information
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

report
Parodi : Bukan Cinta Monyet (part 2)
By. marcus . August 24th, 2010 at 12:27 am
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Parodi : Bukan Cinta Monyet (part 2)

 

     (Sambungannya.)
    Komunikasi dan bahasa itu penting..kita kan manusia diberi bahasa, bahasa adalah jebatan komunikasi yang baik.kita kangen kita pake bahasa “i miss you”, bukan icon… big hug , kita cinta bilang “I love you” bukan icon.. big hug  Maaf loh gak semua orang hafal icon…apa lagi saya.
    Kita mengerti bukan pake bahasa “Hmmm” yang dicari dikamus juga gak ketemu, yang kemudian bisa berarti iya atau tidak, kalau disepakati artinya “ya” ya artinya ya.jangan besok bisa ya bisa tidak.
    Bukankah bahasa itu punya arti yang jelas, gak mungkin kan kita bilang “I miss you” artinya adalah benci..kecuali kalau gombal ya..kata orangkan wanita suka digombalin..saya malah berkata sayangnya sikap wanita suka lebih ngegombal..omongannya pun bisa meleset-meleset.
    Sebab, bisa jadi sikap ngeselin seseorang sebenarnya itu sikap kangen..cari perhatiaan.., mengharapkan..(in few case, gak bisa dijadikan patokan)..atau memang benar itu sikap protest, atau marah..sebenarnya mbok ya ngomong.kan lebih enak daripada pake sebuah sikap, emang mainan.main tebak-tebakan.yang akhirnya salah pengertiaan.kalau sudah suami istri, suami atau istri bisa lah paham ..
    “Oh dia lagi bete kesel wajahnya begitu.”
    “Oh dia diem cemberut artinya lagi manja…”
    Itu kan karena tau sudah tahunan paham…kalau yang baru-baru ya di komunikasikanlah…rule-rule nya…tanda-tanda nya…tapi kan lebih enak ngomong biar jelas…
    Kalau hubungan bikin kesepakatan kan enak..tapi jangan kesepakatan terus dirubah seenak-enaknya.Ngomong.
    “Mas kamu koq bawel ya.., mbok jangan bawel…..”
    “Mas kamu gak pernah merhatiin aku ya”.
    Setelah ngomong itu, kan bisa dicari jalan keluarnya….jangan gak mau diomongin tapi berharap orang lain tahu, mang dukun…., kalau pun sudah tahu pun musti juga sabar diulang….hey MEN DON”T LISTEN….itu kata Allan & Barbara Pease.
    Yah udah gitu protest sama saya….”Kamu kan paham wanita…koq gak pahamin aku”….ya mau gimana pahamin…kalau hari ini begini besok begitu, kemaren gak apa-sekarang berubah jadi masalah.
    Tapi sayangnya saya paham tuh wanita,….tapi kan ada rule-rule khusus yang beda dengan yang lain…masa mau disamakan…tar kalau disamakan protest lagi….
    Generalnya…
    Wanita perlu dipahami, dimengerti, didengar, disayang, diperhatikan, dimajakan….untuk itu semua perlu sensitifitas dan empati pria….
    Tapi wait….bukan melulu wanita loh..
    Pria juga perlu dihargai, didukung, dihormati, dibutuhkan… ….untuk itu semua perlu sensitifitas dan empati wanita….
    Tapi kan tanda tiap orang beda-beda…ya dikomunikasikan lah…dikasi tau…komunikasi kuncinya koq….
    “Aku kalau begini artinya begitu”.
    Jangan main tebak-tebakaan….kita kan bukan dukun….bukan cenanyang….
    Ini namanya membangun hubungan yang baik………..KOMUNIKASI.
    Kalau niat loh ya………..kalau focus loh ya….

    Coba berapa banyak pria gak ngerti wanita? Stress!….kenapa? karena wanita yang tidak bisa diprediksi, Freud aja sampe bisa bilang : The great question that has never been answered, and which I have not yet been able to answer, despite my thirty years of research into the feminine soul, is “What does a woman want?” SIGMUND FREUD, (Ernest Jones’ Sigmund Freud: Life and Work)
    Pertanyaanya kenapa disulitkan dengan main-main tebak-tebakan, kenapa harus ngeselin, cari masalah, atau main musim yang berubah-ubah.., kayak lagunya sting all four season.wong bisa dibikin simple dengan komunikasi yang jelas.
    Kenapa yang dewasa ini harus pake cara monyet.eh maksudnya cinta monyet, cinta ABG.
    Ada yang bilang “Kan aku emang suka ngeselin..gimana dong” Ngeselin koq bangga..
    Atau “aku kan butuh waktu, aku lagi gak stabil”..gak stabil koq dipiara..

    Saya koq liat banyak wanita jadi stabil dan dewasa setelah ia berproses..BELAJAR, belajar itu berubah..makin pinter, bukan saya kasi tahu begini malah berlawanan..malah sengaja..itu namanya bebal.maka percuma kepandaiaan diberikan kepada orang bebal.percuma.saya bicara begini mungkin bukan jadi sadar tapi malah ngaco.TESERAH….yah maklum kan gak bisa sepenuhnya mencerna otak saya.
    Jadi gak ada hubungannya dengan level berfikir saya dengan level berfikir semua orang.wong apa yang saya bicarakan bisa di logiskan, di logikakan..dikomfirmasi oleh banyak orang.
    Mari kita bicara cinta (intermezzo).saya berkata untuk mencapai cinta.sayang adalah jalan menuju cinta, setuju dengan statement ini?, seorang yang sudah sampai pada cinta maka ia pasti sayang, tapi jangan bedakan hanya sayang ya sayang, cinta ya cinta, jika kita pake konsep mikir lama itu artinya sedang memiskinkan arti cinta, daripada membuatnya kaya.cinta jelas memiliki nilai yang luas, tapi kadang jalan menuju cinta adalah kasih sayang.kalau menganggapnya bahwa proses dari cinta itu berkembang loh ya.   
    Pertanyaanya apakah seseorang hanya berhenti pada kasih sayang saja, atau mau mengembangkannya.ini pemikiran saya loh, terima atau tidak ya terserah, tetapi banyak orang yang saya tanyai tentang hal ini setuju dengan ini.dan mereka sudah dewasa dan pengalaman, bahkan ada yang merenungkannya pada pengalamannya sendiri..maka ada perkataan dari sayang bisa jadi cinta.setelah cinta pasti sayang..
    Cinta saja tidak cukup….sayang saja tak cukup..

    Ini pemikiran yang lebih lagi..
    Dengan pengalaman saya ketemu satu saja, saya belajar banyak karena saya pelajari, saya dalami pribadinya, saya juga mengubah diri atas hal-hal yang buruk, walau jujur gak semua hal bisa dipake pada wanita yang berbeda.
    Oh ya catatan, pacaran lama tidak menjamin ia dapat mengerti orang yang jadi pasangannya, bisa jadi ia tidak mengerti sama sekali, bisa jadi malah gak paham, dan belum tentu ia bisa memahami orang lain, atau jangan-jangan ia terjebak dengan image gambaran pasangannya yang sudah lama itu di implementasi dalam sebuah hubungan yang baru. Yeeeee mana bisa….setiap pribadi punya kepribadian berbeda, dan tidak bisa, satu sama lain disamakan.new person is new area.new mindset new open mind, new feeling, new treatment.jadi gak bisa dong disamakan sama yang dulu-dulu..makanya sahabat saya berkata cinta itu open mind.
    Maka kalau bicara cinta..saya pun pada akhirnya saya menemukan cinta itu, keputusan, cinta bukan perasaan saja, bukan senang-senang saja, kasih sayang, tapi kesabaran (walau saya masih sering tidak sabar), berpegang pada kebenaran, kesetiaan atau loyalitas, cinta juga logika yang benar, pake pikiran, open mind, perkembangan, membangun, kedewasaan, komunikasi, penghargaan, visi, misi, harapan, persahabatan, tujuan, penyesuaiaan, kompromi, pengertian/understanding, cinta juga kerja keras dan perjuangan dan cinta nilainya tinggi saat cinta adalah kebahagiaan orang yang kita cintai tapi tidak melupakan juga kebahagiaan kita juga, karena kebahagiaan kita juga api yang membuat cinta makin bertambah untuk memberikan kebahagiaan kembali kepada yang kita cintai..itu yang utama.
    Tapi ada nilai lainnya lagi..
    Jika kita berkorban untuk orang lain agar ia bahagia karena ia tidak bahagia dengan kita, itu juga cinta.
    Jika kita merasa gagal (setelah usaha) lalu berharap ia mendapatkan yang lebih baik dari kita, itu juga cinta.
    Point nya adalah kebahagiaan orang yang dicintai..tapi kita juga bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia..
    Saya berkata. "you know you Love someone when you want them to be happy, even if their happiness means that you’re not in it .."
Saat cinta membiarkan dirinya dihancurkan, disampahkan, agar orang itu bahagia, itu cinta yang besar..cinta yang menyerahkan dirinya sendiri bagi kebahagiaan orang lain..and ISA contoh yang sempurna untuk ini.

    Tapi tolong….kalau kita tahu seorang-seorang mencintai kita, jangan jadikan ia kemudian “keset” (alas kaki)  yang bisa diinjak-injak seenaknya….”wah gw tau nih dia cinta ma gue.gue test ah..gue giniin sabar gak ya., gue sengajain gini sabar gak ya”..
    Itu bukan cara membuktikan kesabaran.ada orang bisa sabar sampe manut-manut, sampai merendahkan dirinya, sampe bisa dikendalikan, tapi bukan berarti menunjukan ia cinta.ini tidak membuktikan apa-apa.
    Kesabaran tidak dimunculkan dari pelakuaan itu.itu namanya sedang mengunakan trik ABG untuk membuktikan seseorang.
    Pada kadar tertentu boleh lah melihat orang itu sabar gak memperlakukan kita, tapi kalau kelewatan ya gak pantas kan..manusia kan punya perasaan.harga diri..pikiran.
    Manusia loh bukan hewan..
    Sadar gak kita malah dengan sengaja tidak membentuk pribadi itu jadi dirinya tapi jadi orang yang KITA mau.

    Maka coba pikir bijaksananya.lebih baik kah kita melakukan itu, “perpeloncoaan cinta” karena hal ini hanya ada pada saat kita muda dulu.SMA dulu, masanya cinta monyet…maaf saya sudah lewati masa-masa itu.
Jangan pake alasan “Ah kalau cinta dia harus tahan dong”.”Ah kalau cinta harus di lulus test dong”….bukan cinta kan kalau harus buktinya loncat dari gedung…itu GOBLOK namanya.
    Jangan-jangan bukan ngetest…jangan-jangan dia mau menguasai….jangan-jangan ia sedang merasa hebat hingga memperlakukan orang seenak-enaknya…

    Saya koq membuktikan sabar dan kekuatan saya, dengan cara yang berbeda, saya pernah koq jauh-jauh ke Balikpapan, Ke banyuwangi untuk menunjukan keseriusan saya kepada keluarganya, sampai disana saya masih dicurigai dan dihina, saya tidak marah….saya tunjukan saya hadapi keluarganya….diterima sukur, gak diterima ya sudah saya terima dengan lapang hati.
    Saya pernah koq menerima kabur nya mantan saya, sampai saya diacam-acam mau dibunuh oleh keluarganya…saya hadapi dengan baik…..dengan kesabaran menangung semuanya…tanpa dukungan siapapun.
    Saya koq pernah menerima perlakuan yang baik tau-tau perlakuan itu berubah, yang awal bicaranya arahnya baik koq malah ujungnya….”yang saya tahu anda hanya teman”….saya terima dengan lapang hati.
    Saya pernah koq dari kerja freelance yang gak jelas uangnya, lalu saya ditantang “saya mau mas kerja kantor”….dan untuk membuktikan saya bisa dan niat menghidupi orang yang saya cintai dengan kerja yang pasti…saya buktikan dengan bekerja.
    Saya hadapi setiap tantangan wajar….yang bukan dibuat-buat…jangan pikir saya akan terima tantangan kalau saya harus membuktikan cinta dengan cara yang tidak pantas atau tidak-tidak….emang siapa loe…..emang loe sendiri sudah pantas buat gue?.
    Ada beberapa orang pernah berkata kepada saya “gak klik aja cus, dia belon pas buat gue”, pertanyaanya “apa loe udah pas buat dia”….kenapa ya ada konsep klik-klikan…kita ini manusia kan yang bisa menyesuaikan…belajar dan berkembang…kenapa harus distandardkan paten tanpa perubahaan….

