Dialog Dengan Malaikat X
Teriknya panas atau badai melanda
Kuatnya sesak, sumsumku kering
Semua deraan dan beratnya duka
Kegaranganku dikekang
Semua derita dan sayat kupikul
Langkah-langkah diatas bara
Kulangkahkan kaki
Ditengah semua itu
Lalu ku dengar apa mau Mu
"Kenapa kau menatap bulan dimalam sepi ini"
Kata MalaikatNya padaku
Kataku
"Ku tatap cahaya-cahaya dan gambaran-gambaran jelas, gambaran indah yang Kau tunjukan"
"Lalu kenapa kau matamu berkaca seperti itu"
Kata MalaikatNya padaku
"Ku berkata dalam cahaya kejujuran, aku berkata dalam terang kebenaran, aku berkata yang tak terkatakan manusia, tapi tak seorangpun mendengar tak seorangpun menanggap, tak seorang pun memandang tak seorang pun melihat"
Kataku
"Bukankah ada yang berkata apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu"
Kata MalaikatNya padaku
"Kalau begitu biarkan aku langkahkan kaki tanpa ada debu yang ku kebaskan, karena tak akan ku lepaskan seribu malaikat, seribu sampar, seribu batu dari langit, biarkan yang mendengar mengerti, yang memandang melihat, biarkan detik-detikku terpasung dan sujudku membuka hati yang keras"
Kataku
"Kalau begitu, teriknya panas atau badai melanda, kuatnya sesak dan sumsummu kering, semua dera dan beratnya duka, semua derita dan sayat kan kau pikul"
Kata MalaikatNya padaku
Aku bersujud lalu berkata
"Kalau itu mau Mu, mau ku, kehendakMu kehendak ku, jadilah sesuai perkataanMu"
Lalu datanglah cahaya yang maha megah, membawaku ketempat-tempat tinggi.
7:09 PM 9/8/2010
Markus AP



Similar/Related Posts