Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

Archive for the 'Artikel Art & Photography' Category
feedback
By. marcus . June 18th, 2011 at 7:22 pmrss
    Hari ini saya jadi sedikit melirik kedunia seni dan insan yang berkeseniaan, (pada khususnya pada media photography), sejak awal photography ditemukan, photography menjadi satu-satunya yang mungkin panjang diperdebatkan apakah karya yang dihasil dari kamera itu dapat disebut seni. Karena jelas berbeda dengan seni lukis atau patung, atau seni tari dan seni lainnya.
    Pada seni lukis karya yang dihasilkan oleh seni lukis tidak tergantung pada alat yang bernama kuas, jika Picaso menciptakan sebuah lukisan dengan kuasnya berbeda dengan Susmiadi, pelukis bulu dari Sanggar Seni Kreatif di Jember, Jawa Timur yang menciptakan sebuah lukisan dengan bulu, jadi jelas kuas bukan sesuatu yang mutlak menciptakan lukisan.
    Itu kenapa seni pada kesenian lain selain photography ekspresi berkeseniaanya menjadi nampak jelas, bahkan harus, kalau dapat malah harus nampak baru dan mendobrak. Atau kalau bisa memberikan Cultrue Shock seperti yang dikatakan Dick Hartoko, dalam Bukunya Manusia dan Keseniaan.

Read More

faq
terms
By. marcus . May 26th, 2011 at 8:48 pmhelp
 

     Leonard Michael Brecker (29 Maret 1949 – 13 Januari 2007) adalah seorang pemain saxophonist jazz Amerika dan seorang komposer. Dijuluki sebagai "seorang musisi, tenang lembut dan pemain saxophone tenor paling berpengaruh setelah John Coltrane," Bracker dianugerahi 15 Grammy Awards baik sebagai pemain dan komposer dan menjadi Down Beat Jazz Hall of Fame pada tahun 2007.
    Michael Brecker lahir di Philadelphia, Pennsylvania mulai mengenal jazz pada usia dini dari ayahnya yang seorang pianis jazz amatir. Brecker mulai mempelajari klarinet, kemudian pindah ke alto saxophone di sekolah, akhirnya menetap pada tenor saxophone sebagai instrumen utamanya.
    Setelah hanya setahun di Indiana University, Michael Brecker pindah ke New York City pada tahun 1970 di mana ia mengukir karirnya sendiri

Read More

By. marcus . December 4th, 2010 at 5:24 am
support
     Music Jazz memang tidak bisa lepas dari budaya America, music yang memang lahir dari masyarakat America, yang kemudian mendunia, seperti yang diungkapkan oleh Ahmad Alaadeen (July 24, 1934 – August 15, 2010), Jazz saxophonist, Ahmad Alaadeen berkata Jazz does not belong to one race or culture, but is a gift that America has given the world.
    Diawal kelahirannya, music yang poupler dikalangan masyarakat kulit hitam, dimainkan di Bar-Bar, tempat bordil di red-light district sekitar Basin Street, New Orleans, yang dikenal  “Storyville”, memang awal sekali mungkin dikenal dengan New Orleans music atau dikenal sebagai Dixieland, pada masa itu Buddy Bolden band dikenal sekali tetapi tidak terdapat recording tentangnya.
    Dan awal tahun 1917 “Dixieland Jass Band” membuat rekaman pertama musik Jazz “Livery Stable

Read More

guidelines
By. marcus . July 1st, 2009 at 9:15 pm
    Seorang photographer muda (18), memulai diskusi dengan saya, bertanya tentang sebuah karya photography contemporer. Yang lebih sepesifik menjadi satu pergumalannya dan pertanyaan nya  yang menarik adalah “Apakah karya Ansel Adams termasuk dalam karya foto kontemporer?”.
    Sebelum kita bicara karya Ansel Adams, mari kita masuk dulu kepada apa makna dari contemporary, sebab sering kali kita tak mengerti makna dan istilah-istilah tadi, yang pada akhirnya kita terjebak pada pemahaman ‘sendiri’ yang kabur dari makna  seseunguhnya.
    Sesungguhnya saya tak bisa salahkan kepada seniman atau photographer, atau penikmat seni akan konsepsinya tentang makna dan istilah-istilah tadi, tetapi kalau boleh kita berjalan pada jalur yang ilmiah, maka kita akan bisa menarik garis yang mudah, dan tidak terjebak pada sebuah perdebatan yang tidak perlu, dan selanjutnya memhami pertanyaan-pertanyaan yang sesungguhnya (salah satunya : Apakah karya Ansel Adams

Read More

By. marcus . November 21st, 2007 at 8:48 pmrss
Beberapa waktu lalu, disela waktu saya yang padat dengan pekerjaan, saya mencoba berfikir untuk menulis tentang catatan berkeseniaan, mencoba membongkar pemikiran saya dan perenungan diri saya sendiri tentang faedahnya seni dan akan karya dan segala hal yang saya buat lewat cara saya berkeseniaan.
    Dalam beberapa kesempatan diseminar, atau ruang kelas saya selalu mencoba mengungkapkan “seni itu espresi diri”, melulu saya bicara seni itu expresi diri, hari ini saya tak mau banyak bicara teori tentang seni, saya coba bicara apa adanya dari diri saya, apa itu seni, tentu lewat perenungan saya tentang apa itu seni.
    Setiap orang butuh makan, setiap orang butuh kalori, protein untuk dicerna oleh tubuh, bagi saya sendiri, kebutuhan makan sangat penting, apa lagi kalau perut lapar atau lagi stress, maka akan banyak makan, atau bisa jadi gak butuh makan. Dan efek dari makan pasti perut jadi kenyang atau kalau lagi gak perlu makan pasti lapar.
    Begitu

Read More

faq
terms
By. marcus . October 27th, 2007 at 12:46 amhelp
    Dari dahulu saya selalu mengutamakan keutamaan berespresi, dalam segala bentuk berkeseniaan yang saya pilih, photo, puisi, prosa, sketsa, grafis, lukisan, digital atau hanya sekedar bentuk-bentuk yang saya buat secara sembarangan. Khususnya dalam berputika.
    Dari dulu saya berkata “ini loh pengungkapan jujur hati saya”.
    Jika saya jatuh cinta, maka saya mengungkapan jatuh cinta tadi kedalam bentuk berespresi yang saya mau.
    Jika saya lagi putus cinta maka saya mengungkakan jujur hati saya kedalam bentuk berespresi yang saya suka…tentu bahasanya dan pilihan katanya penuh kegetiran.
    Atau jika saya sedang dihinati, maka pengungkapan saya pun jelas menunjukan keberadaan hati saya…gamblang jelas, kadang penuh simbolisme.
    Atau jika saya lagi “Bete”, maka bisa jadi saya mengungkapannya dalam bahasa yang bete atau bisa jadi saya tidak menulis sama sekali.

Read More

By. marcus . December 7th, 2006 at 5:11 pm
support
     Photographer Amerika Edward weston lahir Hiland park Illinois, 24 MARET 1886, dia adalah salah satu pendiri dari Group f/64, dan sepanjang hidupnya ia menciptakan karya-karyanya dengan mengunakan 8-10 inch view camera.
    Ia menerima kamera pertamanya saat berusia 16 tahun, Kodak Bull’s Eye #2, dan mulai mengambil foto di taman di chicago dan di perkebunan bibinya.
    Ia cepat sekali mencapai karirnya saat karyanya dipamerkan di Chicago Art Institue setahun kemudian yaitu 1903.
    1906 Weston pindah ke California dan memutuskan mengejar karirnya menjadi seorang photographer, ia menikahi istri pertamanya Flora May Chandler, dan ditahun 1911, ia membuka studio pertamanya di Tropico, California (sekarang Glendale), dan saat-saat itu ia aktif menulis artikel teknik yang tidak umum tentang potret dibeberapa majalah ternama.
    Setelah 1927, Weston banyak mengerjakan

Read More

guidelines
By. marcus . September 23rd, 2006 at 3:42 am
(Keresahan karya yang tidak indah)

 cont03

12-16
copyright 1997 (c) markus ap

    Sehari sebelumnya saya sudah menghadiri undangan pembukaan 4 fotogarfer wanita Mexico yang dibuka oleh duta besar Mexico saat itu, saya begitu kagum dengan karya-karya empat fotogarfer wanita tersebut, salah satu nama besar yang ada disana adalah “Lola Alveres Bravo” istri seniman latin Manuel Averes Bravo.
    Karena karya-karya tadi begitu menarik  beberapa hari selanjutnya saya mengajak beberapa orang murid untuk menghadiri pameran itu, dan saat setelah pulang dari kunjungan itu, seorang murid saya sempat dengan bengong dan bingung melihat pameran foto kontemporer karya fotografer wanita

Read More

rss
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA faq