tools
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

mail
Surat Dari Jakarta (22)
By. marcus . August 11th, 2010 at 7:05 pmblog
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Surat Dari Jakarta (22)

Dimalam ini, aku sedang merenungkan sebuah kegeraman, seperti layaknya seorang yang belum dewasa aku menjadi sangat geram, marah, kecewa dan sangat marah.
Tapi kemudian aku merenungkan kembali apa artinya kemarahan ini, selain kemarahaan karena hal yang biasa sebagai manusia, kemarahaan karena aku memang sepenuhnya belum dimurnikan, dan aku memang berasal dari darah dan daging, yang dipenuhi dengan kekurangan dan kekurangan. Kemudian aku berfikir bahwa kemarahaan ini bukan karena kehidupanku yang harus ditempa diatas bara, kehidupan yang harus merasakan getirnya derita, hinaan atau tuduhan. Dan aku melihat semua itu sebagai sebuah tempaan yang menjadikanku kini.
Kemudian aku menjadi marah kepada diriku sendiri kenapa aku tidak seketika itu meneriakkan syukur-syukur yang berpekik keras disaat badai melanda, puji-puji yang maha megah saat derita itu datang, padahal semua itu adalah bagian dari penciptaanku kini. 
Aku marah kepada diri sendiri kenapa aku tidak menjadi sempurna disaat semua orang menginginkan kesempurnaan ada dalam diriku, nyatanya memang aku hanya manusia dari darah dan daging, dengan kekurangan dengan kekurangan.
Lalu kemarahaanku menjadi membesar kenapa aku tidak menyerahkan jiwa ini dibakar habis dengan menundukkan diriku sendiri, kenapa aku tidak seperti sang Rasul suci itu yang berkata ”Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasaNya turun menaungi aku. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”
Kenapa…kenapa…kenapa? Aku marah geram dan kecewa kepada diriku sendiri!.
Dimalam ini, aku sedang merenungkan sebuah arti penyerahaan, dalam sebuah terang pengertian, penyerahaan yang tidak mendatangkan kelemahaan, tetapi sebuah kekuatan yang datangnya bukan dari kemanusiaan, tapi dari keilahiaan. Dan disaat-saat akhir ini aku melihat semua itu! Disaat detik ini aku melihat semua itu. Aku menanti saat yang kan datang membawaku kepada jalan-jalan yang tersedia.

11/8/2010 7:01 PM
Markus AP

Leave a Comment

 

trademarks
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA