Parodi : Ocehan Absurd (2)
Apa kabar pagi ini?
Mustinya pagi ini jadi pagi yang menyenangkan…nyatanya “TIDAK”. Saya bangun jam 6 pagi, dan itu pun terpaksa, sebabnya…karena mimpi buruk…she (my ex) came into my dream.
Arghhhhhhhhhhh ![]()
![]()
![]()
my gosh…what she doing?.
Menyebalkan sekali!!!
Kurang kerjaan…!!!
Ok…ilmiahnya
Dreams are successions of images, ideas, emotions, and sensations that occur involuntarily in the mind during certain stages of sleep. The content and purpose of dreams are not definitively understood, though they have been a topic of scientific speculation, interpretation, philosophical and religious interest throughout recorded history.
Purpose? I don’t know…
Dreams are not definitively understood…well I’m agree, So that’s why I don’t want jump in conclusion, kalau mimpi ini atau itu pertanda sesuatu…BULLSHIT…
So don’t tell me that I’m miss her too… BULLSHIT
So don’t tell me that I’m still think of her…because NO im not…. this absurd…
Jadi tak ada tanda-tanda apa-apa yang perlu dijelaskan…bukan pertanda cinta masih ada, bukan juga pertanda bahwa ada sesuatu dari langit…mean Tuhan kasi saya tanda…
NO NO NO… Tuhan tidak akan susah-susah memberikan tanda apa-apa untuk sesuatu yang buka jadi jodoh saya…TITIK, selesai perkara.
Jadi ngapain repot dipikirkan..
Tapi Freud berkata “dreams were manifestations of our deepest desires and anxieties”.
Desires? What!!!!!!!! Hahahah
![]()
![]()
![]()
hope NOT, saya juga tidak sedang “desires” dengan that “woman”.
Bagi saya simple-simple aja…saya tidak sering bermimpi, bahkan nyaris jarang sekali mimpi….jadi seperti orang tua-tua bilang, mimpi hanyalah “bunga tidur”. Jadi anggap saja memang hanya “bunga”, tetapi ini bunga yang tak menyenangkan.
SO FORGOT IT…So forget this crap…ini cerita absurd hari ini…
Saya jadi berfikir…kenapa koq saya gak dikasi aja mimpi digigit ular (ular yang besar, sexy, berkulit bagus) sebab kan katanya kalau digigit ular artinya mau dapat jodoh…karena ularnya besar dan sexy, saya rasa digigitnya pasti sesuatu banget.
Ok kita skip urusan mimpi…mari kita bahas hal yang sudah lewat beberapa hari lalu.
Jadi beberapa hari lalu…ini lebih mengelikan lagi, menyebalkan…dan Arghhhhhhhhhhh ![]()
![]()
![]()
sempat piss me off.
Ada seseorang wanita yang begitu freak out dipanggil “DARLING”… katanya dengan panggilan itu, saya tidak menghormatinya dan melecehkannya?.
You must be kidding me ? this ridiculous !!! this insane…this absurd…
This 21 century…bukan jaman batu…saya tinggal di kota, bukan di desa…kenapa masih ada yang merasa tak nyaman dengan panggilan itu….bagi saya itu hanya sebuah panggilan, panggilan dalam pergaulan sehari-hari….yang saya rasa panggilan itu malah menghargai seseorang.!!!
Dan lagi ilmiahnya
Darling mean…
1.a person very dear to another; one dearly loved.
2.( sometimes initial capital letter ) an affectionate or familiar term of address.
3.a person or thing in great favor; a favorite: She was the darling of café society.
4.very dear; dearly loved: my darling child.
5.Favorite; cherished.
6.Informal . charming; cute; lovable: What a darling baby!
Saya tidak melihat adanya “konotasi negative” dari panggilan “DARLING”…atau mungkin karena yang “kesal dipanggil darling” merasa bahwa darling itu panggilan buat seorang pacar…
weksssss…
Tentu ia harus baca lagi definisi bahasa dari panggilan itu…
Dan lagi kan saya bukan pacarnya???…
Menurut saya, ia begitu berlebihan menanggapi panggilan itu…buktinya…100 orang di list bbm saya dari semua kalangan…baik yang high or “biasa” tidak merasa keberatan dengan panggilan itu, dan merasa tak dilecehkan. (Saya melakukan survey).
Bahkan beberapa sahabat menanggapi bahwa tindakannya yang so freak out itu jadi NORAK.
Karena begitu banyaknya pendapat yang tidak menyalahkan apa yang saya lakukan, so…tentu saya tak perlu merubah kebiasaan formal ini untuk atau karena satu orang “protest”…it’s insane…not logical…ABSURD.
Baiklah lupakan saja hal ini … hidup harus jalan terus tak perlu direpotkan dengan persoalan-persoalan yang begini…saya toh tak akan merubah seseorang menjadi seperti yang saya inginkan, begitu juga ia tak dapat merubah saya.
Kita bisa saling membangun…”kalau mungkin”, jika tidak yah kita harus hidup sendiri-sendiri.
Dan lagi jika dua orang cocok dalam sebuah “agreement” maka mereka akan cocok untuk menjalin sebuah hubungan dalam level “apapun”.
Jika tidak, tak perlu dibahas, karena sebuah hubungan dalam level apapun perlu sesuatu yang namanya “penerimaan” dan “pengertiaan” satu sama lain.
So sorry aja, akhirnya karena saya ketakutan berhubungan dengan orang yang so freak out itu…I remove that “thing” from my life
Like I said people come…people go, I should not be bother with this, this free country
Dari semua ke absurdan yang terjadi… saya masih mereka-reka what is all behind this thing..
19/12/2011 12:16
Markus AP


Similar/Related Posts