Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

Twitter Updates
Archive for the 'My Works Collection Poem' Category
By. marcus . February 7th, 2006 at 6:44 pm
trademarks
Adakah cara menjauhkan ombak dari pantai?
Adakah cara memisahkan daun dari pokoknya?
Tentu tak ada yang bisa memaksa cinta jangan datang kedalam hati
Karena ia datang dalam kehidupan juga menghancurkannya

Jika aku ingin marah, tentu aku marah kepada Sang khalik
Kenapa IA biarkan cinta itu terjadi
Jika aku ingin membanting pintu, tentu akan kubanting pintu surga
Kenapa IA berikan aku tanda ilahi, Tetapi menuju kepada keakhiran.

Kemanggisan,27 Juni 2005

(Aku tak punya cukup inspirasi untuk membuat sebuah puisi baru atau karya prosa baru, karena beberapa puisi yang pernah kutulis, nampaknya tepat dan cocok untuk saat-saatku saat ini…., kadang nampak seperti wahyu atau ramalan yang tergenapi saat ini atau mungkin sebuah ulangan pristiwa yang …….)

Read More

By. marcus . February 7th, 2006 at 10:45 ampartner
Semalam kutinggalkan kotaku,
Jauh aku dari kesehariaan,
Jauh aku dari keabsurdan
Berjalan melangkah menapaki setapak kehidupan
Mencari jawaban atas segala kehendak Ilahi
Kutitip pesan kepada malaikat
tentang engkau sayang
Kutitip pesan kepada Nya
tentang hidupmu sayang.

Lalu kutemui sebuah jawaban
Aku dan kau
hanya dua orang yang
mencari jalan
Menuju satu arah
Surga atau neraka
Sedangkan aku tak memilih keduanya.

June 27, 2005

(Aku tak punya cukup inspirasi untuk membuat sebuah puisi baru atau karya prosa baru, karena beberapa puisi yang pernah kutulis, nampaknya tepat dan cocok untuk saat-saatku saat ini…., kadang nampak seperti wahyu atau ramalan yang tergenapi saat ini atau mungkin sebuah ulangan pristiwa ….)

Read More

guidelines
By. marcus . February 7th, 2006 at 10:43 amsite-map
Hari terik mentari melirik
bosan, rindu dan kepenatan
datang ditengah-tengah dua nasib
prahara menjadi bahasa doa
menyampaikan pesan kecahaya langit

Dalam hatiku : sebuah tempat yang sekarang mengeras
Jadi sebongkah batu yang senantiasa menjadi keras
Tak percaya bahasa bahasa langit
Tak lagi melirik zikir memohon ilahi

Dalam hatimu : sebuah tempat yang sedari dulu keras
Sebongkah karang yang senantiasa menjadi keras
Tak percaya bahasa kasih
Tak lagi melirik halus suara hati

Aku dan kau hanyalah dua bongkah batu keras
Dua karang dari bukit yang senantiasa dulu bersama
Dan sekarang pergi mencari muara
Antara aku dan kau pergi melintas jauh kesana
Memilih satu arah menuju dua dunia
Surga atau neraka

Tetapi aku berkata kepadamu sayang
Pergilah kesurga
Dan aku keneraka
Bawalah serta semua kasih yang kutitipkan kepadamu
Dan dari sana aku akan mulai berzikir memohon ilahi

Read More

rss
By. marcus . February 7th, 2006 at 10:42 am
search
Mana bahasa damai dalam sejuk hati
Buka cadar abadi yang tutupi jiwa
Tengelam dalam laut damai
Seketika diam dalam kesadaran diri

Kenapa semua hitam
Semua hitam
Semua legam
Suara-suara
Menjadi parau
Segala tekat dalam hati
Kenapa jadi suram

Kemana suara kasih
Yang selangkah demi selangkah
Melangkah kedalam kabut kelammu
Kurindu kita tak lagi berdiam
Jadi satu dalam damai dan hilang suara parau

Selasa, 07 Februari 2006

Read More

trademarks
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

STOP SOPA & PIPA
New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

Donation
conditions