Parodi : Saya Sedang M
Tahu kan rasanya M, siapa yang tidak pernah mengalaminya…apalagi baru-baru ini saya mengalaminya, wait…wait M bukan berarti Menstruasi, mungkin jika saya wanita saya pasti mengalaminya, tetapi saya kan bukan wanita, jadi..M bisa juga berarti menstruasi, tapi M juga bisa :
Marah, Memikirkan, Monyong, Manyun, Malas, Moody, Menghadapi, Menangis, Menyebalkan, Mengesalkan, Memuakkan, Membingungkan, Mempelajari, Merenungkan, Memikirkan, Menyabarkan diri, Meledak, Membete, Mules, Mual, Masalah, Menegangkan, Mutung,….
You name it….akan banyak M M M M M lainnya dalam list.
Karena jelas saya manusia, saya pasti mengalaminya…karena anda juga manusia jelas anda juga mengalaminya seperti saya.
Manusia dengan complex nya kepribadian, sifat, dan psikologisnya, pasti mengalaminya.
Dan saat-saat datangnya M tadi tentu sangat tidak terduga, seperti yang belakangan saya alami….hari yang menyenangkan bisa tiba-tiba jadi M….Menyebalkan…Membetekan….Memanas….Membara…Menyendiri.
Lengkapnya bisa seperti yang saya list diatas (walau ngak semuanya), tapi tidak selalu tiba-tiba saja jadi M tanpa sebab, misalkan tiba-tiba jadi Moody begitu aja…ga ada angin…ga ada hujan…ga ada badai….saya tiba-tiba Moody….
For some woman maybe yes…
Tapi kan tidak yang dialami saya!. Tidak mungkin saya begitu.
Jadi bisa disimpulan bahwa M nya saya karena adanya sebab, tapi sebabpun juga bukan tiba-tiba saya Moody karena karena datangnya Menstruasi.
Masa saya jadi Moody karena Menstruasi?
For some woman maybe yes…
Tapi kan saya ngakkkkkk
Jadi kalau jadi M karena ada sebab, tentu sebab itu bisa bermacam-macam bentuknya…dan jelas saja sebab tadi sebagian besar yang saya alami karena adanya Masalah….jadi kalau saya lagi M, tentu ga mungkin tiba-tiba tanpa sebab, jelas ada sebab…ya tadi itu tuh karena …..M.A.S.A.L.A.H
*bingung dan pusing kan loe, gue ngomong muter-muter*
![]()
Well berbagai orang Menghadapi Masalah dengan berbeda-beda cara, tiap orang beda metode. Tetapi jelas hanya ada dua jenis yang umum :
1.Ada yang bisa santai saja walau ada Masalah Membelit, bahkan bisa tetap ketawa dan pergi ke mall, tetapi masalah ya tetap ada, jadi caranya menghadapinya dengan MENGHINDARI , MEMBIARKAN, dan bisa jadi seolah tak ada masalah, mengendapkan masalah.
2.Ada juga yang dalam keadaan yang Menegangkan, Menekan, ia tetap Menghadapi dan ia bisa Menyelesaikan masalah. Tidak menghindari, tetapi MENGHADAPI, MEMIKIRKAN dan MENYELESAIKAN. Cepat dan tidaknya menyelesaikan tergantung banyak factor dan besarnya masalah…..
Saya tipe yang bisa keduanya, tapi lebih banyak 99.9% saya yang tidak bisa membiarkan adanya Masalah berlarut-larut,….pengennya selalu cepat Menyelesaikan Masalah…bisa dibilang tipe ke dua… sangat jarang saya Menghindari masalah, atau tidak Menyelesaikannya…..biasanya kalau ini terjadi…it’s mean im walk out from the mess…ini juga cara, sometime so effective.
Well intinya saya selalu tegas, harus bisa menghadapinya.
Tapi saya juga Mempelajari, bahwa karena saya manusia yang terbatas tidak semua masalah bisa diselesaikan seketika…apa lagi complexnya masalah tadi, jadi perlu proses dan tentu kemauaan dan tegas untuk dilakukan, mau menyentuh masalah, tidak lari dari masalah…sebab masalah kalau gak disentuh ya ngak selesai-selesai….bener kan!
