Smart And Quality Relationship
Pagi yang indah ini saya ingin membagi sedikit beberapa renungan yang semoga memberikan sedikit pencerahan, yah anggap saja sebuah refleksi diri juga membuat kita memproyeksikan diri menjadi lebih baik dalam bidang-bidang yang pasti kita hadapi dalam relationship.
Perhatian Dalam Sebuah Hubungan
Dalam sebuah hubungan yang sering kita menjadi pribadi-pribadi yang mengharapkan dicintai lebih besar, diperhatikan lebih sering, maka jika kita tidak menerima perhatiaan yang cukup kita merasa tidak dicintai, akhirnya hubungan itu penuh problematika yang itu-itu saja dan seputar itu saja, seperti anak kecil yang menangis tidak dibelikan balon, coba berapa sering kita mendengar pasangan kita berkata.
“Aku koq gak diperhatikan sih”
“Kamu sudah tidak cinta aku lagi”
“Kamu lebih sibuk dengan kerjaan daripada aku”
“Dulu kamu romantis setelah menikah kamu gak lagi perduli”
“Cinta mu berkurang, kamu lebih cinta pekerjaan mu”
Coba renungkan ini…
Apakah kita ingin diperhatikan lebih sering daripada mendukung pasangan kita untuk sukses, bekerja lebih giat, kerja keras, mati-matiaan mencari nafkah untuk keluarga?
Apakah kita lebih membesarkan diri diperhatikan, dimanjakan sedang jika tidak dimanja maka kita merajuk dan ngambek, bersedih dan berkata “kamu sudah tidak lagi cinta”, “kamu sudah tidak lagi romantis”.
Coba perhatikan ini wanita-wanita….
Mana yang lebih baik?, laki-laki kita menjadi seorang yang mengejar keberhasilannya bagi keluarganya, dan anda-anda mendapat juga buah dari keberhasilannya, atau ia menjadi laki-laki yang berhasil tidak pulang kerumah, dan pulang kerumah yang lain, karena malas pulang kerumah, karena harus menghadapi anda yang sering merajuk dan ngambek, dan ia kewalahan karena menghadapi anda yang selalu kesal.
Mana yang lebih baik laki-laki menjadi cinta pada keluarganya dengan cara bekerja lebih keras daripada ia mencintai wanita lain?.
Hayooo?
Maka lebih baik, tuntutlah kualitas diri kita bukan untuk dicintai selalu, tetapi untuk selalu mencintai, mendukung, menjadi teman yang baik bagi pasangan kita, menjadi orang nomor satu yang membuat dia ingin selalu menceritakan persoalan-persoalannya, menjadi orang yang nomor satu mendengar, memberikan support.
Kita lebih baik membesarkan kualitas diri kita untuk menjadi dibutuhkan, dan kalau bisa membesarkan kualitas kita “dia gak akan bisa tanpa aku”,
Maka mana yang lebih baik kita sibuk untuk diperhatikan dan meributkan untuk diperhatikan atau kita sibuk membesarkan kualitas kita untuk mencintai?.
Kenapa kita tidak tersenyum saat pasangan kita pulang kerja, dan memberikan perhatiaan yang menenangkan daripada memberikan omelan yang membosankan.
Buat pasangan kita bahwa pulang rumah adalah hal yang ia rindukan, bukan pulang rumah “gue males denger bini gue ngomel melulu”.
Cemburu Yang Perlu
Suatu hari diwaktu dulu mantan saya (pacar saya saat itu) berkata kepada saya, “aku koq gak pernah diperhatikan sih, kamu sibuk kerja…padahal kamu orangnya perhatian, koq sekarang berubah”.
Saya berkata sambil tersenyum…”Saya bekerja kan buat kita nanti, atau gini saja, aku perhatiin kamu 24 jam, aku dirumah, kamu yang kerja…aku yang masak kamu yang ke kantor gimana”
Ia tertawa dan berkata “Ya ngak gitu juga kale…, masa laki-laki dirumah, ya udah kerja yang giat ya sayang”
Perhatikan dari apa yang sedang saya dialogkan diatas, banyak orang menghadapi kekesalan atau kecemburuaan pasangan dengan cara marah, saya berkata marah juga perlu, tetapi tidak semua hal bisa dihadapi dengan cara itu, tapi hari itu saya menghadapi dia dengan cara yang berbeda, saya berkata sambil tersenyum…”Saya bekerja kan buat kita nanti, atau gini saja, aku perhatiin kamu 24 jam, aku dirumah, kamu yang kerja…aku yang masak kamu yang ke kantor gimana”.
Liat apa yang terjadi saya sedang mengusahakan sebuah kesadaran kepada pasangan saya, bahwa tidak mungkin seorang laki-laki merendahkan dirinya untuk tidak menjadi laki-laki, dengan tinggal dirumah tidak bekerja keras…maka semua wanita pasti akan lebih bangga memiliki laki-laki yang bekerja keras, lebih baik mencintai pekerjaanya daripada mencintai wanita lain! Setujukah anda dengan saya?.
Saya berkata, cemburu itu perlu, kata orang cemburu itu tanda sayang, tetapi cemburulah kepada hal-hal yang tepat, jadi lah pengingat pasangan akan jalan yang baik, jangan ia menyeleweng, tapi jangan kita cemburu kepada hal-hal yang gak perlu.
Maka jika kita harus cemburu, cemburulah kepada hal yang perlu untuk dicemburui.
Tetapi jangan cemburui jika pasangan kita sedang sibuk mengiatkan diri nya untuk mencapai potensi yang besar buat kebahagiaanya dan keluarga.
Semoga dari catatan yang singkat ini anda mendapat sedikit gambaran dan mengubah pola-pola dalam kehidupan kita yang mungkin tidak menguntungkan hubungan kita.
8/5/2010 10:55:37 AM
Markus AP


Similar/Related Posts