Parodi : Cinta Ditolak, Hati Jadi Galau?
Disuatu siang di sebuah foodcourt dibilangan Jakarta Pusat…
Seorang laki-laki muda, dengan penuh senyum berjalan menghampiri seorang gadis manis yang menjadi rekan sekantornya, sang laki-laki duduk didepan si gadis, dan tanpa basa-basi si laki-laki membuka omongan.
“Ehmm tentang masalah semalam yang aku bahas di BBM, bisa nggak? ..tolong beri aku jawaban……”
“Jawaban? Kan udah dijawab kemarin”
“Tolong…pliz…beri aku kesempatan, aku mau mencoba”
Si gadis terdiam…
“Ya ya…pliz”
Si gadis masih terdiam…
“Tolong beri aku kesempatan…pleaseee aku sayang kamu, perasaanku ga bisa jauh dari mu””
“Ihhh apa sih…..aku kan bilang gak bisa…aku bilang ya gak bisa”
“Please…I LOVE U”
“Ogah…, aku nggak love u !!!”
“Pelase …Siti…aku mencintai mu…sunguhhhh”
“Nggak..aku bilang nggak ya nggak…aku gak bisa…”
“Pleaseeeeeeeee Sitiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, kamu gak liat apa betapa aku mencintaimu”
“Nggakkkkkkkkkkk aku nggak cinta”
“Pleaseeeeeeeee Sitiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, kamu mau liat aku menderita, mau liat aku stress”
“Hahhhhhhhhhhhhh…..Ihhhhhhh cape deh….”
Wajah si laki-laki berubah total, senyumnya tiba-tiba ngilang kayak jin tomang…wajahnya yang tadi bahagia sekarang berubah jadi cemberut, sorot matanya hampir mendung…. *kayak langit mau turun hujan*
Dan kalau pun itu langit…rupanya langit jadi GALAU…
Kayak puisi aja booo GALAU…
My gosh….untung tuh laki gak bilang “Siti…kamu mau liat aku bunuh diri?” hahahahahah…
Hari gini bunuh diri?
Cihhhhhhhhhh cape deh.
Saran saya sebagai penulis artikel ini…”PLEASE DON’T TRY AT HOME, ADEGAN INI TIDAK PANTAS UNTUK LAKI-LAKI DEWASA, TAPI MASIH PANTAS DILAKUKAN OLEH LAKI-LAKI BELUM DEWASA”
Ok…saudara-saudara pemirsa…
Kalau diperhatikan dari dialog diatas, dialog diatas bukan hanya ditemukan dalam adegan di sinetron-sinetron atau film-film, tapi bisa sih ditemukan juga di pentas Drama atau Lenong
…tapi kalau kita mau jujur adegan diatas bisa kita temukan dalam kehidupan sehar-hari….
*Ampe bosen gue ngliatnya*
“Mang lo liat dimana?”
“Ya dimana..mana, gue bosen tau gak liat yang mellow-mellow dan GALAU-GALAU, rupanya bukan cinta aja bisa bikin galau, tetapi juga patah hati…suasana hati jadi GALAU ”.
“Jadi cus sebenernya itu adegan di film apa cus?, ceritanya gimana sih koq tau-tau begitu”
“Itu adegan Lenong, Arnold Cinta Mati Sama Siti”.
“Hahhhh sutradaranya siapa cus?, ada ya di XXI”
“Mau tau stradaranya?”
“GUE….Markus AP”
“Halahhhhhhhhhhh lebay.com”
“Emang gue pikirinnnn”
Gini neh…jadi ceritanya tadi itu adegan tentang seorang lelaki yang ditolak cintanya, atau nembak terus ditolak
*Kalau nembak mati dong*
Eh tar dulu tadi dicerita itu laki-laki atau boy ya ????
Yah mikir sendiri deh…dia laki-laki atau boy…jangan-jangan boy band…hahahahahah
Ok…membahas patah hati.
Patah hati?.
Ditolak cintanya?
Setelah ditolak, hidup yang ceria jadi GALAU?, Suasana hati jadi kacau?
*Hahhhh Galau? Bahasa mu itu loh cus*
Jadi patah hati, ditolak cintanya? siapa yang tak pernah mengalaminya.
Jelas semua orang pernah mengalaminya, saya pun pernah, saya kan pernah muda, pernah mengalami masa-masa remaja.
“Mang loe pernah muda cus? Pernah jadi remaja?”
“Ya pernah lah…emang gue lahir langsung gede begini…..jadi pasti pernah lah….” ![]()
Jadi nampaknya lucu jika melihat, mengamati dialog tadi terjadi disekeliling saya, jadi inget pas muda dulu…hahahaha
Pas saya masih muda dulu, saya pernah koq patah hati dan ditolak cintanya.
Saya ingat dulu saya pernah mendekati seorang gadis dari Makasar, anak seorang pengusaha Hotel dan Toko busana disana, usia saya saat itu 25 tahun, dan saya dekati dia itu hampir satu tahun lamanya, bahkan sudah berkali-kali menyatakan, dan juga berkali-kali bahakan sampai belasan kali ditolak…tapi walau gimana saya tetep berhasil dong mendapatkannya…
walau kemudian hubungan itu juga gak lama berlangsung…
Mengingat yang dulu-dulu saya jadi geli juga…
Saya pernah koq ditolak, pernah koq patah hati.
Dan saat itu jelas hati jadi , kesal, marah, sulit tidur, sulit makan, wajah jadi tidak menyenangkan, bete, dan hati jadi GALAU.
Sekali lagi…HATI jadi G.A.L.A.U…boooo
Tapi sejalannya waktu…semuanya berbeda, makin tua, umur makin tambah, pengalaman juga bertambah….jelas gak lagi galau-galauan gak jelas kayak dulu.
Hati bisa lebih terkendali.
Perasaan juga lebih terkendali.
Melihat semua halnya jadi berbeda.
“Eh cus jangan-jangan itu lu ya?”
“Hahhhhhhhhhhhhhhhh gue? Gak salah??? Hahahahahahah, enak aja…”
Pernah terjadi dalam pengalaman saya sekitar empat tahun lalu, saya kenal seorang wanita, yang tinggal di daerah Jakarta Pusat, hari itu saya datang kerumahnya untuk mencari kejelasan hubungan.
“Jadi gimana? Kita ga bisa lanjut”
“Hmmm”
Saya berkata
“Baiklah…, jaga diri mu baik-baik”.
Saya pamitan dan keluar dari rumah itu, tanpa menengok kebelakang, sebelum pulang saya mampir disebuah Bar, tepatnya Fountain Bar di Accsia Hotel, bukan untuk mabok, bukan untuk menyedihi nasib….saya malah telp-telpan, lihat list saya lagi…siapa ya penganti nya?.
Tak lama dari itu saya pulang dan menceritakan kejadian barusan kepada My Mom, dan I said to my mom…”Liat aja nanti 10 hari pasti dapat lagi”.
Dan benar tidak sampai sepuluh hari saya sudah dapat lagi. Yang baru.
Emang gue gak laku apa??? Hahahah tetttttttttttttt salah booo…
Sebenarnya, banyak alasan kenapa seseorang menolak, memutuskan, hubungan dengan kita.
Yang utama jelas, ia berhak memilih yang terbaik untuk dirinya…tetapi sebagian besar juga karena alasan-alasan dibawah ini.
Bisa jadi karena ga cocok secara sifat atau pribadi.
Bisa jadi karena kurang ganteng.
Bisa jadi karena ketuaan/kemudaan.
Bisa jadi karena kurang kaya.
Atau bisa jadi karena masih ingat sama mantan, masih cinta, masih berharap… apa lagi yang diharapkan itu adalah orang Angkatan…yang bisa yang bisa ganti plat dengan “B 51 TI”
“Angkatan maksudnya?”
“Maksudnya yang suka ngangkat-ngangkat itu loh…ihhhhhh cape deh”
Kan lagi trend wanita-wanita gandrung dengan yang berseragam…kan lagi Normanisasi fever…
“Eh ngomong-ngomong seragam apa dulu neh cus???? Dinas kebersihan DKI juga berseragam?, pegawai puskesmas juga berseragam….”
“Bener bener…bener … pinter loe, ponakan gue juga pake seragam…seragam TK maksudnya“
Lalu apa yang terjadi ya jika dialog tadi saya yang membawakan?
Mari kita lihat
“Kamu mau gak sama aku”, kata saya…
“Ogah…”
“Nggak neh?”, kata saya lagi
“Nggak…”
“Oh gitu…baik lah…”, dengan nada santai…
Lalu, sambil berdiri, diiringi lagu ‘Walk On by U2’ di background, saya meninggalkan gadis tadi dengan langkah pasti….gak ada adegan “pliss”, gak ada adegan “nangis”, gak pake acara mendung diwajah…
Sambil berkata dalam hati *Bye bye darling, mang cewe lu doang”.
“Hahhhhhhhhh lu gitu doang cus? Flat amat….”
“Hahahahahah, kan kata temen gue, gue dah ga punya hati….gue dah ga normal, kalau gue sih. Iya iya nggak nggak, jangan iya yang nggak-nggak”
Jadi “Ditolak, Hati Jadi Galau?” "Putus cinta hati masih galau?
Masih mikirin si dia ganti plat apa nggak?
No way…It’s never happen to me darling……hahahahah emang gue pikirin…
Saran saya sebagai penulis artikel ini…”PLEASE DON’T TRY AT HOME, ADEGAN INI HANYA PANTAS UNTUK LAKI-LAKI DEWASA YANG BANYAK PENGALAMAN, DAN MUNGKIN GA PUNYA HATI”
Bagi saya sendiri…
1.Cinta itu gak bisa dipaksa, walau umumnya terjadi “cinta ditolak dukun bertindak”.
2.Saya selalu menanamkan pikiran ini dalam diri saya, (yang saya pelajari sepanjang perjalanan hidup saya)…
“Kita boleh mencintai, tapi kita juga harus membiarkan seseorang yang kita cintai memilih apa yang terbaik baginya, malah jangan-jangan dengan melakukan itu, kita tahu bahwa kita mencintai dengan tulus karena kita bahagia melihatnya bahagia dengan orang lain”.
Jadi jika kita benar mencintai, tentu bukan melulu tentang diri kita, tetapi sepenuhnya tentang dirinya…kebahagiaanya…hidupnya…yang mencintai itu lebih berarti daripada yang dicintai, dan jika kita memiliki kualitas mencintai yang baik, maka kita pantas juga menerima seseorang yang menerima dan menghargai cinta kita juga. Jika tidak berhasil? tidak diterima?
Sakit? Menderita hati kita? Galau?
Ya pasti… semua orang mengalami, bahkan ada yang lebih berat.
Tapi apa harus terus-terusan?
Apa harus berlama-lama.
Apa sampai semua kegiatan dan pekerjaan jadi gak konsen.
No no no….
Ditolak itu hal wajar, semua orang punya hak memilih yang terbaik bagi hidupnya.
Marah boleh koq, Galau boleh koq…but…hidup harus terus jalan *dengan background lagu ‘Walk On by U2’*…dan lagi emang cewek cuma dia doang? Atau mang laki-laki cuma dia doang?
Bapak..bapak ibu..ibu sekalian…diluar sana…masih banyak gadis-gadis…wanita..wanita…bahkan janda-janda, yang akan melihat cinta kita dan menghargainya lebih…so teruslah berharap…
Prinsip saya…”Patah satu tumbuh seribu…, pergi satu…banyak yang antri”.
Ok…saudara-saudara pemirsa…tolong dicatat…”INI bukan cerita tentang saya habis ditolak loh ya….…” (Yang mau tau ini nyindir siapa…telpon saya langsung aja ya)
“Rejection should make us respect and accept our self more” – Markus AP
“I don’t have heart anymore, I only have my mind, my self” – Markus AP
10/5/2011 2:02 AM
Markus AP

(3 votes, average: 4.67 out of 5)

Similar/Related Posts