Gak usah disentuh dulu deh…coba untuk memikirkannya dulu, merenungkannya dulu baru menyentuh…kalau memikirkannya aja ngak…maka gimana menyentuhnya…
Catatan penting sekali : Masalah yang diselesaikan akan mencerahkan suasana, akan menambah pengetahuan interpersonal, akan menghilangkan hambatan, akan menambah kemampuan kita menyelesaikan masalah-masalah lain yang lebih besar.
Maka bagi saya pasti sekali jika masalah saya complex lebih complex dari masalah yang umum, saya tak akan menganggap masalah jika tidak complex….kalau saya bisa tangani, jelas itu bukan masalah, walau awalnya masalah karena bisa ditangani bukan masalah lagi, artinya masalah tadi terselesaikan dan tidak complex, tapi karena tidak bisa (belum bisa ditangani dengan cepat), dan mungkin karena saking complexnya….saking ruwetnya….masih dalam proses Memikirkan masalah itu, jadi ya masalahnya masih ada…
*pusing lagi kan loe, sukurin loe mumet bacanya*.
“Jadi gimana dong menyelesaikannya”.
“Nahhh…”
Ini metode saya biasanya….
1.Jelas saat masalah besar datang, gejalanya, kalau saya sudah menyendiri, diam, merokok, tidak makan…pasti sedang mikir berat, artinya saya sedang menghadapi sendiri, saya memikirkannya sendiri…menangungnya sendiri, tidak mungkin dihadapi orang lain, tidak mungkin kan masalah saya diselesaikan oleh orang lain (bisa saja terjadi demikian), ya sebab itu kan masalah saya….i always say “Im big boy, I can handle this”, saya selalu punya tekat “SAYA BISA”.
(Walau realitasnya bisa koq kalau orang lain atau mungkin Tuhan mengirim penolong untuk menolong Masalah saya, menyelesaikannya)
2.Jika masalah itu berhubungan dengan orang lain, jelas saya berusaha untuk menyelesaikannya dengan orang lain, tapi kan tidak selalu bisa sebegitu mudahnya diselesaikan, karena bisa jadi orang lain itu sedang punya masalah lain, atau orang lain itu tidak menganggap ada masalah, malas menganggap itu masalah….banyak deh. Atau jangan-jangan hanya saya yang menganggapnya ada masalah….ooo dasarrrrrrr emang seneng kali ye keganjenan sama masalah
3.Setelah saya menghadapinya sendiri, memikirkannya sendiri, sering kali saya juga mendiskusikannya dengan orang yang paling dekat (sahabat) atau diberi hak khusus mendengar masalah saya, dan kalau punya orang yang lebih dekat, pengennya juga dibahas dengannya….kalau loh ya…
Biasanya saya…Meminta saran, meminta konfirmasi, meminta second opinion, melihat prespektif berbeda dari masalah saya, menerima pendapat dari pemikiran yang berbeda, mendebatkan pemikiran saya dengan pemikiran orang yang saya ajak bertukar pikiran…for sake of looking other side, be out of the box.
4.Jika semua cara sudah dilakukan, bisa jadi masalah itu mentok, unsolved, nampak absud…dan biasanya emosi, pikiran, hati jadi makin kacau…bahkan tidak tenang….saya sudah tahu kemana harus mengadukan nasib ku yang malang ini.
Atau diawal saya sudah tahu…bahwa masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan cara manusia…nah saatnya saya ngadu nasibku yang malang dan menderita ini
“Ngadu ke siapa cus”.
“Ngadu ke pak lurah….”
“Hah!!!”
“Ya ngadu ke Tuhan lah…”
Walau jujur, kadang suka geregetan…nunggu hasilnya…dan jawabannya, pengalaman saya membuktikan terlama 3 tahun untuk mendapat jawaban, tetapi pernah hanya beberapa jam saja dapat jawaban.
Tapi jika saya tahu…bahwa tidak dijawab lewat 24 jam, artinya…ini bakal panjang dan proses….yah moga-moga sabar…panjang sabar berlimpah kasih setia…kataNya *sambil berdoa dengan iman…The LORD is my shepherd from Psalm 23*
![]()
Baru saja terjadi, seorang Murid saya bertanya…
“Master kenapa?”
“Gak..gak apa”
“Ada masalah ya, cerita dong”
“Gak …gak ada”
“Lagi M ya…”
“Iye….M=Marah, M=Mual, M=Mikir, M=Mutung”
“Cerita dong…sapa tau saya bisa Bantu”.
