Parodi : Saya Koq Masuk Partai!
Sudah beberapa waktu lamanya, seorang teman mengajak saya untuk ikut dan jadi salah satu kader sebuah partai di Republik ini, tentu ia menawari saya untuk ikut partai politik, bukan partai Bu-tong atau partai Sholin yang notabane partai Silat, tapi apapun namanya partai saya koq buta bener dengan hal ini…saya gak pernah terpikir!
Sampai-sampai pada pertemuan kesekian saya malah dikenalkan oleh pengurus partai tersebut, bahkan meminta untuk membantu dibagian dalam partai tersebut, tentunya melalui serangkaiaan proses loh, bukan KKN.
Bahkan teman saya itu malah bilang ke saya, “emang loe gak mau jadi anggota DPR? Atau politikus?”.
Mendengar itu kayaknya kan wow banget gitu loh…
Tapi ini mimpi apa beneran atau cuma iming-iming saja…sambil cubit-cubit pipi saya jangan-jangan saya lagi ngigau…….. …saya juga bingung kenapa teman saya bisa berfikir saya sanggup jadi politikus, padahal saya gak punya tampang jadi politikus, apa karena kegalakan saya, atau karena jiwa kepemimpinan saya….ah ah gak mungkin dia bisa mikir begitu….akhirnya saya hanya menjawab…
“Hmmm…nanti gue pikirkan dulu lah”.
Saya gak pernah punya cita-cita, mimpi, apa lagi kepikir pengen jadi politikus atau wakil rakyat, atau berkecimpung dalam bidang politik.
Tapi tak ada salahnya dipikirkan…
Selama beberapa waktu saya memikirkan hal ini…sanggup gak saya kalau nanti terpaksa harus terjun ke urusan begituaan, maksudnya urusan Politik, masalahnya ini politik di Indonesia loh, coba kalau politik di Amerika, saya ditawari jadi calon Senator New York, atau Senator DC…wah ya mau pasti….kan hitung-hitung bisa mondar mandir White House tiap hari, atau meeting dengan staf ini staf itu…tapi kan saya warga negara Indonesia, bukan warga negara Amerika….jadi jelas ini mimpi….ihhh tapi sapa tahu loh cus kalau nanti jadi warga US beneran…kita kan gak tau….heheheheh
amin amin…
Masalah yang memusingkan ini sempat saya ingin diskusikan ke orang dekat saya (saat itu), tapi halahhh susahnya minta ampun, malah yang ada nambah mumet kepala saya, terpaksa saya pikirkan sendiri lah…..
Jujur mumet….tapi ya mau gak mau saya sendiri harus mengambil keputusan.
Setelah dipikirkan lebih banyak…saya akhirnya menolak, atas pertimbangan yang banyak.
Pertama, saya tidak punya pengetahuan dan disiplin ilmu bidang Sosial Politik, yang kedua lebih banyak kepada idealisme saja, kalau pun saya masuk ke bidang ini, saya gak tahu mau menyumbangkan apa bagi rakyat, mau membawa perubahan apa bagi bangsa ini…..apa gak stress saya mau jadi superman merubah bangsa yang amburadul ini. Walau saya masih optimis koq dengan bangsa ini bisa bagus, tapi ini bukan pekerjaan satu orang untuk mengubah bangsa ini.
Tapi pekerjaan semua orang! Seluruh rakyat, dengan jiwa dan semangat ingin bangsa ini menjadi bangsa yang makmur..
Maka kalau saya mau bekerja bagi rakyat, pertanyaanya bagi rakyat atau bagi partai?.
Karena saya miris lihat pemimpin dibangsa ini….yang dulunya programnya baik-baik dan memihak kepada rakyat, loh koq udah duduk di posisi kekuasaan lupa dengan janji nya.
Masa malah sibukin urusan ganti mobil mahal, ngurusin yang ngak-ngak.
Saya gak bisa membayangkan hati yang miris tadi, kalau saya bergaji besar, dengan segala macam tunjangannya, segala macam fasilitas dan kemewahaan, dan tentu kalau nanti saya punya istri dan anak pasti bisa menyejahterakan keluarga, akan mengangkat harkat martabat keluarga.
Tetapi apa bisa terbayangkan kalau gaji dan tunjangan tadi yang didapat dari uang pajak dan pendapatan Negara, yang didapat dari rakyat, lalu saya hidup enak-enak tapi rakyatnya makan saja susah, nyari minyak tanah aja susah, pakai gas tabung tiga kilo aja penuh kewaspadaan karena bahaya meledak….
Apa gak miris kalau saya harus mendengarkan ketidak adilan terjadi pada rakyat-rakyat kecil, tapi yang diatas-atas melakukan kesalahaan tidak diapa-apain…saya jadi mikir mungkin didunia ini hanya cuma satu pejabat yang benar-benar adil, dan itu pejabat Hakim Bao yang adil itu, dan itu pun juga adanya di film silat….gak ada didunia nyata.
Apa gak miris kalau saya harus nanti lihat ruang sidang yang membahas rancangan undang-undang tapi, yang datang hanya sebagian kecil anggota dewan, atau gaji nya mau tapi absent nya jarang…sakit koq bisa setiap rapat….kan bingung toh!.
Apa gak miris kalau saya harus dengar anggota yang lain terlibat skandal sex dengan artis ini itu…sampe videonya kemana-mana…orang denger yang rakyat biasa aja bobo sana sini aja males…apa lagi yang punya kedudukan tinggi.
Apa gak miris kalau saya harus duduk dan melihat anggota dewan terhormat Rakyat yang didepan saya tidur, disamping kanan saya main BB, dibelakang saya ngobrol, samping kiri saya ngegosip artis A yang keluar dari penjara nanti tahun 2014 setelah kasusnya dengan video mesum…itupun kalau nanti saya tahun 2014 saya jadi anggota DPR loh….dan itu pun kalau lewat tahun 2012 ya….
Maka saya putuskan tidak untuk masuk ke partai apapun, apa lagi partai silat…kalau ada partai cinta bolehlah….tapi tolong ya cinta yang jujur, jangan yang nyakitin…hehehehe
, tapi suer saya gak mimpi, saya masih ingin mengejar karir saya kedepan, 3-5 tahun kedepan duduk diposisi yang saya mau, yah kalau pun diberikan kesempatan Tuhan menyumbang bagi Negara ini, saya akan lakukan tapi dengan bidang yang saya sanggup, yang saya miliki talentanya….
So for this one…I think I pass….
Politics, it seems to me, for years, or all too long, has been concerned with right or left instead of right or wrong. ~ Richard Armour
26/8/2010 2:34 PM
Markus AP




Similar/Related Posts