contact
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

Twitter Updates
Archive for the 'My Letters & Note' Category
By. marcus . January 21st, 2008 at 12:06 pm
tools
    Dinda, sejuta langkah aku melalui setiap setapak, jauh terpisah darimu, jauh dari jiwamu. Dan pada malam saat tak dapat terlelap, sejuta angan, pikir melangkah menembus cakrawala, menembus kepikukan, menembus awan gemawan, menembus rintik hujan.
Tanpa batas terus melangkah menembus kesegala hal. Lalu saat itu…
    Aku menanyai kehidupan, menanyai kesetiaan, menanyai rintik hujan, menanyai masa depan, menanyai sang Khalik, menanyai jiwamu, menanyai kodrat.
Tanpa batas terus menanyai kepada segala hal, tanpa henti.
    Dinda pada malam ini aku seperti seorang bocah yang menanyai orang tuanya akan segala hal yang dilihatnya, dirasainya…Dan hari ini aku menjadi bocah yang menanyai segala hal.

    Dinda…
    Akankah aku dapati kehidupan yang maha indah dengan kebahagiaanya, juga kebahagiaan saat aku ditinggalkan oleh orang-orang yang kucintai?
    Akankah aku dapati kekuatan disaat kaki ini

Read More

notice
By. marcus . January 16th, 2008 at 6:57 am
    Dinda, adakah yang lebih berharga dibanding kebahagiaanku sendiri? selain melihatmu tersenyum saat kau menanggalkan cadar, menjauhi kesunyiaanmu, dan mendekati kehidupan kita kembali, walau aku kadang ingin bertanya kepada sang Maha, tapi jiwa yang perlu penyuciaan ini tak sanggup mengatakan “kenapa” kepadaNya.
    Dinda, aku baik-baik saja ditempat yang jauh darimu, walau tubuh ini terasa habis terbakar kesibukan, dan jiwa ini ingin mencari tempatnya yang seharusnya dirumah, mengharapkan angan, menerima sepotong roti dari tangan seorang wanita yang menantiku pulang, tapi entahlah…aku hanya mengharapkan waktu itu cepat berlalu.
    Baru saja, aku mendapatkan mimpi yang akan kusimpan dalam hati, tanpa menanti pengenapan, setelah melihat semua itu didalamku tak lagi kutemukan takut, kecewa, atau terhempas, mungkin gurat-gurat yang ternganga akan terbuka dan makin dalam. Tapi biarkan, ini sudah kodratku, entahlah sayang, jika itu terjadi padaku, adakah jalan

Read More

report
podcast
By. marcus . November 19th, 2007 at 10:58 pmsearch
    Sayang, sudah kah kau membaca tiap coretan ku? Mengertikah arti dan rahasia dibaliknya?, apakah tutur kataku terlalu sulit kau pahami, apakah pralambang didalamnya tak dapat kau mengerti…ah mungkin semua rahasia itu hanya diperuntukkan bagiku, dan hanya aku saja yang mengerti rahasianya, seperti aku telah diberikan hikmat atas semua hal yang aku pertanyakan kepadaNya.
    Sama seperti hal-hal yang ditunjukanNya padaku tentang kebenaraan, ah aku mengagumiNya.
    Sayang,, malam ini, hanya cahaya bulan menerangi seluruh lembah, aku yang melihat dari atas bukit ini mengaguminya dengan kekaguman yang luar biasa, ah aku tak tahu sampai kapan aku tinggal diatas bukit ini, apakah kekaguman itu akan berakhir saat IA memanggilku pulang, atau entah lah. Penantiaan ku seperti menanti rayuaan sang maut menjemputku.
    Tidurlah sayang, ingatlah aku mencintaimu selalu, tak ada yang bisa melarangku memiliki rasa cinta ini, kecuali padaNya yang merengutnya dari relung hatiku.

Read More

suggest
contact
By. marcus . November 17th, 2007 at 9:52 pm
    Dinda sayang, hari ini aku berdiri diatas bukit, dan sepanjang pagi ini aku melayangkan padang menuju lembah dibawahku, kabut yang tipis mulai hilang dari padangan, diarah timur cahaya matahari kekuningan memberikan warna kepada sang kabut, dan lembah yang diselimuti hamparan rumput hijau, dikelilingi bukit batu yang kuat memberikan ketenangan dan kedamaiaan didadaku.
    Dibelakangku berdiri, terdapat sebuah pondok kayu dengan pepohonan dibelakangnya, pondok kayu yang sudah ada sejak kedatanganku ke tempat itu, pondok kayu yang disiapkan bagi kehidupanku saat ini, mungkin kehidupan kita kemudian, entah lah, jauh dibelakangnya lagi, terdapat gunung batu yang kuat tak tergoyahkan oleh apapun, ah aku terasa aman dan tenang dekat diantara keagungan itu…aku mengagumi gunung batu itu, begitu kuat, menaungi aku dari badai utara. Itulah gunung batu perlindunganku.
    Ah apa arti pondok kayu itu? Apa arti lembah dibawahnya? Apa arti gunung batu itu?
    Dinda sayang, aku

Read More

By. marcus . November 13th, 2007 at 10:58 pm
tools
    Tau kah kau, malam ini aku seperti baru bangun dari tidur panjang yang maha panjang, tidur panjang yang selama ini membuatku malas untuk bangkit, malas untuk hidup juga malas mengarugi perjalanan menuju atas.
    Dan saat aku bangun, mata ku yang samar  melihat bintang, bulan terselimut awan pekat yang menakutkan dan mencekam menjadi terbuka.
    Yah seakan tak ada lagi serlubung yang membuatku takut.
    Hanya satu ketakutanku yaitu padaNya.
    Seketika itu pula aku yang samar melihat selubung itu sekarang menjadi terbuka, sekarang aku dapat melihat jelas gemerlap dan bercahayanya bulan di waktu gelap, keindahan malam yang mencekam itu menjadi kesukaan hatiku.
    Menjadi nanyian pujiaan yang indah bagiNya.
    Kelam itu sekarang seakan tak kalah dengan keindahan saat  aku melihat awan putih cerah, cahaya mentari yang agung diwaktu pagi, yang semuanya itu dihiasi oleh  suara burung

Read More

notice
By. marcus . November 11th, 2007 at 4:26 am
        Dinda, ah seperti biasa aku terbangun lebih awal dari sang pagi, kali ini maaf aku tak menyebutmu sayang, entah kenapa panggilan sayang terlalu mulia, pagi ini, yah aku sekali lagi terbangun lebih awal dari sang pagi, karena aku melihat wajahmu dalam angan yang tak ku undang, entah apa artinya bagiku, apa lagi bagimu.
        Dinda, ingatkah kau kalau aku membenci ketidak jujuran, aku membenci ketidak tulusan, aku membenci kebohongan, penghianatan, muslihat, kefasikan, aku membenci nya sama sekali, apa lagi hal itu harus terjadi pada orang-orang yang memuja kejujuran, yang bagi mereka pemuja kebohoang, hal itu sebuah kenaifaan. Bagiku sendiri aku bangga jika dikutuki naif, setidaknya aku memuja kejujuran.
        Lalu aku bertanya pada diriku, sanggupkah orang-orang yang kusayangi melalakukan itu? Sanggupkah sahabat-sahabatku berlaku itu? Sanggupkah orang yang kucinati berlaku itu?
    Ah itu hanya angan

Read More

report
podcast
By. marcus . November 8th, 2007 at 10:20 pmsearch
    Dinda sayang, matahari belum bangkit tapi ada kekuatan yang membuatku bangkit lebih awal darinya, yah aku dibangkitkan oleh terang dalam hati manusia, itu yang membuatku menulis surat ini, mencoba melantunkan isi hati sejujur dan setulus keadaan hati.
    Entah kau akan menganggap ini apa, kejujuran atau bulaan, entah lah…
    Yang ku tahu, aku menuliskannya dalam tangis dan getirku, dalam semangat dan dalam ucap syukurku pada sang Khalik, kepada sang Maha Kasih.

    Dinda dalam tangis getirku karena tak ada manusia dunia manapun yang ingin terlepas dari pasangan jiwanya, dan aku dalam jiwaku tau aku tak ingin melalui ini, aku tau kau juga.
    Dalam jiwaku ada harapan keindahan yang sang khalik berikan, aku menyadari hal itu, tetapi pernahkah kau sadar dalam sukma kita ada secercah kecil kata berkata “aku dapat bahagia”, “seharusnya kita bahagia”, ada kata kecil berkata lagi “kita akan bahagia”.

Read More

suggest
contact
By. marcus . November 6th, 2007 at 5:58 am
    Dinda sayang, disaat aku lelah ingin berbaring, hati ini di gejolak dengan semangat untuk menulis, entah apa yang terjadi, beberapa saat lalu tak dapat aku mengatakan apapun, selain diam, tanpa kata, siapa yang tak akan diam, saat jiwa ini di robek oleh tuduhan-tuduhan kejam,  saat jiwa ini dihancurkan oleh fitnah, dalam keadaan itu aku lebih memilih diam.
    Dan entah kenapa hari ini aku bisa berkata lagi.
    Dan malam ini sebelum berbaring aku sempatkan waktu membaca tulisan-tulisanku yang hampir usang tersimpan, tetapi semua itu seperti sebuah petunjuk yang akan terjadi saat ini, ah semoga tidak.
    Didalamnya aku menuliskan kalau aku mencintai kebaikan, kejujuran, kesetiaan aku membenci kehancuran, siapa yang menyukai kehancuran? Tak seorang pun menyukainya, aku menyukai kedamaiaan, aku menyukai cinta, aku menyukai kejujuran, dan semoga pergi dari hatiku yang fana ini, kebenciaan, karena bagiku, lebih baik mencintai daripada hidup dalam cadar kebenciaan.

Read More

tools
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

STOP SOPA & PIPA
New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

Donation
notice