Parodi : NgeParty NgeWedding Lagi
Kenapa ya sebulan ini banyak yang married?
Ini kesekian kalinya saya hadir dalam pernikahan kenalan atau teman. Dan baru saja saya pulang dari sebuah acara pernikahan dan lagi-laginya, saya harus hadir. Harus…..!!!! Arghhhhh….![]()
Kayaknya tahun ini bisnis pernikahaan lagi marak, apa karena mau kiamat tahun 2012
, jadi semua orang buru-buru kawin?.
Kawin apa married? Whateverlah…
*lu pikir sendiri*
“Mang ada yang salah cus hadir ke sebuah pernikahan?”
“Ya ngak ada sih!!!”
“Lalu, apa lu hadir disebuah pernikahan bikin lu ngiri cus?”
“Ngakkkkkk tuh…so what gitu lochh”
“Ada yang ngomong ‘lu kapan cus nyusul’ ?”
“Ngakkkk tuh…” (mungkin karena orang-orang udah bosen nanya, dan tiap tahun saya tetap aja belum nikah-nikah).
“Lalu apa dong cus?”
Gini gini…
Hari ini saya sebenarnya agak malas untuk pergi, tetapi ya mau ngak mau saya harus pergi…karena yang menikah adalah teman baik dari my Mother, eh maksud saya anaknya teman baik my Mom…
Saya hadir dan ”Ngakkk ada yang kenalll boooo” pusing kan, jadi terpaksa saya harus berdiri disudut ruangan, menikmati sms-an sama Si Hanny & Irene.
“Ihhh ga sopan…”
“Lahh harus gimana, gak ada yang kenal kan…!!!!, lanjutin ga nih ceritanya???”
“Lanjutttttt manggg”
Dan seperti biasa, saya hadir sebelum acara dimulai, dan saat acara di mulai seperti biasa…biasa…dan seperti umumnya acara kawinan yang saya hadiri dimanapun di.
MC membuka acara, sambil berkata
“Kami sambut (atau mari kita sambut)…mempelai pria dan wanita, hadirin diharap berdiri”. *dengan gaya dan suara agak bencong*
Ihhhhhhh
….My God….Mau berdiri gimana lagi, kan gue dari tadi udah berdiri *ga dapet bangku booo*
Lalu tak lama kemudian, ayah dan ibu dari mempelai wanita, masuk kedalam ruangan berjalan diatas karpet merah, lalu di irigi mempelai pria dan wanita mulai masuk kedalam ruangan.
Sekali lagi, seperti banyaknya wedding party dimanapun (di Indonesia), lagu yang mengiringi mempelai masuk kedalam ruangan adalah “From This Moment”.
Hahhhhhhhh gak ada lagu lain apa?
Kenapa gak lagu ngeJazz dikit gitu The Wedding Song – Kenny G, tapi karena saya gakkkkkk ngefans sama Kenny G, jadi otomatis saya gak akan milih lagu ini…so kenapa ngak, Hawaiian Wedding Songnya – Elvis, Field Of Gold nya Sting, atau I Always Be Right There nya Bryan Adams Or…something kek yang Out of the box masa semua wedding party yang saya datangi koq lagunya cuma itu-itu aja…….yang baru…yang fresh dong…capeee dehhhh
Saya sampai sms sama sahabat saya
“Kenapa koq lagunya begitu”
Dia jawab
“Daripada di puterin lagunya bang Omma, bisa modar loe”
Saya jawab
“Bukan modar, Koma hahahhaha “
Ok…wedding should be formal, so if you want formal, find nice song for that…
Setelah, mempelai diperdengarkan lagu, mempelai duduk dipelaminan, Si MC yang sedikit bencong itu…memanggil seorang dari krabat untuk memberikan kata sambutan, yang part ini nya samaaa aja seperti banyak pesta kawinan yang saya datangi…udeh gitu ngomongnya lamaaaaa lage….ihhhh cape deh
Coba tebak apa formalitas selanjutnya?
Potong kue, bagi kue….
Sekali lagi si MC bencong itu berkata “Mari kita sambut dan saksikan mempelai untuk memotong KUE CINTA……….. mempelai dengan berjalan lambat tapi pasti, akan memotong KUE CINTA”.
Semua hadirin bertepuk tangan….
*Tapi saya ngak*
Sekali lagi….Hahhhhhhhhhhh “KUE CINTA????” *mau pingsan*
KUE CINTA???? LOVE CAKE???? My goshhhh
Coba tebak lagi apa formalitas selanjutnya?
Ya yang jelas pastinya motong KUE CINTA dan dibagi-bagi lah KUE CINTA tadi (suap-suapan juga biasanya, suap-suapan KUE CINTA).
Kemudian….
Di lanjutkan dengan “WEDDING KISS”…wait wait kenapa gak “CIUMAN CINTA” sekalian????
Nah ini nih serunya….
Seperti banyaknya wedding kiss, selalu sebelum wedding kiss, si MC pasti meminta hadirin untuk menyaksikan, dan dan dan…seperti biasa, ada KUE CINTA diselipin diantara bibir kedua mempelai????
Hahhhhh???? Dan seperti biasa, kecangungan orang timur berciuman…terkesan gak mantebbb gitu loh…*mungkin karena dimulutnya udah ada KUE CINTA*
“Manteb gimana cus?”
“Ya kiss harus manteb dong, apa lagi france kiss…seharusnya dengan penuh cinta, gelora, semangat…”
Masa cuma ujung bibir ketemu ujung bibir…..arghhhhhhhhhh ulang..ulang…kurang josss, kurang manteb…. masa perlu gue ajarin sih????
Kayaknya pakaran gue deh….
Lalu formalitas selanjutnya, yang tidak lain dan tidak bukan…bagi-bagi champagne (kesan nya kayak bagi jatah beras aja)
,
Ini yang menurut saya agak aneh…
Kenapa pada saat bagi-bagi champagne atau wine, champagne itu sudah tersedia di gelas, kenapa gak dibuka langsung dari botolnya, dan yang buka itu mempelai?
Bukankah tradisi yang bener begitu?
Dan itu pun hanya 10-20 gelas dibagikan ke perwakilan….hahhhh perwakilan?…My Gosh….
Bukankah tradisi (di Barat), semua tamu diberikan? Jadi gak cukup cuma sebotol
“Ah itu kan dibarat cus”
Maksud saya bukan harus ke barat-baratan, ya kalau kita mau wedding party dengan cara barat, ya ikutilah yang seharusnya, dengan manner yang seharusnya.
Ga perlu perwakilan segala, ga perlu ada champagne sekalian kalau memang tidak bisa menyediakan champagne buat semua.
Jadi bukan gayanya doang wedding gaya barat (eropa) tapi di adopsi dan diubah-ubah seenaknya.
Yang lebih lucu…itu sebenernya juga bukan champagne beneran…paling cuma sparkling wine,….yang lebih lucu lagi, kadang ada yang cuma sirop atau fanta.
Setelah semua formalitas itu, semua tamu memberikan salam, lalu menikmati hidangan…yang seperti biasa.
Nasi, nasi goreng, kakap asam manis, karedok, kambing guling, kerupuk udang, dan air putih.
Makan ambil sendiri, makan sambil berdiri…
hihihihi
And…sambil makan itu kita dihibur oleh lagu-lagu dari penyanyi (seperti biasa di iringi keyboard)…, yang biasanyanya lagunya juga umum…itu-itu aja….tapi today saya gak dengar lagu Kemesraan atau The Moon Represents My Heart nya Teresa Teng.
Allhamdulilah…
Kenapa ngak cuma musik instrument aja, piano and saxophone, mbok sekali-kali Winelight nya Grover Washington Jr, or Just Two Of Us by Fourplay.
Atau kalau mau full band, piano, drum, bass, gitar, saxophone…dan bisa ngejazz or rock and roll, dan kalau tamu mau dansa…silahkan…
“Ihhhh saxophone terus…”
Seperti saudara-saudara dan hadirin-hadirin ketahui…acara selanjutnya foto-foto dan pulang.
Tapi saya sudah pulang, sebelum acara foto-foto. Capek…besok ngantor…
Oh ya… kayaknya kalau saya married, MC harus di Audisi dulu… no bencong MC…no regular formality like that….
“Mang kapan married cus?”
“Aukkk ah gelap, lage nunggu yang tegas berkata YA, no more puppy love or cinta monyet”
![]()
Dalam perjalanan pulang saya merenung….
Apa sih esensi perkawinan sebenarnya?
Acara yang seperti tadi? Pesta-pesta? Formalitas? Keramaiaan?
Bukankah pernikahan dalam semua kultur, bahwa pernikahan itu penyatuaan dua hati, dua jiwa, yang diberkati Tuhan (diwakili oleh Imam), dan disahkan oleh hukum (legalitas) ?. Lalu perlukah sesungguhnya formalitas-formalitas yang seperti tadi?.
Baiklah formalitas atau acara seremonial seperti itu mungkin perlu. Karena alasan moment penting, yang harus dikenang. (Walau perjalanan sebuah pernikahan lebih penting dari seremonialnya)
Ok…ok.
Lalu kenapa ngak dengan sebuah hal yang unik, baru, sederhana (simple) dan tetap indah, bukankah tetap akan bisa terkenang sepanjang masa?.
Untuk itu kenapa ngak dilakukan diatas gunung yang indah dekat air terjun yang menawan…atau dipinggir pantai yang indah dengan pasir putihnya yang berkilau, dibawah langit yang cerah, disaksikan burung, awan, Tuhan dan malaikat dari surga… dialtar sederhana, dihadiri oleh tak banyak orang, orang tua, kakak, adik, keluarga dekat dan sahabat terdekat terbaik, diiringi musik yang indah alunan piano atau biola, atau mungkin dengan pemain jazz saxophone…. ciyeeee.
Bukankah indah..lebih mengenang….ya ngak?
Married should be not just a ceremonial, legality fine, love ok..and most important is blessing from the mighty GOD – Markus AP
8/5/2011 10:20 PM
Markus AP

(2 votes, average: 4.50 out of 5)

Similar/Related Posts