Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

Archive for the 'My Works Collection Prosa' Category
foruminformation
By. marcus . August 9th, 2010 at 7:40 pm
Di pinggir hutan, saat pagi yang indah dan bunga-bunga bersemi tak layu, sang pertapa telah bangun dan menatap langit ditimur, tak lama kemudian bangunlah pria yang menyertainya beberapa saat ini.
Lalu ia berkata kepada sang pertapa.
“Tuan sudah bangun, akankah kita lanjutkan perjalanan kita yang tinggal sedikit lagi”.
“Ya kita akan berangkat sebentar lagi, sebelum berangkat, aku menanti seseorang menjemput kita, sebelum itu aku akan menceritakan apa yang akan terjadi”.
“Siapa tuan”
“Seorang malaikat akan menjemput kita”.
Pria itu terdiam. Karena ia sendiri adalah malaikat yang menjadi manusia.
“Kita akan menghadapi tiga bala tentara iblis”
“Siapakah mereka”
“Penipu, Sesat, Dan Kehancuran”.
Pria itu terdiam, ia sudah tahu nama-nama bala tentara iblis, ia sudah mengerti kekejaman dan kepandaiaan mereka dimedan perang, tetapi apa yang membuatnya tak gentar, cinta yang ada didalam hatinya, cinta yang membiarkan nya melewati kesulitan juga

Read More

marketing
conditions
By. marcus . May 3rd, 2010 at 12:04 am
Inilah kisah sang pertapa dulu, sekarang dan nanti.

Tak ada yang lebih indah dari senyum seorang yang menerima pedihnya hidup, sekalipun dalam penerimaan yang keras dan kasar, atau halus yang menyayat, tapi siapakah yang membawa senyum kewajah sang pertapa dalam hidup nya kini? Jika bukan karena atas kehendakNya, tapi siapakah yang dapat menahan pedihnya, jika bukan karena kekuatan yang diturunkan didalam kehendakNya, lalu siapa yang dapat melihat jika bukan mata yang dicelikkan karena kehendakNya, lalu siapa yang dapat menjadi bijak jika bukan karena kebijakkan kehendakNya.

Lihat, bunga-bunga bermekaran, pohon-pohon dahanya menari, burung-burung menyanyi, saat sang pertapa berjalan dijalan apapun, ia berkata dalam bahasa-bahasa yang dipahami malaikat-malaikat, dan atas kehendakNya manusia dapat mendengar, dan menanggap.
Lalu ia berkata “amin”.

Lihat, batu-batu hidup, angin bertiup sepoi, gemricik air bermakna, saat sang pertapa berdiam didalam tapanya dimanapun, ia menangkap dalam segala pristiwa

Read More

site-map
By. marcus . April 28th, 2010 at 9:28 pm
help
Jauh di tengah gurun, didalam kota seperti Sodom, semua orang terbaring tidur dalam kemabukan anggur.
Wanita dalam tubuh dewi, terkulai tak berdaya dibawah kaki patung dewi Kali, kepalanya bersandar ditelapak kaki sang dewi, tubuhnya tak berdaya, kesadarannya hilang, tubuhnya telanjang tanpa sehelai benang pun yang menutupi dirinya.

Seorang imam kuil dewi Kali, berdiri dihadapan patung dewi Kali, mengangkat seorang bayi, sedangkan yang lain membawa dupa, pedang dan piala.
Setiap pagi selalu ada korban seorang bayi bagi persembahan dewi Kali, setiap pagi ada tangisan bayi terdengar dari dalam kuil, tangisan bayi itu tak menyadarkan seorang pun yang terbaring dalam kemabukan, tangisan itu tidak menyadarkan seorang pun yang terbaring dalam kelelahan.
Tiba-tiba langit menjadi gelap diatas kota seperti Sodom, saat mantra-mantra diucapkan kilat menyambar, gemuruh petir bersautan. Kota itu menjadi gelap, karena awan hitam menutupi matahari. Saat itu lah ruh-ruh kembali kedalam pekuburan, dan kembali bangkit saat matahari

Read More

By. marcus . April 20th, 2010 at 9:16 pm
Pagi yang cerah dibukit sebelah timur, pepohonan musim gugur memerankan kesudahanya, daun-daun berguguran menjadi permadani alam yang indah diatas tanah, burung-burung berkicau dalam lantunan merdu seperti suara simfoni disurga, hewan-hewan kecil keluar dari sarangnya mencari makan, berlari kesana kemari seperti sedang berpesta, memang setiap pagi diatas bukit sebelah timur selalu ada pesta, pesta kehidupan yang disyukuri, pesta yang menyukakan hati Sang Kehidupan, karena setiap mahluk yang hidup disana memiliki hati yang bersyukur.

Hari itu mentari bersinar indah, sang pertapa telah bangun dan duduk diatas batu besar melihat keseluruh hamparan lembah, hatinya diam, bibirnya terkatup, hanya syukur dan doa-doa yang tak henti dipujikan kepada pemilik kehidupan dari dalam hati. Lalu sepotong syair cinta dipujikannya kepada sang Istar.