“Ngakkkk”
“Saya harus tahu dong…biar saya bisa Bantu”
“Harus tahu? Nahhh ini sekarang M nya jadi nambah, Makin Marah, Mau Menimpuk, Mau Membanting”
“OMG….”
Dengan belaga bego dan menjadi guru yang bijaksana saya jawab
“Kamu kenapa? Pake OMG segala…OMG itu apa sih?”
Sang Murid diem
“Sekarang yang marah jadi dua orang kan…, makanya masalah saya itu complex, dan menulari…”
“Master marah ma aku”
“Ngakkk”
“Aku salah..”
“Ngakkkkkkkkkkkkkk”
“Kenapa aku juga ikut di marahi?
Karena saya menyabarkan diri (jarang-jarang)
“Gini Muridku….kamu sama sekali gak salah…kalau master lagi M jangan di sentuh-sentuh, jangan didesak-desak, yang ada master jadi tambah mengesalkan, menjengkelkan…. Pasti masalahku itu complex belum tentu semua orang bisa beresin”
“Kan minimal aku harus tau dulu garis besarnya”
“Harus tahu????”, GAK harus tahu…itu bukan masalah kamu, kamu tidak harus tahu, I’m your master, your guru, I handle it my self, I’m strong than you know, nanti kalau sudah selesai masalahnya, kamu dengerin aja pengajarannya…”
Karena murid saya terbilang pinter ia berkata…
“Kalau gitu cooling down aja…”
“Nahhhh itu….thats good…then ambilin gurunya teh…atau air dingin”
“Nihhh guru teh nya…”
“Good student, learn something?”
“Yaa”
“Apa itu?”
“Guru begitu agar aku menahan emosi, tidak ikut emosi…”
“Bisa benar begitu bisa tidak, ada yang lebih benar …”
“Tapi aku belajar sesuatu”
“That’s good, tapi jawabannya This not about u, maybe for u to learn, guru kalau ada masalah…aku pikir sendiri, hanya sedikit orang yang tau yang aku ajak diskusi, jadi jangan nanya atau berusaha membantu masalahku, karena aku capek cerita dan tak dapat jawaban, karena masalahku complex dari yang kamu tau….jadi cara yang baik…nanya hal lain, atw buat guru tenang….That’s it…Simple, Jangan coba-coba kamu bilang "aku mau tau…" Tidak kamu tak akan tau karena tak ada hubungannya dengan kamu, kamu berhak tahu kalau ada hubungannya dengan kamu, lainnya lagi karena guru cerita pun , kamu ga akan bisa jawab…Paham?” *lage galak gurunya*
“Baiklah guru, ini minum teh nya….”
“Good student….”
(Seperti yang saya bilang, hanya yang saya beri previlage khusus yang bisa bertanya “ada apa”, mungkin kebetulan saya sedikit sabar, jadi saya biarkan murid saya bertanya, untung pinter tuh murid)
Dan jujur tidak banyak orang yang saya ajak bicara…sedikit (jumlahnya hanya satu, dua tiga orang saja, maximal lima), itu karena alasan-alasan,
1.mereka mengetahui masalahnya, atau setidaknya mereka mendengar detail (jujur) penjelasan saya, cerita saya.
2.mereka tahu complexnya masalah, memahami suasana hati, pikiran saya
3.mereka yang dekat (kedekatan khusus/hak khusus) dan saya percaya kemampuannya, dan kapasitasnya yang saya sebut staff ahli, bahkan tahu gimana caranya menenangkan saya, bahkan saya berikan hak untuk mengkiritik saya, bahkan saya izinkan bertanya…harus kudu dan musti untuk bertanya….
4.mereka tahu seperti apa pribadi saya, dan bagaimana menghadapinya, sekalipun saya sudah ngeyel-ngeyel mereka bisa menghadapi saya tanpa ikut emosi….maklum kan saya hobi ngeyel.
Dan dengan cara ini, saya menemukan banyak jawaban yang out of the box, dan kadang membantu saya juga menyabarkan diri.
Jadi jelas, yang tidak mungkin saya mendiskusikan masalah ke semua orang. Apalagi ke murid saya, sangat tidak mungkin, sebab jelas masalah dan pikiran si Master lebih complex dari muridnya…hihihi
.
Orang muridnya aja belum lulus masa mau coba-coba mikirin masalahnya si Master….yang pikiran dan masalahnya sangat complex…sangat rumit…sangat ribet…lebih ruet dari masalah yang dihadapi partai Demokrat……. *lebay..lebay*
Sebab saya tahu pasti….saat seorang (yang mungkin tidak memiliki kemampuan membaca pikiran saya) bertanya “lu ada masalah”, saat saya jelaskan masalahnya yang complex tadi …dia bengong ga bisa jawab….ujung-ujungnya pasti cuma bisa jawab “ya udah sabar aja…berdoa aja”.
Itu gue juga tauuu kaleeeeeeeeee…..kalau udah begitu…biasanya saya nambah keselnya.
Arghhhhhhhhhhhhhhhhhh ![]()
![]()
, malesnyaaaaaaa….
So mending ga usah cerita, capek,…daripada gue jadi nambah kesel…..
“Cus koq ada murid ma master, emang loe ngajar di sholin ya”
“Iye…ngajar kungfu… ilmu pedang… toya…. Sun zu…fengsui…matematika… fisika… kalkulus… fisika quantum….puas loe!!!” ![]()
![]()
![]()
Jelas saya tak sama dengan orang lain…dan dalam sejarah hidup saya….hanya satu-dua yang benar-benar bisa membuat saya benar-benar tenang, kalau dipakai perumpamaan, api yang membara itu bisa di siram air seketika, langsung padam…ya itu satu mantan saya, dan satu sahabat saya.
Jelas ia orang yang sangat dekat dengan saya, dan otomatis sudah saya beri hak khusus, bahkan punya KEWAJIBAN bertanya, jangan sekali-kali ngak nanya….ngak nanya malah tambah kesel saya…
Pernah satu kasus…saya sedang ada masalah, saya marah, saya diam, saya merokok, sambil memikirkan, merenungkan dan menyendiri, sambil menatap keluar jendela melihat gelapnya malam….ciehhhh….(beneran begitu koq).
Lalu ia (mantan saya dulu) hanya datang menghampiri, dengan pelan-pelan, tidak bertanya macam-macam, pegang pundak saya atau sambil memeluk saya…dan hanya berkata “Sabar mas…sabar mas…” atau “Udah…udah”…kalau pun saya belum juga reda, ia tak pernah berhenti mundur untuk menenangkan….dan terus berkata “Sabar mas sabar…” dan seketika hilang begitu saja….mungkin karena niat hatinya, empatinya, pengaturan nadanya, cintanya, tahu momentnya…mungkin loh…. Atau ada cara-cara khusus yang tidak terduga yang bisa membuat saya reda….maybe just hug me without saying anything (the power of hug).
Dan jelas saya juga tidak ingin membuatnya bersedih…
Entah kenapa bisa begitu…entah apa tekniknya, gimana caranya…sampai sekarang saya masih mikir kenapa bisa begitu…
Yang jelas …..She know how to handle angry Lion… she not afraid hugging the angry Lion.
“Jadi ceritanya loe ada Masalah cus?”
“Bisa Ho oh…Bisa ngak, Bisa dibilang Masalah…Bisa juga ngak masalah…”
“Koq bisa gitu…”
“Ngak tau deh…”
“Loe koq jadi bingung…”
“Ho oh, jadi Membingungkan…”
“Jadi bukan lagi Menstruasi?”
“Mirip lah….kan kalau orang menstruasi biasanya kesal-kesal sendiri…jadi Mengesalkan, Memuakkan, Marah-marah sendiri”
“Oh gitu…”
“Jadi lo kesal?”
“Ho oh juga, Ngak juga, Kalau Ho oh…bisa jadi Mengesalkan juga iya, ada Masalah juga iya, Marah juga iya, Mikir juga iya, Moody juga iya…., Mentertawai diri sendiri dan keadaan juga iya”
“Terus gimana dong cus….loe Membingungkan”
“Emang….”
“Ihhhh, menyebalkan”
“Buat gue sih ya harus Menghadapi…M lagi kan…”
“Caranya?”
“Nahhh kan gue dah jelasin diatas….”
“Terus masalahnya apa?”
“Mang lu bisa selesaiin ????? ngak kan?“ ![]()
“
“
“Biar gue tangung sendiri, gue urus sendiri!!! Im Big Boy I can handle this, i’ll handle this with GOD in my side”.
*Sambil mencet tombol merah dibawah meja, dan pesan mengundang seluruh expert staff dan joint staff, chief of intelligance, and master of the universe untuk meeting, pesannya Negara dalam bahaya, keadaan genting*
5/6/2011 8:18 AM
Markus AP


Similar/Related Posts