    Coba pikir bijaknya apa hal ini perlu?.
    Kita akan tahu seperti apa orang mencintai kita, saat kita dicintai, dan kita menghargai cintanya…apakah dia melakukan effort makin membesarkan cinta itu, melakukan effort-effort yang besar buat membangun hubungan yang baik, apakah ia makin dibesarkan dengan cinta yang ada didalam dirinya, keseriusannya, usahanya, actionnya,…apakah ia menyiapkan diri untuk masa depan yang baik…apakah ia menyiapkan diri menjadi pribadi yang baik, dan pantas….
    Sejalan dengan ini rupanya Omm Mario teguh juga berkata.”sabar itu sibuk… Tuhan melihatmu dengan haru, karena dalam penantianmu engkau menyibukkan dirimu dalam pergaulan dan pekerjaan yang berguna.”

    Ini cara test yang bijaksana dan dewasa….gak perlu ditest pake cara ala monyet…eh maksud saya cinta monyet, hanya perlu dilihat saja dan dinikmati sensasi nya………kalau anda dewasa loh ya….
    Kalau saya sih gak kena di plonco begitu…..hey im 34…kalau masih wajar sih oke lah…kalau tantangan itu memang perlu dilakukan….saya toh tidak mau membuktikan cinta saya dengan loncat dari atas gedung….kalau kelewatan ya maaf-maaf aja…
    Maka saya mau membuktikan kepada orang yang menghargai usaha dan cinta saya….orang yang sadar saya sedang mencintainya….orang yang tahu betul ia harus hidup dengan orang yang menginginkannya dan ingin membahagiakannya…
    Saya bukan anak kecil yang diplonco dengan cara yang demikian, saya kan gak mau kalau nanti berlaku begitu terus sepanjang perjalanan hubungan….
    Saya ini ingin jadi pribadi yang diterima, pribadi saya sendiri, bukan pribadi yang nantinya jadi pembantu nya….atau memuaskan ego kekuasaannya…yang menyenangkan sensasi…betapa senangnya kalau liat orang lain kesal….
    MAAF-MAAF saja…sekali dua kali boleh…tapi saya sedang tidak main-main ala ABG.

    Ingat.nilai-nilai yang saya sampaikan disini untuk cinta yang beneran, bukan cinta tipu-tipuan, bukan cinta asal-asalan, apa lagi cinta main-mainan, apa lagi cinta monyet..maaf usia saya bukan 17 tahun, saya gak ada waktu dan gak suka main-mainan, usia saya 34 tahun, saya sudah melihatnya jauh dari sekedar trik-trikan, test-testan, sengaja-sengajaan, konflik-konfikan, sensasi-sensasian, yang begitu-begitu terus, yang tidak ada saling belajarnya, yang mustinya gak perlu….
Tujuan hidup saya jelas, tujuan saya jelas, apa yang saya dambakan untuk sebuah rumah yang elok jelas, sebuah keluarga yang baik jelas…bukan hanya ia harus melihat saya, tapi saya juga menilai seperti apa pasangan saya, maka saya melihat apakah dari pasangan saya bisa menentukan sikap hidupnya, keputusannya, masa depannya, visinya, perasaannya, kestabilan pribadinya, kedewasaanya, potensi nya menjadi ibu bagi anak-anak saya, potensinya menjadi pendamping saya…., kemampuannya mendukung saya untuk berkembang, dan menjadi pemimpin keluarga….bukan yang tiba-tiba begini besok begitu….keputusan aja gak jelas…kemarin ngomong begitu, sekarang begini….kemarin bersikap begitu sekarang begini…..buat hidupnya sendiri aja gak tau….astaga…..
    Maka bukan saya saya saja yang dinilai, tapi ia juga saya nilai…..
    Wanita yang masih belum dewasa, masih baru gede, pribadinya ya sekedarnya….mencari pria yang yang tampan dan sesuai dengan perasaanya…yang senang-senangnya saja untuk dia….nyamannya saja untuk dia…..tapi hidup kan bukan itu saja….setelah menikah nanti, dan mengerti sulitnya hidup, banyaknya tantangan, wanita menjadi lebih tertarik pada pria yang penyayang pada dirinya dan keluarga, yang anggun memperlakukannya dan mencintainya, yang berpotensi baik menjadi pemimpin dan penyejahtera keluarga.!!!!!!!!!
Ia membiarkan pria nya berkembang dalam kerja keras dan karirinya, ia mendukung perkembangan nya itu…mendukung secara moril dan semangat, pria manja itu wajar, manja kepada kekasihnya bukan wanita lain, bukan pria yang tidur sana-tidur sini, yang tidak menghargai dukungan wanita yang mencintainya, wanita harus bisa jadi ibu juga bagi pria nya, tapi bukan menjadi ibu yang menyuapi terus prianya….artinya ia bisa mendukung disaat-saat paling sulit usahanya menjadi kepala rumah tangga….
Realist nya begini loh…
    NAHHHH ini wanita yang saya mau……………..nah ini bukan cinta MONYET….*THE END*