Lalu tiba-tiba angin sepoi dari barat bertiup tenang. Bunga-bunga melepaskan kelopaknya dan terbang ditiup angin. Burung-burung hingap didahan berhenti terbang dan berkicau, hewan-hewan kecil berhenti

Read More

forum
information
By. marcus . April 19th, 2010 at 3:59 am
Wanita dalam tubuh dewi, berdiri diujung tebing jurang, memandang kosong kepada ketidaktahuan, tak didengarnya lagi suara-suara alam, tak disapanya lagi suara-suara surga, walau malam mencekam tiba, suara jangkrik melantun merdu dalam sunyi, suara lolongan anjing hutan terdengar dikejauhan, dingin menyengat sampai ke sendi-sendi tulang dan sumsum, ia tetap tak bergeming diujung tebing.

Wanita dalam tubuh dewi dengan tatapnya kosong kepada ketidak tahuaan,tak disimaknya lagi suara-suara bumi, tak diindahkannya lagi suara-suara langit, malam makin mencekam, ruh-ruh dari pekuburan tua mulai bangkit, semua mahluk sembunyi dibalik pintu, bau kematian menyengat didalam tiap getir hati dan detak jantung.

Wanita dalam tubuh dewi, berdiri diujung tebing jurang tak bergeming, memandang kosong kepada kebijaksanaan, tubuhnya siap dimangsa oleh ruh-ruh dari pekuburan tua, yang bersembunyi dibalik gelap, saat itu bau kematian makin menyengkat didalam tiap getir hati dan detak jantung.

Disurga sana, malaikat datang kepada Sang Hyang Widhi,

Read More

marketing
conditions
By. marcus . April 16th, 2010 at 10:58 am
Wanita dalam tubuh dewi, tersenyum sebentar menatap langit, tersenyum sumringah menyawang bumi, bertutur sedikit-sedikit dalam hati yang getir, bahagia tapi tak mengerti, tersenyum tapi tak paham, kemudian langit tersenyum, bumi tertawa, embun menangis, dedaunan gugur dari dahan ranting pohon dimusim semi, segala sejarah kemudian diulang dalam pristiwa yang lain, langit tiba-tiba bergemuruh, awan-awan berubah mendung, burung-burung berhenti terbang diatas langit, bersembunyi dengan hinggap menghindari petir, dalam derita wanita dalam tubuh dewi menangis, dalam canda ia mencoba mengusir pedih.
”Sang Hyang Widhi… Sang Hyang Widhi, akhiri..akhiri” pekiknya tanpa suara dengan getir.
”Sang Hyang Widhi… Sang Hyang Widhi, akhiri..akhiri” pekiknya dengan suara tanpa ada lagi getir.

Lalu suara dari langit bergema keseluruh bumi.
”Anakku… bangun, jangan mati” lalu langit menjadi gelap, gelegar petir membungkam diri.
”Anakku… bangun, jangan mati” lalu langit menjadi semakin gelap,

Read More

site-map
By. marcus . April 3rd, 2010 at 12:55 am
help
Ada wanita dalam tubuh dewi, berambut sutra halus dipintal dewa, bertutur dengan tutur halus bersuara dengan nada sayu, duduk bersimpu, menatap kuyu meratap butir embun sambil merona merah diwajah syahdu, segala hidupnya mengejang keras segala sejarah peristiwa, berharap semua seketika ia lepas dari semua derita.
Di malam gelap, dalam segala tanyanya didada, semua ragunya tak pernah padam ditanyanya Sang Hyang Widhi segala makna cinta, dalam segala jawab tiba pristiwa mengajar hari-hari, wanita dalam tubuh dewi dengan segala ambigu melihat matahari cerah dalam pandangan mendung, didada semua ragunya tak pernah surut, ditanyanya Sang Hyang Widhi segala makna hidup, dalam segala jawab tiba kuntum bunga semerbak harum, wanita dalam tubuh dewi dengan segala ambigu melihat taman dalam segala pandangan gurun.

3/4/2010 12:46 AM
Markus AP

Read More

By. marcus . January 31st, 2010 at 10:33 pm
 

    Apa kamu telah menjadi bagian dari masyarakat, kerabat, kehidupan, orang-orang pada kebanyakan?. Yang berbaur dan diterima, yang menjadi, terjadi, berubah menjadi terpandang, disegani, yang disanjung, diagungkan, karena sekali lagi kamu menjadi bagian dari mereka kebanyakan?.
    Kehidupan yang katanya seharusnya demikian, kehidupan yang diagungkan seperti keharusan orang untuk mengikuti semua orang kebanyakan.
    Kamu menjadi seperti kebanyakan, menjadi masyarakat, kerabat, kehidupan, orang-orang pada kebanyakan.
    Karena kamu makan seperti mereka kebanyakan, minum seperti mereka kebanyakan,
    Bertutur seperti mereka kebanyakkan,
    Bergosip intelek seperti mereka kebanyakkan,
    Berpakaiaan seperti

Read More

forum
information

YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA marketing