Parodi : It Is Just A Glimpse
Pagi sekali saya sudah terbangun, menyalakan rokok, membuat secangkir teh dan duduk menikmati angin pagi yang masuk lewat jendela, sejuk dan menyenangkan, bahkan saya begitu menikmati saat-saat seperti pagi ini.so beautiful..setelah itu saya membaringkan diri lagi ditempat tidur.ingin melanjutkan tidur, and benar saya tertidur lagi..boleh dong bermalas-malasan hanya untuk hari ini?.
Semalam sebelum saya tidur, saya sempat mengobrol dengan seorang sahabat yang tinggal di New York, berbicara tentang banyak hal, yah seru-seruan, kangen-kangenan, and perlu digaris bawahi.im not talking about problem.mungkin lebih banyak menceritakan kelucuan aktifitas nya dikantor atau hal-hal yang ia temui didalam kesehariaannya .atau hal-hal yang lucu yang saya temui beberapa waktu ini.
Di akhir percakapan ia berkata.
“Cus.like you said .shit happen in our live.welcome back cus, you done such a great thing for your self…keep pray and stay focus”.
“Ahhhh Thank u sis..it’s just a glimpse. it’s just small turbulence.., I’ve been through more worse than this,..it’s piece of cake, I have to forgot it “..kata saya…
Saya tersenyum dengan bahagia dan terharu.bahagia dengan kata-kata itu.
Yah.shit happen in our lives.
Tapi saya lebih bahagia karena sahabat-sahabat yang hebat disekeliling saya. Hey saya harus berkata, they give me positive energy and positive mind, so gak salah dong kalau saya berkata mereka hebat…
Setelah obrolan itu, saya jadi kangen seorang sahabat saya bernama Marco, yang tinggal di London…dia lebih dari seorang sahabat tapi juga seorang mentor…akhirnya saya mengarahkan diri membuka blog saya, mencari comment-commetnya yang pedas dan membangun yang pernah ia katakan dulu.
Ia pernah berkata.
“cus..belajar judes..gila lo ya..bhiksu lu??” (2006/07/21 at 1:49 am)
“cus..bersukurlahhh,karena nurani elu masih bersinar.sharing aja ya..hari gini.kalau punya kenalan atau temen,giliran susahhhh baru nyari elu..eh pas dia seneng dia lupa..kalau udah lebih dr 2 kali kaya gitu..throw em to garbage factory,aka selesai.cape cus.emang lu sapa,empet kan lu di gituin.gue dulu banget sering tuh..ngadepin org2 kaya gini.10 th terakhir ini,org mo kaya gitu ma gue.deeeeee.dangdut aja lu ma ikan piranhas sana basi cus..”(2006/05/26 at 10:35 am)
“Sindrom manusia hari giniiiiii.everybody wanna be semuanya cus.segala cara di HALALKAN!!…egp deh ma org2 ky gitu,karma menjawab kok,enak ye..itu kata2 demi tuhan, so secara ngga langsung..tuhan menjawab kata2 demi TUHAN..lewat karma dan waktu.jadilah rejeki yg lurus buat org lain, bukan buat malapetaka” (2006/06/01 at 6:24 am)
“its..F R E E D O M..fuck other people who gave you comment this and that..its your life,its your choice,all that matters..its your own comfort within your choices..seriouslly..at my opinion..i m sure you are strong and clear head.never settle for less cus.you ended up getting even worst than what you expected really.life to short for wasting such energy with wrong partner.!! ” (2006/05/05 at 2:16 am)
Saya tertawa, melihat comment-comment ini, saya berkata dalam hati…”well Marco im not bhiksu, and i’m not that naive anymore, not that stupid anymore.I choose.. I choose my own way.”
Setelah obrolan yang panjang lebar, browsing-browsing mencari comment si Marco, menyelesaikan beberapa catatan dan tulisan, lalu berdoa, saya pun akhirnya tidur lebih awal, saya tidur nyenyak sekali…dan paginya yang terjadi ya itu tadi yang saya ceritakan diawal.
Saat matahari telah tinggi, saya ingin sekali tidak bangun dari tempat tidur, ahhh tapi saya harus menikmati aktifitas santai saya hari ini. hey saya harus menghabiskan akhir perjalanan saya.