23/08/2010 19:24
Markus AP

Catatan : catatan ini saya tulis sesunguh-sunguhnya dengan gaya terus terang gamblang, tanpa tedeng aling-aling, ada yang bilang saya keras dan sadis, bukankah dari dulu saya begitu dan banyak yang udah tau saya begitu, jadi jangan Protest, kalau saya bicara jeblak aja i just said the truth nothing but the truth, saya tidak berharap semua orang baca dan sadar, terserah anda, jika anda mau belajar ya belajar, jika anda hidup dengan cara yang berlawanan dengan ini, itu pilihan anda, anda menentukan sendiri hidup anda….toh tidak semua orang bisa hidup dengan standard saya toh….

8 Responses to “Parodi : Bukan Cinta Monyet (part 2)”

xixixi sadis saids, susah cus orang bebal gak akan ngerti!!!!, gak bisa dapat inti omongan lu!!!!!!!!!!!!!!!!! it’s mean useless capek ngomongnya!!!! tapi cus panas sih denger omongan lu!!!!!!!! tapi harus dikeluarin bro

@irh : hahahahha gw jedor jedor emang dari dulu kan, kalau ngomong sadis, ya kalau gak ngerti ya emang gue pikirin…..gak pusing gue….. pereman aja gue kasi tau ngerti….

hihihihihi, uhuk! uhuk!! hee hee

Masih dibahas nih? big grin. Kedewasaan nggak bisa diukur sama umur, ada kalanya usia udah (dibilang) mateng tapi kelakuan masih kaya bocah. Nggak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Masih memandang masalah dari point of view-nya sendiri. Terjebak sama perasaannya sendiri. Ih capek deeehh.. tongue

Semua kembali ke pilihan hidup, Pak. Masing-masing punya jalannya sendiri-sendiri. Kita cuma bisa menyarankan, tapi ya semua terpulang pada diri sendiri. Semoga semua yang baca blog kamu yang muter-muter ini bisa segera kembali ke jalan yang benar ya hee hee rock on

@devieriana : haloooo darling mbakkkk ku tercinta….kemana aja….duh aku nyari2 kamu koq gak bisa ya…hahahahhahaha, blog ku yang emang gak bisa simple…ngejelasin ya panjang….kalau bisa ya tak keluarin apa yang ada diotakku biar kepala ku gak pecah….kalau perlu ditatar….aku teriak2in biar semuanya keluar….tapi ya maap kalau tulisanku emang muter2….urusan kembali ke jalan yang benar….arghhhhhhhhh teserah dah…urusan tiap orang masing-masing….

Tapi ada inti benarnya dari semua yang kamu ngomong…terjebak sama perasaannya sendiri…perasaan begini jadinya begini, perasaan begitu jadinya begitu…repotnya gak sadar dan bebal…lebih parah lagi ngeyel ….. tapi ya kan bahasa bisa menjelaskan….duh aku suka kata-kata kamu…bocah bocah……capek deh…..

Ya kembali kepada pilihan hidup masing-masing, aku dengan prosesku orang lain dengan prosesnya…end discussion!!!!

ad yg smgt nih sp 2 part dalam semalam? jd ini jadinya artikelnya gara2 comment ku hihihi

@annz : semangat banget!!!!!!!!! semangat 45….iya ini gara2 comment mu!!!!

galakkkkkkkkk hihihi jadi sebabnya ini toh pih?

Leave a Comment

 
api

trademarks
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA