Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

Twitter Updates
careers
tour
Parodi : Interpersonal Harmony
By. marcus . May 28th, 2011 at 11:43 pmapi
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Parodi : Interpersonal Harmony

     Dalam segala level hubungan harus diakui memang tidak selalu bisa berjalan mulus, dan baik, rambut di kepala memang bisa sama hitam, tetapi sifat seseorang tidak akan pernah sama, apa lagi kalau rambut kepalanya udah putih maksudnya udah tua gitu loh *bukan disemir ya*, tetapi belum bijaksana juga, atau seseorang dengan tingkat egoisme yang tinggi, level pendidikan, strata social, dan lain sebagainya komunikasi dan hubungan itu akan lebih sulit lagi urusannya, urusan siapa bener siapa akan menjadi hal yang bisa dan sangat sering terjadi. surprise pusing dah loe.
    Ini salah satu contoh saja.
    Artikel saya kali ini yah mengajak kita untuk melihat, juga memperbaiki bentuk komunikasi, mendevelop diri agar bisa berinteraksi lebih baik.
    Tentu semua itu proses yang tidak berhenti, dan dibutuhkan kesabaran extra.

    Ok, untuk memperpendek basa-basi yang basi…kita mulai saja perhatikan  cerita dan dialog ini.
    [Sebelum mulai, catatan, kesamaan Tokoh pristiwa, apapun tidak bermaksud menyingung siapapun loh]

    Suatu hari Pak Tarno baru saja pulang dari kantor, karena kesibukannya dikantor benar-benar padat, dari ngurus pegawai yang mingat bawa lari anak orang sampai ibu dari anak yang dicari itu datang kekantor ngomel-ngomel sama Pak Tarno, lalu ngurus juga stok kopi di pantry yang habis, sampai ngurusin gaji 657 karyawan yang belum dibayar pada protest, ditambah lagi dengan seabrek surat yang belum di tanda tangan karena admin nya cuti, dan omelan dari Direktur Utama yang gak mau tau pokoknya kerjaan harus beres.
    Coba bayangin headache gak tuh si Pak Tarno…jabatannya sebagai Manager “Segala Macam Urusan”, tidak lah mudah…masih mending kalau dia cuma keliling bawa tongkat dan kotak sambil “Simsalabim jadi apa pok pok pok tolong ya”.  rolling on the floor
    Heran kenapa juga urusan dikantor gak disulap aja…. tongue
    Dengan sepeda motornya yang sudah tua, sampailah Pak Tarno dihalaman rumahnya, rumahnya sudah gelap, nampaknya sang istri tercinta dan cantik banget, sudah tidur…mungkin.
    “Koq mungkin cus?”
    “Ya iya lah emang gue ngintip Bu Tarno tidur apa kaga…”
    “Iye ye big grin

    Teriaklah Pak Tarno kepada istrinya yang tercinta dan cantik banget tadi…
    “Mahhh…”
    Tak ada sambutan dari sang istri. Anak-anak sedang pergi ke rumah neneknya karena libur panjang, jadi rumah sepi, hanya Pak Tarno dan sang istri yang entah kemana kaburnya.
    “Mahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh”, Suaranya keras melengking…
    Badannya yang lelah, karena perjalanan jauh kantor-rumah dan kepadatan pekerjaan membuatnya benar-benar capekkkkkk dan kesal.
    *Pikirnya…ini mana sih mamah, koq gak ada….*
    Lalu muncul lah sang istri yang cantik banget tadi, dengan dasteran, sambil berkata…
    “Apa sih teriak-teriak…udah malem malu sama tetangga”.
    *Pikir Pak Tarno…tetanga yang mana, wong kanan kirinya rumah kosong…”
    “Mahhhh TOLONG bikinkan air panas, papi mau mandi, sama siapkan baju dan makan…”
    “Papah itu kemana? Koq pulang jam segini udah jam 11 malam, makanan sudah saya masukin kulkas, bikin air sendiri lah…berisik aja, gak tau orang lagi tidur apa…lagi enak-enak mimpi ketemu Keanu dibangunin…”
    Mendengar itu wajah pak Tarno merah padam, lalu saya berbisik sama pak Tarno “Sabar pak sabar….orang sabar disayang Tuhan…, sabar ya pak…”
    Karena perut lapar dan sudah capek dan pusing…wajahnya gak lagi merah padam, tetapi juga biru, kuning, hijau.
    “Koq biru kuning hijau cus”
    “Iya…teserah gue dong” rolling on the floor rolling on the floor

    Karena menahan sabar, pak Tarno akhirnya berkata.
    “Mamah ini piye toh, papi ini baru pulang kantor capek, banyak urusan udah gitu banyak orang pada protest, kerjaan banyak…perjalanan jauh”.
    “Lah terus” kata sang istri.
    “Ya mbok ngerti…”
    “Hmmm”
    “Lalu…, koq berdiri sana aja…air nya mana, makan nya mana?”
    “Ahhhh bawel…bikin sendiri…udah malem, capek…”
    “Lah mamah emang kemana aja seharian…”
    “Pergi Arisan, Spa, Shoping, ngabisin duit papah”.
    “Hahhhhhhhhhhhh, kamu ke Spa?, Arisan? Ngabisin duit?”
    “Papah ini loh ya, sudah malem, ganggu orang tidur aja…mana lagi ngimpi dibangunin”.
    “Ngimpi? Ngimpi papi?”
    “Ngakkkkkkkkkkkkkkkkkk”
    “Loh koq gitu sih…”
    “Napa!!!!”
    “Mamah ini gak cinta apa sama papi”
    “Auk ah gelap….”, Sambil ngeloyor masuk kamar…
    Melihat itu, pak Tarno sedih, sad , kalau bisa mewek pasti mewek, kalau bisa nangis pasti nangis….tapi karena badannya terasa lengket dan lelah, akhirnya ia masak air sendiri, ngangetin nasi sendiri, ambil baju sendiri, masak telor ceplok dan indomie sendiri….hatinya ngedumel, tapi pikiran masih kacau karena mikirin urusan kantor.
    Kesian banget sih lu Pak, tau gitu mending sendiri aja…rolling on the floor rolling on the floor
    “Lu ga boleh gitu cus…ngajarin ga bener….lu enak masih sendiri, lom ngerasain tar loe kalau ngerasain”.
    “Yeyyiiii” tongue

    Setelah mandi, makan dan berberes, masuk lah Pak Tarno ke kamar…
    “Mah…koq tidur…mami teh papi di pijit” *Manja bener Pak Tarno yak*
    “Ogahhhhh”
    “Mahhhh”
    “Ogahhhhh”

    “Cus cus…Pak Tarno ini orang sunda apa jawa sih…., tadi pake Piye toh, sekarang pake Teh”.
    “Campuran kayaknya antara Jerman sama Prancis (Jejer Sleman dan Pinggiran Ciamis)……, lu tanya sendiri aja ma Pak Tarno”.

    Malam itu tidak ada acara pijit-pijitan, tak ada acara mesra-mesraan, tak ada kemanisan-kemanisan yang menyenangkan, yang ada mereka membahas dengan sengit, disertai kengeyelan-kengeyelan masalah mimpi, pijit, air panas, 657 karyawan protest, arisan, duit abis dan lain sebagainya….sampai subuh….
    surprise surprise surprise

    OK CUT…saatnya serius….
    Sebab kalau diterusin tar kapan saya jelasinnya….yang ada dengerin orang ribut gak jelas kemana arahnya….mumet kan… rolling on the floor rolling on the floor

     Dialog seperti diatas dapat terjadi dalam rumah tangga, bahkan disegala level berhubungan.
    Anda bisa diskusikan, perhatikan obolan diatas apa yang salah, dan kenapa konflik bisa terjadi, untuk mengembangkan kemampuan kita berkomunikasi.
    Seperti saya sampaikan diawal, bahwa rambut kepala bisa sama hitam, tetapi tidak semua orang bisa punya sifat yang sama.
    Setiap orang punya batasan-batasan yang berbeda-beda, punya kesabaran yang berbeda, punya daya tangkap komunikasi yang berbeda, punya presepsi-presepsi yang berbeda, punya kadar egoisme, sifat, level pendidikan, strata sosial yang berbeda. Tidak semua orang bisa memiliki kesamaan dalam segala hal dengan diri kita. Dan tiap orang memiliki keinginan di apresiasi, dihargai, yang berbeda-beda.
    Dengan semua hal yang serba berbeda tadi, komunikasi dan hubungan baik kita dengan orang lain (bahkan yang terdekat sekalipun) tidak lah mudah.
    Berkali-kali dalam banyak kesempatan saya selalu berkata bahwa dalam segala level berhubungan baik atau (interpersonal relationship), dibutuhkan tiga bagian (menurut saya) yang penting untuk selalu di kembangkan dalam diri kita.