Saya harus menikmati eforia kebahagiaan ini.
Saya harus menikmati eforia kemerdekaan ini.
Saya harus….
Saya harus….
Sebab hari esok-esok saya sudah harus masuk kedalam kesibukan yang lebih besar, tentu saat itu akan sulit bagi saya menikmati saat-saat santai.
Maka ditemani Tea, mendengarkan music MP3 (Beautiful Day by U2), saya mulai mencari kesibukan.belakangan ini saya banyak menghabiskan waktu saya untuk membaca dan menulis, produktifitas saya dalam menulis pun meningkat, beberapa waktu lalu saya menyelesaikan sebuah cerpen yang sudah sangat lama saya panding.
Bahkan saya berfikir ingin traveling jauh, seperti waktu-waktu lalu, entah kemana…maybe Lyon karena seorang sahabat mengundang saya ke sana…or maybe to cities of shark…..to cities never sleeps…menikmati denyutnya orang yang pagi sampai malam fight untuk hidupnya…i miss my sister there……boleh dong?.
Well sebenarnya yang ada didalam pikiran saya saat ini, saya harus melakukan sesuatu, saya harus menyalurkan energi saya untuk sesuatu yang worth it, melakukan hal-hal yang baik dan positif, melakukan hal-hal yang saya lakukan hanya untuk saya….saya saya dan saya….hari ini saya tak bisa diam….saya ingin melakukan semuanya…saya tak ingin diam….saya tak ingin stuck…saya tak bisa diam.
Seorang sahabat bernama Nanda di Bali (dulu gebetan saya)…berkata … “gitu dunkss..kan seneng baca statusnya …. ayo belajar egois buat kebahagiaan pribadi dulu, yg laenna belakangan aja”…Saya tersenyum dengan comment itu.
Saya jadi ingat potongan lyric lagu U2 berjudul Walk On.
And if the darkness is to keep us apart
And if the daylight feels like it’s a long way off
And if your glass heart should crack
And for a second you turn back
Oh no, be strong
Walk on, walk on
What you got, they can’t steal it
No they can’t even feel it
Walk on, walk on
Stay safe tonight…
Disela eforia dan menikmati kebahagiaan itu, saya jadi berfikir untuk melanjutkan project-project yang tertunda…yah saya punya satu project yang saya ingin kerjakan, tadi barusan saya sudah menelpon sahabat-sahabat saya untuk ikut didalamnya…yah tunggu saja nanti.
Dan saat tulisan ini pun diselesaikan, saya berfikir bahwa hidup saya tidak ditentukan oleh orang lain, hidup saya ditentukan oleh tangan dan kekuatan saya sendiri, hidup saya dimuliakan dan oleh karena dukungan Tuhan.
Seorang motivator hebat berkata…Tuhan tersenyum kepada kita yang sibuk…well saya tak bisa nanggur…
Untuk itu saya harus berbangga hati, karena Tuhan.
Saya harus berbangga hati karena saya bisa, saya bisa…saya bisa melalui semuanya dengan sangat cepat, sangat cepat…, saya bisa memulai sesuatu yang baru dengan semangat dan kekuatan yang baru….saya bersyukur untuk itu.
Beberapa waktu lalu dalam newsletter saya, saya menulis….
Bukankah hanya ucap syukur yang kita bisa katakan, karena ketidak mampuan kita membalas kebaikan Tuhan, bukankah terima kasih yang besar dan syukur yang keras yang bisa kita sampaikan, jika usaha dan doa-doa kita dijawabNya. Maka jika Ia yang maha baik, telah melewatkan kita dari masa-masa sulit, jika Ia yang mulia telah mengangkat kesedihan kita, jika Ia yang maha benar telah membuka kebenaran kepada kita, bukankah semua itu seharusnya dibalas dengan syukur dan kebahagiaan, juga sikap iman yang menerima bahwa kita telah mendapat kelepasan dariNya…masihkah kita berlarut dalam semua kesusahaan?. Sebab tertulis "Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu".
“Hey shit happen in our live, last time it’s just a glimpse. it’s just small turbulence..but today .Is’t this a beautiful day?”
Saya harus menikmati ke plong an ini…saat ini..dan nanti..
1/9/2010 9:28 AM
Markus AP



Similar/Related Posts