Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

Archive for the 'My Letters & Note' Category
research
rss
By. marcus . July 12th, 2011 at 10:21 amguidelines
    Manusia yang letih, karena perjalanannya yang panjang, ia berharap tetapi harapanya belum tentu terjawab, tetapi setidaknya ia berharap, daripada tidak sama sekali mempunyai harapan.
    Manusia yang letih, karena perjuangannya yang berat, ia berusaha tetapi usahanya belum tentu jadi nyata, tetapi setidaknya ia berusaha, daripada tidak sama sekali berusaha dan tak pernah jadi nyata.
    Manusia yang ingin, perjalanannya cepat berhenti, ia berhenti tetapi semoga tidak melarikan diri, setidaknya ia berhenti untuk mencari sedikit air, lalu kembali untuk berlari.
    Manusia yang ingin, perjalanannya cepat habis, ia berlari dan terus berlari semoga mencapai garis akhir, setidaknya berlari dan berlari daripada harus terhenti tak mencapai garis akhir.
    Manusia yang ingin, semuanya terjawab, ia mencari dan terus mencari, sampai tak ada lagi yang dicari, setidaknya ia mencari daripada terdiam tak mengerti.
    Manusia yang

Read More

contact
By. marcus . June 25th, 2011 at 3:48 pm
Bukankah orang benar itu telah menyerahkan keakuannya di Gestemani, diakhir Ia menyerah kepada kehendak yang lebih tinggi, sambil berkata “Bukan kehendakku tetapi kehendakMu”.
Lalu ia pun pergi kepada murid-muridnya yang tertidur, dan seorang dari antara muridnya datang sambil memberikan ciuman, sambil berkata “Salam” seperti layaknya tak terjadi apapun, kemudian orang-orang yang menyertai seorang muridnya menangkapnya, dan digiring seperti pejahat, dari sini aku belajar bahwa penghianatan dapat saja datang dengan halus berkedokkan kebaikan, tetapi apa yang sudah dijadikan demikian, terjadilah demikian.
Kemudian.
Bukankah orang benar itu, kelu, diam saja, pasrah saat ia dihadapkan didepan Mahkamah Agama, lalu dihadapan Pontius Pilate, sekalipun ia membela dirinya, ia tetap nampak disebut pesakitan yang siap dihukum, sekalipun dihadapan Pontius Pilate yang tak menemukan kesalahannya, semua orang tetap  berkata “Salibkan ia”.
Aku tahu pasti, tak ada jalan yang lurus pada kebenaran, tak ada jalan yang

Read More

tools
By. marcus . June 12th, 2011 at 2:24 am
information
    Tak akan mampu aku mendahului kehendakNya, tak ingin aku juga mendahului mauNya, karena jelas apapun baiknya rencanaNya jauh lebih baik dari rencanaku, jalanNya jauh lebih indah dari jalan-jalanku.
    Untuk itu sekali lagi aku hanya bisa kuletakkan semua harapan dan keinginan kedalam semua MauNya, daripada mauku, daripada melulu kepentingan diriku.
    Bagiku sebagai manusia, aku hanya melakukan bagianku, menjalankan pilihan-pilihan terbaik, melakukan upaya-upaya yang baik, maka selanjutnya hasil dari semua itu biarkanlah menjadi keindahan karena dikerjakan olehNya, karena jelas tak akan mampu aku mendahului kehendakNya, tak ingin aku juga mendahului mauNya, karena semua yang dariNya selalu indah pada waktuNya.
    Saat-saat sekarang, aku seperti terpasung, tak dapat melakukan apapun, selain berharap kepadaNya, karena jelas Ia melakukan lebih banyak daripada apa yang aku pikirkan dan aku kerjakan.

    Saat-saat ini aku seperti diGestemani,

Read More

By. marcus . June 1st, 2011 at 5:00 amhandbook
Alles Gute kommt von oben, pepatah sederhana ini seolah menunjukan kekuatan harapan, dan harapan berasal dari iman, dan iman adalah bukti dari orang-orang yang menyadari kebesaranNya, walau sekali-kali mereka tak pernah melihat wujudNya tapi bukankah iman bukti dari segala sesuatu yang kita harapkan, bukti segala sesuatu yang tidak kita lihat?.

Sama seperti, sebuah bangsa yang ditengah padang gurun tandus dalam sengsara dan derita, saat siang terik matahari panas menyengat, hawa dingin malam begitu menusuk tulang,  dan dalam kelaparan dan bersungut-sungut bangsa itu menanti dipuaskannya perut mereka, lalu tibalah saat Manna dari langit memenuhi gurun, dipenuhinyalah rasa lapar mereka dan sungut-sungut mereka dibungkam oleh bukti kuasaNya, bagi yang sadar melihat itu, ia dicelikkan ketidak percayaannya. Dan mata yang dicelikan baru bisa bersyukur, bersukacinta membesarkan kuasaNya.

Dan aku seperti orang buta yang dicelikkanNya ditengah jalan, saat perjalananNya keluar dari Yerikho.

