Parodi : Saya Bosan Bicara Cinta
Bisa kah dibayangkan jika saya benar-benar jadi bosan sekali bicara cinta, tentu tidak disangka-sangka kan? Masa sih si Markus yg tiap hari bisa bicara cinta tau-tau malessssssssss banget bicara cinta.
Sebenarnya bukan karena tak ada ide untuk menulis atau bertutur, tapi jujur saja kebosanan itu mampir karena hampir setiap hari, saya harus dengar curhat tentang cinta, kalau gak karena jatuh cinta, ya patah hati, kalau gak patah hati ya berantem sama pacarnya…..
Tolonggggggggggggg mamiiiiii ![]()
![]()
![]()
Sebenarnya saya ini photographer atau psikolog sih?
Coba bayangkan…
Kalau saya harus menjelaskan cara-cara trik-trik yang sama kepada semua orang yang punya kasus hampir-hampir sama…dan masalah-masalah yang sama…ya itu masalah CINTA…kan bosen toh!!!
Wah lama-lama saya bikin aja ya manual cinta, jadi buat yang punya masalah saya suru baca biar gak ngulang-ngulang ngajarin…
Cape kan ngajarinnya ngulang-ngulang terus….
“Ide bagus tuh cus!!!”
“Bagus apane….nambahi kerjaan wae”.
Sebenarnya yang hampir tak dapat masuk didalam benak saya…
Bagaimana mungkin saat jatuh cinta orang-orang bisa benar-benar seperti kehilangan akal, dan saat patah hati pun benar-benar jadi gila beneran……
Dan karena persoalan perasaan ini saja seseorang gak bisa menghadapi realitas? Ah yang bener aja…
Padahal kalau dipikir-pikir biasanya intinya sebenarnya tak jauh-jauh dari perasaan, pikiran, atau masalah-masalah komunikasi.
My God … My God…cape deh ![]()
![]()
![]()
“Iye deh yang udah pakar…”
Sebenarnya ini bukan persoalan kepakaran, masa pakar urusan beginiaan…., saya pun dulu juga begitu, tapi apa kemudian kita perlu ikuti diri kita yang dulu, yang masih piyik-piyik, masih ingusan?, apa lagi kalau kita sudah banyak pengalaman?.
Masa jatuh cinta dulu sama sekarang aja rasanya kayak jatuh cintanya pas jaman kita masih SMP.
Dan pada saat patah hati menghadapi nya gak bisa seperti orang dewasa yang tegar menghadapi?.
Loh dulu pun saya pernah koq patah hati pas jaman SMA, malah karena patah hati jadi niat pengen jadi Pastor….sayangnya gak jadi…
, sebab sebelum niat terjadi, saya sudah jatuh cinta lagi…hahahhaha
(dan ketipu lagi, patah hati lagi).
Wait wait…tapi sekarang udah ngak dong….udah jago neh!!!
Saya pernah nulis quote…bunyinya begini…
"Cinta? Hmm, bosen ah ngebahas nya..karena banyak orang tahu banyak tentang cinta tetapi secara qualitas tak pernah maju dalam kedewasaannya mengenal cinta, sebab kalau jatuh cinta prilakunya seperti anak ABG, kalau patah hati resahnya hati sampai pengen bunuh diri sambil sumpah serapah ‘tak ingin punya cowok lagi’, kalau cinta datang lagi lupa sudah semua sumpah serapahnya itu,dewasalah menjadi pecinta yang handal" – Markus AP
Maka seharusnya kalau kita yang dulu dan sekarang bertambah dewasa ya tentu makin pinter, makin pengalaman toh, masa yang udah pengalaman pacaran beberapa kali, bisa ketipu beberapa kali juga…kan kebangeten….
Aku sih gak usah ya!!!! Daripada ketipu mending sendiri aja….menikmati kesendiriaan
“Katanya happy sendiri?, koq icon nya mewek sih cus?”
“Suttt jangan keras-keras……”
Makanya yang dipakai jangan perasaan doang, tetapi juga akal sehat!.
Kalau kita pakai akal sehat, sebenarnya relationship atau cinta itu cuma perkara keputusan…kenapa gak dibikin gampang aja….
Misalkan…
“Kamu dah punya pacar belom?”
“Belom?”
“Aku juga belom?”
“Kalau gitu bisa dong jadi pacar kamu”
“Bisa…”
“Kalau gitu kita jadian aja ya…”
“Ok deal…”
(Nanti cinta diatur belakangan deh…)
Simple toh gak ribet…..
“Wahhhh ga setuju cus…gak setuju….., kan cinta perlu chemistry, perlu feeling”
Hari gini masih ngomongin chemistry????, tar kalau udah ketipu mau ngomongin apa lagi? Mau ngomongin salah reaksi kimia? Atau salah mengabungkan dua unsur?
Abis putus bilang “Yah mana ada minyak sama air bisa bersatu?”
“Ya memang gak ada? “ (Tapi koq bisa yakin kemaren awal-awal yakin ada chemistry?)
Oh iya ya…yang kemaren itu sulphuric dan nitric acids, jadinya sekarang Nitroglycerine (bahan buat dinamit), akhirnya meledak…bubar sudah….
Baik lah terserah anda saja….toh itu kan metode dan perasaan anda…bukan saya…tar kalau patah hati jangan nyari-nyari saya ya untuk ngajarin
.
(Kalau seneng mana inget, kalau giliran yang gak seneng-seneng nyari gue…)
Kalau saya sih make it simple, jadi yang simple-simple aja…ada syukur gak ada ya wis…emang gue pikirin…*sambil berdoa ngancem…Tuhan buruan ya…jangan lama-lama, udah 35 nih*
Sebenarnya saya bertanya-tanya dalam hati, adakah hal lain yang lebih penting dari cinta?.
Sebagian besar orang bisnis berkata, ada…ya itu uang, kerja.
Tapi kan gak semua orang bisnis juga berkata hal itu?
Sebab orang jatuh cinta pun juga bisa punya motifasi uang dan bisnis dibelakangnya?.
“Wah cinta nya matre dong cus”
Yah bisa jadi.
Sebab…apa benar kita mencintai seseorang dengan tulus?
Tanpa embel-embel “karena”, malah jangan-jangan kita mencintai seseorang itu semua sebab “karena…”
“Karena dia kaya”
“Karena dia ganteng”
“Karena dia model”
Saya malah berfikir bisa jadi itu semua bukan cinta…kalau pun cinta itu hanya Conditional love, Not unconditional love…sebenarnya mana ada sih beneran cinta yang tulus? (Walau saya percaya pun, saya belum menemukannya lagi).
Tolong ya kalau ada yang tulus kasi tau saya…
“Wait…wait… katanya bosen, koq masih ngomongin cinta juga”
“Eh iya ya…..Arghhhhhhhhhhhhhhhhhhh nasib…nasib…cinta deritanya tiada akhir” *Sambil ngeluh gaya patkay*
Udah ah mending saya balik nipu..niup saxophone…*puyeng*
People said ‘I love him/her because I am in love’, its that true? it’s really is not about money, six pack body or he’s like Edrward cullen? Ahhhh you must be kidding, so BS…. !!!! – Markus AP
Don’t forget to brush your teeth, pay your laundry bill, clean your house, and don’t eat pedigree for your dinner, because i know , you become losing your mind when you falling love – Markus AP
"Yes I believe with love, but I can’t believe with people, because people possibly can hurt you even he/she said ‘I love you’" – Markus AP
13/4/2011 8:34 PM
Markus AP

(1 votes, average: 4.00 out of 5)

Similar/Related Posts