Parodi : Ocehan Absurd (3)
Pagi ini saya bangun pagi, berangkat kekantor lebih awal…
Pagi ini saya tidak ketemu dengan bus yang memasang “iklan” bergambar wajah mantan saya…biasanya saya senyum-senyum sendiri melihat iklan itu. Entah mungkin karena melihat wajahnya yang manis masih saya sering temui dipagi yang macet? Entah mungkin karena saya kangen? (percuma juga saya kangen…dia gak kangen sama saya
)
Atau lainnya…entah lah…maaf rahasia ya rahasia……mau tau aja ah ![]()
Tapi pagi ini bukan gambar wajah mantan saya yang saya lihat…pagi ini…tepat didepan saya metromini yang dibelakangnya bergambarkan wanita berbikini (dari stiker) tertuliskan “abang ku tunggu”, dan tiba-tiba mengeluarkan asap hitam pekat…
![]()
Kendaraan motor dibelakangnya diam-diam saja menikmati asap hitam pekat itu…
![]()
Saya mengelengkan kepala…dan kesan saya buat Jakarta diawal tahun 2012, masih sama…
Jakarta masih macet, panas, polusi, banyak motor, dan angkot…dan angkot-angkot ini masih saja seenaknya berhenti, menurunkan penumpang….arghhhhh
.
Jikalau Jakarta tidak macet itu pun setahun sekali dan disaat lebaran…sesungguhnya kemacetan dan kebisingan itu sedang berpindah tempat dari kota ke desa…jalan-jalan didaerah macet…mobil-mobil pada balik kampung…memenuhi halaman-halaman rumah didusun…dan di Jakarta seketika SEPI…hanya disaat ini saja JAKARTA tiba-tiba jadi sunyi…selebihnya dihari lain… Jakarta sumpek, rame, macet dan lain sebagainya…
Ok…saya tak perlu panjang-panjang menceritakan tentang Jakarta…apa yang ada dari pemandangan Jakarta, adalah pemandangan yang tak pernah berubah…sama saja.
Sami mawon…podo wae…
Lalu apa yang salah dengan semua itu?.
Pengaturan nya? Yang mengatur sudah ada, peraturan sudah ada, tapi keduanya nampaknya belum efektif, misalkan saja…jelas-jelas kita sering lihat polisi dijalan, tetapi polisi menilang hanya karena ia perlu uang…bukan menegakkan peraturan…
Gubernurnya? Yah sudah lah kalau yang satu ini gak perlu dibahas, sebentar lagi juga gubernurnya diganti…dan semoga gantinya jauh lebih baik…![]()
Sebenarnya apa yang saya sebutkan diatas bukan hanya itu sebabnya, tapi emang Jakarta dari sananya sudah semrawut dan kesemerawutan ini tak pernah berubah …
Memang karena orangnya ya memang amburadul…well katanya orang kota (metropolitan) yang beradab , berkelas, berpendidikan, nyatanya jika melihat semua ke kacauaan itu, orang-orang yang disebut berkelas itu hanyalah nampak jadi satu ras baru yang mendiami sebuah kota Metropolitan bernama Jakarta.
Tapi sayangnya ras baru yang mendiami kota metropolitan ini sering kali jauh dari keberadaban, jauh dari keteraturan, bahkan bisa dibilang nampak purba dan bisa dibilang memang purba…![]()
Malah ada yang bilang sejenis ras baru mahluk purba amburadul itu masih saudara dekat dengan Pithecanthropus Erectus (bukan Ereksi) dan mahluk pruba yang amburadul ini disebut Pithecanthropus Jakartensis. ![]()
Kenapa…perhatikan saja sendiri…
Antri seenaknya…
Buang sampah seenaknya…
Berhenti seenaknya…
Or maybe (maaf) kencing dan be*ak seenaknya…
Entah apa lagi sejuta hal buruk yang tak pernah berubah dari orang Jakarta…(apa saya termasuk didalamnya ??? entah lah) ![]()
***
Semalam…saya memperhatikan wall facebook saya…
Mata saya selalu dibuai dengan upload-upload foto teman-teman saya, ada yang cantik ada yang sexy, bahkan hampir telanjang…dan biasanya foto yang begini menimbulkan comment yang luar biasa banyaknya.
Dari pria/wanita biasanya berprofesi atau yang ngaku photographer. (Well semua orang yang pegang kamera kan disaat sekarang bisa menyebut dirinya photographer).
