language
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

partner
Cerita Pendek Tentang Cerita Pagi (cerpen)
By. marcus . April 5th, 2010 at 12:25 pm
tools
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Cerita Pendek Tentang Cerita Pagi

 

    Suara jangkrik tamat saat pagi datang, sebuah tetes air bekas hujan semalam memberi cerita cinta yang pendek dipagi hari.

    Pagi yang biasa aku terbangun tiap hari, berdiri didepan jendela melihat hitamnya  pohon-pohon diluar diselimuti gelap, dahan-dahan dan dedaunan basah dimandi hujan semalam, di subuh yang gelap dimusim penghujan, aku memandang keluar jendela, sambil menikmati tiap tarikan asap rokok kedalam paru-paru juga seperti ucapan doa-doa kepada Tuhan.
    Tak henti ingin terus melihat ke arah gelap, tak henti ingin terus berdoa. Karena dengan doa-doa, harapan dan keinginan sampai kepadaNya, dan kepadaNya semua jalan-jalan yang liku menjadi mudah.
    Lalu, aku berpaling kesosok yang terbaring tenang diatas kasur, rambut hitamnya halus seperti benang sutra, bergerai diatas seperai putih, wajah manisnya membawa lukisan senyum diwajah ku saat itu, lalu setiap tarikan asap rokok kedalam paru-paru juga seperti ucapan syukur kepada Tuhan, atas hidupnya dalam hidupku, atas tiap senyumnya dalam senyumku.
    Jika tak ada lagi adam dan hawa, tapi ada aku dan dia, yang disatu dari mimpi dan kenyataan, atas kehendak Tuhan.
    Aku pernah bertutur, cinta adalah cinta, pribadi adalah pribadi, cinta yang agung tak dapat dihina karena kejahatan seorang pribadi, tapi cintanya kepadaku, begitu juga cintaku kepadanya, telah mentiadakan pribadi kita masing-masing, ia telah menjadi cinta buatku, aku telah menjadi cinta buat dirinya, maka tak ada lagi dua nama, tak ada lagi dua pribadi, tetapi hanya satu nama yaitu cinta, satu pribadi yaitu cinta.
    Maka tak ada tempat bagi nama-nama lain, tak ada lagi bagian bagi jiwa-jiwa lain, inilah yang menjadi kekuatan kesetiaan, kesetiaan yang lahir bukan karena janji, tetapi karena cinta.
    Maka tak ada lagi tempat bagi, keakuaan, karena pengorbanan yang tidak didasari cinta tak ada faedahnya.
    Cinta yang demikian telah membuat cemburu Ilahi, tapi mungkin Ia tak cemburu, karena cinta ini hadir karenaNya, cinta yang demikian telah mengalahkan semua tatanan, cinta yang demikian merubuhkan tembok norma.
    Rokokku habis, sehabis juga doaku kepadaNya. Doa-doa yang memohon amarahaNya surut, karena cinta kita yang besar satu sama lain, cinta yang mungkin mendatangkan cemburu Ilahi.
    Lalu aku membaringkan diri disampingnya, membenamkan jemari kedalam rambutnya yang halus, menjelajah tiap helai rambutnya yang halus, hingga ke ujung-ujungnya.
    Dan mentari pagi makin tinggi, pohon-pohon diluar tak lagi hitam, mereka telah berwarna sesaat mentari menguasai cakrawala, kemudian menguasai langit.
    Tapi apakah waktu yang begitu dapat menghentikan sesaat yang indah.

    Kemudian ia terbangun dari tidurnya yang pulas.
    “Hey sayang….”, katanya dalam nada yang halus
    “Pagi…”
    “Kamu sudah bangun”
    “Sudah, dari tadi…”
    “Gak bisa tidur?”
    “Biasa lah…aku selalu terbangun subuh…waktu yang tepat untuk melihatmu tertidur pulas”
    Ia tersenyum
    “Kamu gak capek?”
    “Ngak…”
    “Tidur lah sayang….kamu pasti kurang tidur, aku mau bangun, bikin teh untuk mu, juga sarapan…”
    “Tak usah sayang…, tinggal lah sejenak disini bersamaku…, aku ingin memelukmu, biar hari ini tak ada apapun yang menganggu kita”
    “Kamu gak lapar?”
    “Lapar sih, tapi lapar bisa menunggu… perasaan ini tidak”
    “Ah kamu bisa aja…”
    “Sungguh…”
    “Ah kamu manja…”
    “Manja kan sama kamu…hanya sama kamu”
    “Gombal…” dengan terkekeh…
    “Yang ku gombali kan hanya kamu…”
    “Tapi aku harus masak mas…kamu gak lapar?”
    “Lapar sih, tapi lapar bisa nunggu…perasaan ini tidak, buat apa kalau aku kenyang tetapi perasaan ini tidak…”
    “Mulai deh…”
    “Sungguh…” dengan pandangan yang serius dan mata yang berkaca.

    Saat itu pun ia merapatkan kepalanya kedadaku, membaringkannya seperti berbaring diri dikasur rerumputan hijau.
    Seketika keheningan turun, tanpa kata-tanpa suara, semua hal yang lain mangkat seketika semua beban lain sirna, semua hal lain tak dapat menggugat, semua hal yang lain tak dapat memisahkan kita.
    Ketika mentari makin tinggi, keheningan tetap ada, tak juga bergeser.
    Tanpa sepatah kata, kita tetap bersatu dalam dekapan yang erat……matanya memejam, lalu tertidur dalam dekapanku yang penuh cinta. Lalu kita disatukan dalam lelap yang mungkin bertemu dalam mimpi yang satu. Dalam satu cinta, pribadi yang satu yaitu cinta.

   Dans mon sommeil, je rêve de toi
   Dans mes bras je te serrer fort
   Vous êtes ma vie, Tu es mon amour
   Dans ma mort, je toujours vôtre

4/4/2010 11:21 PM
Markus AP

mail

28 Responses to “Cerita Pendek Tentang Cerita Pagi (cerpen)”

morning marc
i don’t know u can speak france

@soraya : morning… big grin just a bit…

so so sweet

aq koq belum pernah baca yg ini ya, kelewatan rupanya

tongue

@annz : ah loe mah payah telat…..gimana sih….

hmmmm pandai ya si bapak bikin cerita romantis pengalaman ya? tongue

@sha : rolling on the floor rolling on the floor hahahhaha wah pengalaman atau tidak itu rahasi tongue

Leave a Comment

 
forum

search
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA