenapa aku merasa malaikat Tuhan datang menolongku, ku hampiri mereka lalu ku katakan “bantu aku menemukan cintaku”, tanpa pikir panjang mereka semua

Read More

service
By. marcus . September 25th, 2007 at 2:51 pm
    Saat ini, diruang tanpa semarak, tanpa kehidupan, kusadari kesalahan dan dosa yang ku perbuat, aku telah melukai hatimu, semarakmu hilang seketika, semangatmu pudar dalam sesaat, kusadari semua itu, pada detik waktu yang mencekam, aku memohon keajaiban, aku berharap kebaikan ada.
    Sedangkan tanda tanya terus mencari jawaban, kegetiran menjadi sahabat…ah akankah aku tak termaafkan?, akankah cinta yang begitu indah dan tulus harus sirna karena perbuatan?, akankah jalan yang berliku dan berat harus terhenti seketika?
Aku dan tanda tanya terus mencari jawaban dan tak kutemukan jawaban.
    Ingin kubenci diriku pada cermin yang memudar, ku cerca diriku pada sujud yang tak hampir selesai.
Lalu kusadari kesalahan dan dosa yang ku perbuat, caraku mencinta memang penat, memang sesat… ya tuhan…ya tuhan…aku manusia terkutuk, bukan ku peluk dengan mesra, bukan ke kecup dengan sayang, tapi ku penuhi kehidupannya dengan bara!
Ingin ku

Read More

By. marcus . September 21st, 2006 at 4:57 am
tools
    Aku terjaga dari tidur, memandang ruang kosong, tanpa nyawa, detak waktu berjalan berpacu dengan detak jantungku, dan aku sadar pertanda mimpi telah merampok tidurku…aku menghela nafas panjang dan berkata “ah ini terjadi lagi”.
    Dalam anggan mimpi : aku melihat dinda mengengam telapak tanganku mesra tetapi tangan nya yang lain memegang lengan seseorang dan seorang lain berjalan dibelakangku…yah ada empat nyawa dalam pertanda mimpi itu.
    Aku sadar, api kemarahan membakarku, aku berhasil mengusir kedua orang tadi, tetapi aku melihat dinda menangis…dan ia mengucapkan kata-kata yang aku tak mengerti.
    Aku terjaga dari tidur, memandang ruang kosong, tanpa nyawa, detak waktu merpacu dengan detak jantungku…aku sadar pertanda mimpi ini telah merampok tidurku.

24/8/2006
5:00 AM

Read More

address
By. marcus . September 21st, 2006 at 4:54 am

    Pahlawan-pahlawan jatuh, bersimbah darah keringat, pedang yang telah tumpul tersanding disamping tubuhnya, tak ada tangis bagi mereka selain aku, tak ada tangis bagi mereka dari langit atau bumi.
    Bukan musuh yang terlalu kuat, bukan musuh yang terlalu berani, tetapi mereka rebah, bersimbah darah keringat karena tak mengerti bagaimanakah mengenakan jirah mereka dan mengayunkan pedang mereka, mereka terlalu berani, bahkan seperti singa mereka gagah…kepada yang maha segala ia telah memberikan segalanya.
    Mereka telah mati.
    Aku sedih, aku meratap didalam sini, tanya ku pada diri, akankah mereka dikenang, akankah mereka dikuburkan dipekuburan yang layak, atau hanya nama yang tak terkenang, akankah mereka hanya hikayat yang lambat laun terlupakan.
    Aku bergumal “Yah mereka terlalu berani, mereka terlalu berani…”.

Wednesday, August 16, 2006

Read More

home
search
By. marcus . August 30th, 2006 at 3:37 amblog

    Gibran bertanya pada May, arti mimpinya, kenapa May menutupi wajahnya dengan cadar, dan aku bertanya pada dinda, kenapa dinda menutupi pandangannya dan senyumnya dariku, menyembunyikan dirinya jauh dariku.
    Jika ia hanya sampai pada tanya, tetapi aku sampai pada kesimpulan, aku sampai pada anggan, dan jawaban yang kucari pada awan, karena jika bukan karena diammu yang mengrogotiku, tentu tak akan kucari jawaban pada ketidak beradaan.
    Akan kubawa ketenangan jiwa pada tidur pulas, akan kubaringkan kepalaku pada pundak maya dirimu yang tersenyum…tetapi diammu benar-benar mengerogoti aku, semakin membawaku pada pertanyaan dan kesimpulan yang tak jelas pada awan.
    Dinda akankah mimpiku berarti benar?,
    Dinda akankah kutulis sebuah nama pada batu nisan baru?, dijajaran batu nisan mereka yang menghianati ku dan kucintai,
    Akankah kau yang kucintai akan jadi bagian dari jajaran nisan-nisan tadi?, bersanding dengan mereka yang

Read More

service
By. marcus . April 2nd, 2006 at 3:01 am

    Kepada N.H
    Selasa, 21 Maret 2006
    Malam ini langit mencurahkan isi hatinya pada bumi dalam gelalar yang dasyat, langit tak mau mengakhiri upayanya melawan takdir, ia terus mencurahkan isi hatinya tak mengerti kapan ia akan berhenti.
    Aku hanya bisa menanti semua erangannya untuk berhenti, tetapi malam ini aku tak ingin ia berhenti. Aku mau ia terus dalam erangannya yang sakit.
    Yah aku damba saat-saat seperti ini.
    Aku damba disaat guntur memecah hening dan penat, membangunkan kesadaran, melebur jadi satu dalam kepekatan malam.
    Dinda, diruangku yang kosong, sesekali kubawa mata keluar jendela melihatnya mengeluh pada bumi, lalu pemandangan itu menerawang kedalam pintu hidup, kutengok kembali lalu-lalu, hingga aku tiba pada pengertian yang membuatku satukan jiwa dan kalbu, menyiapkan langkah kepada sebuah perjalanan
    Yah aku mau meninggalkan semua retorika ini, mereguk

Read More

By. marcus . March 9th, 2006 at 6:34 pm
tools
                Sayang, beberapa tahun lalu aku berada didepan Kuil dewi Khali memandang banyak jiwa yang pergi dan mempersembahkan hidup mereka kepada sang dewi jahat itu, lalu aku bertanya kepada seorang yang keluar dari kuil itu “Kenapa kau berada disini”.
            Ia menjawab “Aku ingin membalas apa yang kekasihku lakukan kepadaku, aku membawa persembahan kepada dewi, agar ia menjatuhkan segala hukuman kepada dia”.
            Setelah ia pergi, aku tersenyum didalam hati dan juga teriris sedih.
            Sayang “adakah dalam hidup sesunguhnya bahwa cinta yang tulus harus diakhiri oleh sebuah kebencian?, cinta yang murni datang dari kemurniaan cinta yang tidak mementingkan diri sendiri, tidak mengandung kejahatan”.

Read More

address

YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

STOP SOPA & PIPA
New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

Donation
home