    SALING….belajar.  Yang artinya, bahwa dua hubungan manusia, selalu melalui proses interaksi dan belajar, maka akan lebih baik proses interaksi itu dipenuhi selalu keinginan belajar tentang pribadi yang satu dan lainnya. Akan sangat menarik mempelajari sifat, hubungan dan lain sebagainya dari orang lain, selain memperkaya diri kita juga sekaligus, merefleksi diri kita, mengambil yang baik bagi diri kita.

    SALING….menggerti atau memahami atau empati atau bersinergi. Yang artinya, kemampuan melihat, merasakan, berdiri tidak selalu disisi diri kita tetapi orang lain, mencoba melihat menurut kacamata orang lain. Bisa dikatakan kemampuan kita membaca “pikiran”, atau suasana hati.

    SALING….berkomunikasi baik (baik verbal, visual). Yang artinya, memilih, mengunakan, dan menyampaikan baik kata, kalimat secara tepat, dengan cara yang baik dengan intonasi dan penyampaiaan yang baik dan tepat. Pengunaan kata “Tolong”, “Maaf”, “Terima Kasih”, dengan intonasi yang tepat, bisa jadi adalah cara awal mempelajari komunikasi yang baik. Menghindari pengunaan kalimat-kalimat yang tidak tepat, menyampaikan maksud/intention secara jelas dan tepat. Mengdiskusikan masalah jika terjadi masalah, menyampaikan pertanyaan dengan jelas (keterus terangan yang baik). Menghindai pembahasan-pembahasan yang tidak berarti, mengargumentkan hal-hal yang tidak perlu/kecil.

    Maka dalam interpersonal relationship, kemampuan berkomunikasi, kemampuan memahami orang lain, kemampuan mempelajari sifat orang lain, menjadi sangat penting untuk diterapkan dan itu harus selalu terus di asah, dikembangkan, ditingkatkan…seperti yang saya bilang tadi dibutuhkan PROSES yang panjang…tapi apa salahnya jika kita harus melalui proses, demi kebaikan diri kita dan demi kebaikan kita dalam bersosial dan berinteraksi dengan sesama.
    Kuncinya adalah kata SALING, dengan SALING, maka bisa ditemukan harmonisasi dalam berhubungan, tidak melulu “gue mau dingerti” “tidak melulu saya benar” “siapa benar siapa”.
    Harmonisasi tadi termasuk didalamnya konsep win win dan melatih kesabaran, dengan konsep win win kita menemukan keselarasan dan kepentingan bersama, kebaikan bersama, tak ada yang dirugikan, tak ada yang dikalahkan, tak ada yang dicederai.

    Lalu ada pertanyaan yang selalu muncul…”Gimana jika lawan atau orang lain tidak bisa mengerti tentang prinsip SALING ini”, jawaban saya, tentu kita tidak bisa menuntut orang lain memiliki pengertian ini, tetapi apa salahnya jika apa yang kita pahami ini, kita terapkan dulu untuk diri kita…bukankah menjadi pribadi yang lebih baik itu adalah hal yang baik…kita tidak perlu melihat orang lain…”koq gue terus, dia ngak…”, no no no.
    Saya berkata bahwa …Every goodness must start from our self.
    Sebab segala usaha yang membaikan diri kita sekalipun tidak dihargai orang lain atau tidak dipahami orang lain, tentu usah yang membaikan diri kita itu dipandang dan dinilai oleh Tuhan.
    Selain itu, jika kita dalam mencapai sebuah perubahan baik dalam diri kita, baik sadar atau tidak sadar. Tentu suatu hari itu akan membawa efek positif bagi kita, maka tidak menutup kemungkinan kita akan dipertemukan dengan personal-personal lain yang memahami pentingnya SALING tadi.
    Tentu harmonisasi tercapai dalam hubungan kita dengan pribadi-pribadi indah lainnya.

    Social and interpersonal relationship harmony depends on effective communication – Markus AP

Jika kita mengembangan konsep berfikir positif efektif untuk menjalin hubungan yang baik maka interaksi sosial dan hubungan interpersonal kita dengan mahluk sosial lainnya juga akan menjadi hubungan yang harmony, indah, baik, saling menguntungkan – Markus AP

Our’s failure in relationship sometime it’s because bad intention dan mis interpret words, we need to develop our communication skill  – Markus AP

    We have two ears and one mouth so that we can listen twice as much as we speak. – Epictetus

    Communication works for those who work at it. -  John Powell

    The way we communicate with others and with ourselves ultimately determines the quality of our lives -  Anthony Robbins

    Communication is depositing a part of yourself in another person. – Anonymous

28/5/2011 11:16 PM
Markus AP

 

Tulisan berhubungan komunikasi sejenis dapat dibaca di artikel saya yang lain.
Parodi : Sweety…Oh Tweety http://myblog.themarkusap.com/?p=1690
Sweet Communication (1) http://myblog.themarkusap.com/?p=225
Sweet Communication (2) http://myblog.themarkusap.com/?p=226

Buku-buku yang pantas dibaca
Don’t sweat small stuff – Kristine Carlson and Richard Carlson’s
Men From Mars Woman From Venus – John Gray
7 Habits of Highly Effective People & The 8th Habit – Stephen R. Covey

store

30 Responses to “Parodi : Interpersonal Harmony”

Tapi susah omm bicara baik-baik juga pasti maunya menang sendiri

@baby : hmmmm, sesusah-susahnya menghadapi seseorang yg sulit diajak bicara pasti ada caranya, cuma belum menemukannya…ajak bicara serius, atau bicara santai….ingat iklan teh celup kan?, suami lupa kalau disuru atau diminta langsung, tapi pas santai bisa diajak bicara, kalau kita tegang duluan, biasanya orang akan pasang ancang2 untuk membela diri atau mempertahankan diri, apa lagi kalau disalahkan, apalagi kalau tau salah dia tidak akan mudah mengatakan salah….jadi benar-benar jeli bagaimana menyampaikan pendapat kita…bisa juga dengan langsung atau tidak langsung….

yasmin syahrevi

Mr.maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrkkkkk…gimn sih…masa dijabarin lagi…. angry angry angry katanya kerahasiaan kasus client terjamin? tongue tongue tongue

@yasmin syahrevi : hahahahahah…abis kan km bilang gitu ya aku udah duga…pasti masalahnya itu itu itu jadi tanpa jelasin aja aku dah tau….

Yang bikin sebel klo yg diajak komunikasi dieeeeeeeeem aja,atau cuma jawab 1,2,3 kata aja,tapi mo gimana lagi sifat orang kn gak sama ya,kn nggak mungkin aku hrs cekek lehernya supaya bisa keluar banyak kata kata dari mulut orang itu…yg ada borgol deh endingnya alias ditangkep polisi! Komunkasi penting bgt,hrs nyambung satu sama lain & jgn merasa terpaksa.

@May listiana : jadi ini curhan hati gitu? big grin hahahah rolling on the floor sifat yg banyak berbeda-beda itu, disitulah menariknya kita belajar mengenali…

hihihi….senyam senyum malu,iya tuh ada orang yg spt itu…tapi dari semua tulisannya jadi tau orangnya gimana,curhatnya gimana,trus pintarnya gimana….jadi nggak usah banyak nanya,komen aja… Mari Membaca lagi!

@May listiana : big grin senyum kan baik…jadi ceritanya orgnya itu siapa? confused

hahaha….orangnya???? Adaaaaaaaaa….aja…..pokoknya pinter nulis & bagus tulisannya.Slamat menebak!

@May listiana : wahhhhh surprise surprise statment kamu ambigu…membingungkan, yg pinter nulis kan banyakkkkkkkk surprise ya wes deh….nanti klw sempet dipikirkan tongue

Leave a Comment

 

rss
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

STOP SOPA & PIPA
New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

Donation