Dan comment bisa datang dari yang pihak-pihak yang norak, atau positif, sampai yang nampaknya nafsu banget…
Pertanyaan yang mengelitik saya? Apakah itu sensual?…
Saya tak ingin menengok kamus besar bahasa Indonesia atau Webster untuk mencari arti apa itu sensual…
Saya tertarik pada saat saya menemukan sebuah artikel yang ditulis Mas Seno Gumirah….tentang sensualitas dalam tarian Jawa.
Saya mendengar bahwa tarian sakral Bedhaya Ketawang di Surakarta.
Tarian dengan sembilan orang penari perempuan berwajah rupawan dibalut kain, rambutnya disanggul, dan tubuh bagian atas terbuka.
Mereka menari dengan gerakan yang pelan, namun sarat makna. Katanya, para penari haruslah perawan dan tidak sedang menstruasi atau tidak sedang “M”.
Mengapa harus perawan?
![]()
Budayawan Seno Gumira Adjidarma dalam bukunya Kentut Kosmopolitan menyebut tarian ini amat sakral sekaligus penuh makna birahi dan seksualitas.
Konon, berkembang anekdot. Para penari itu harus perawan, sebab raja akan memilih salah seorang untuk menemaninya tidur malam itu.
![]()
Mungkin ini semacam banyolan….
Lalu bagaimanakah menilai sensualitas dari para penari yang tertutup rapat dengan kain tadi…?
Yang sensualitasnya tidak terletak pada bagian tubuh yang terbuka (atasnya).
Yang kata mas Seno melainkan pada bagian tubuh yang sesekali terbuka yakni lekuk kaki di antara tumit dan mata kaki, ketika kaki tersebut harus menyapukan kain yang tersisa.
*Bingung mode*
How come?
Perempuan yang lekuk kakinya dalam dianggap sensual, konon karena menunjukkan kemampuan permainan cintanya di atas ranjang hebat.
Semakin kurang lekuknya, semakin rendah daya tariknya dalam konteks seksualitas.
![]()
Mungkin ini aneh.
Karena pada umumnya…apalagi generasi saat ini, sensualitas dinilai dari “KETERBUKAAN” “KETELANJANGAN” dan yang makin exploit terbuka pada tubuh wanita/pria maka akan makin sensual…jadi jangan harap kalau pake kebaya bisa dinilai sensual… dijaman ini
WELL…tentu ini berbeda sekali dengan sesualitas yang saya ceritakan dari artikel mas Seno tadi…
Memang apa yang dijelaskan dalam artikel tadi nampak tidak ilmiah tapi…menjelaskan kepada kita bahwa sensualitas adalah sebuah pandangan yang dibentuk oleh cara kerja kebudayaan. (Mustinya).
Dan kebudayaan dapat mempengaruhi cara pandang seseorang dalam melihat sensualitas….
Tapi bukankah kebudayaan kita telah terpengaruhi oleh kebudayaan barat…kebudayaan import…kebudayaan yang makin tak jelas dari mana percampurannya…Dan persoalannya lagi sensualitas itu sarat dengan pebedaan makna, tiap orang bisa berbeda makna, apa lagi tergantung seperti apa kepentingannya…
Parahnya lagi sensualitas tadi dipengaruhi oleh apa kata iklan, dan iklan tergantung pada Industri…
Maka seorang wanita yang sama-sama cantik, yang satu terbalut kain batik ketat basah, berbeda dengan seorang wanita yang sama-sama cantik tapi yang satu lagi mengenakan lingerie Victoria secret yang hampir-hampir kebuka semuanya…
![]()
Jadi jelas sudah pandangan akan sensualitas sarat akan kepentingan yang semuanya sudah terpengaruhi oleh Industri…
![]()
Tapi karena padangan akan sensualitas tadi berbeda satu dengan lainnya..
Boleh dong jika saya menganggap bahwa wanita yang sensual itu adalah…
Wanita boleh pake kain batik basah ketat atau Victoria secret…whatever…mau ga pake apa-apa juga fine for me…yang penting…IQ nya minimal tiga digit diatas rata-rata umum…dan kalau ngomong nyambung…, tidak menderita lemot kronis….
![]()
Intinya wanita yang look smart…
![]()
4/1/2012 2:29 PM
Markus AP


Similar/Related Posts