Dan seketika aku yang hamba ini,

Read More

research
rss
By. marcus . March 18th, 2011 at 3:52 pmguidelines
Sabar, sabar itu tidak semudah yang dikatakan, tidak mudah melakukannya, tidak mudah saat kita dihadapkan sesuatu yang pelik menimpa kita, saat kita dihadapkan pada kematian, kehilangan yang dicintai, bencana dasyat yang bertubi-tubi. Sabar menjadi benar-benar tak mudah dikatakan, tidak mudah melakukannya, tidak mudah saat kita dihadapkan semua itu kepada sesuatu yang mengusik kemanusiaan kita.

Aku merasakan kesedihan berat saat aku melihat bencana yang menimpa negeri matahari, bahakan saat aku memposisikan seolah menjadi bagian dari masyarakat yang diuji itu, aku menjadi benar-benar terbeban berat, merasakan kesedihan dalam, bahkan aku berdoa “apakah sudah saatnya?”…”apakah aku bisa setegar mereka yang mengalami?”…”apa aku sanggup saat aku mengalaminya?”.

Tuhan, mendekatlah kepada mereka yang mengalami ujian kesabaran itu,  karena apapun itu mereka yang selamat telah lebih kuat dari aku.

18/3/2011 3:50 PM
Markus AP

Read More

contact
By. marcus . January 24th, 2011 at 12:15 am
Ia masa lalu yang tak kembali walau senyum juga pernak-pernik masih hangat, berbekas keras dihariku yang matang, walau dalam benak berisi “mungkinkah”, “bisakah”, “akankah”, dan “adakah”.

Semua pikiran yang nakal, kejam, bersatu dalam harapan yang tak tahu akan terjadi atau terjaga, bisa jadi kalau itu semua hanya mimpi bisa juga tiba-tiba jadi nyata.
Mungkinkah sosok malaikat yang nyasar akan datang tiba-tiba.
Bisakah kisah sepeda tua yang tak ada jadi nyata.
Akankah semua kisah-kisah yang ditulis pendek pernah nyata jadi nyata lagi.
Adakah harapan nakal benar-benar berbuah sunguhan.

Aku tersenyum sejenak.
Aku diam sejenak. Hanya sejenak. Menerawang mengingat semua yang masih jelas-jelas.
Lalu tertawa, lalu kemudian berkata siapa lagi yang bisa menyamai ia, yang membawa gejolak yang tak pernah ada, membuatku tegang saat aku menyapanya, lalu kemudian yang menyisakan kenangan yang masih jelas sekali di ingatan, tak bisa pergi, atau hilang dalam sekejab.
Ah

Read More

tools
By. marcus . November 22nd, 2010 at 6:18 pm
information
Aku atau semua orang sudah sering mendengar tentang Ein Leben ist ein Spiel, hidup adalah permainan atau hidup adalah pangung sandiwara, apakah hidup yang begitu indahnya malahan benar sebuah sandiwara besar, aku sedang tidak mengatakan bahwa sandiwara hidup ini disutradarai oleh Nya, dan kita hanya boneka mati, dan menjadi peran tertentu menurut sutradaranya. Tidak-tidak aku sedang tidak berbicara tentang kebesaranNya dan kemurniaanNya.
Aku juga sedang tidak berbicara yang pribadi, masalah pribadi sudah bagiku tak ada pentingnya terus dibicarakan, aku sedang berbicara tentang our society, aku bicara tentang sesuatu yang memprihatinkanku belakangan ini.

Maka karena keprihatinan itu aku dengan santun menyesalkan, mengkritisi, marah, sedih,  bahwa kita, khususnya aku telah menjadi bagian dari sebuah  sandiwara besar kaum atau golongan tertentu yang memutar balikkan kebenaran, memutar balikan sejarah, lebih tepatnya membodohiku lewat pendidikan yang aku enyam dulu.

Aku jelas perduli dengan pembodohan ini, apa lagi saat

Read More

By. marcus . October 13th, 2010 at 2:24 pmhandbook
Apakah semua ini kehendak Tuhan? Bagiku sendiri, aku menjawab “iya ini semua kehendak Tuhan”, kehendak Tuhan yang ku jalani dan ku syukuri.

Lihat betapa besarnya, kemudian betapa menyakitkannya bagiku, betapa baiknya, kemudian betapa aku membencinya, lalu siapa yang perduli dengan perasaan dan semua yang ku rasakan?, apakah ia perduli, apakah orang-orang itu perduli?
Tidak-tidak, dan lagi aku tidak sekalipun meminta keperdulian dirinya atau mereka, tapi jika aku yang paling pedih merasakan pedihnya, kenapa ia masih menutut keadilan yang terlambat, kemana ia selama ini?. Tidakkah ia ingat aku tidak menuntut keadilan atas pelakuannya, jika ketidak tetapan hatinya yang berubah seperti angin tak pernah ia perhitungkan, jadi keadilan siapa yang diutamakan disini?.
Baiklah, sudahlah, tak ada pentingnya lagi, karena aku telah memilih jalanku, ia memilih jalannya. Ingat, aku telah melakukan semua hal yang baik terlebih dahulu, sedang ia, ia baru saja melakukannya, sambil berkali-kali berkata “aku tahu”,

Read More

research
rss

guidelines
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA