Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

Twitter Updates
Archive for April, 2010privacy
By. marcus . April 28th, 2010 at 9:28 pm
language
Jauh di tengah gurun, didalam kota seperti Sodom, semua orang terbaring tidur dalam kemabukan anggur.
Wanita dalam tubuh dewi, terkulai tak berdaya dibawah kaki patung dewi Kali, kepalanya bersandar ditelapak kaki sang dewi, tubuhnya tak berdaya, kesadarannya hilang, tubuhnya telanjang tanpa sehelai benang pun yang menutupi dirinya.

Seorang imam kuil dewi Kali, berdiri dihadapan patung dewi Kali, mengangkat seorang bayi, sedangkan yang lain membawa dupa, pedang dan piala.
Setiap pagi selalu ada korban seorang bayi bagi persembahan dewi Kali, setiap pagi ada tangisan bayi terdengar dari dalam kuil, tangisan bayi itu tak menyadarkan seorang pun yang terbaring dalam kemabukan, tangisan itu tidak menyadarkan seorang pun yang terbaring dalam kelelahan.
Tiba-tiba langit menjadi gelap diatas kota seperti Sodom, saat mantra-mantra diucapkan kilat menyambar, gemuruh petir bersautan. Kota itu menjadi gelap, karena awan hitam menutupi matahari. Saat itu lah ruh-ruh kembali kedalam pekuburan, dan kembali bangkit saat matahari

Read More

contact
By. marcus . April 21st, 2010 at 9:43 am
"Aku mencintaimu tanpa tahu bagaimana, atau kapan, atau dari mana. Aku mencintaimu apa adanya, tanpa kerumitan atau kebanggaan, maka aku mencintaimu karena aku tahu tak ada cara lain."
Neruda mengambarkan bahwa cinta begitu terus terang, cinta begitu telanjang, tanpa embel-embel, tanpa sekat-sekat, tanpa rumit-rumit, tak mengenal kata absurd, maka dengan keterus terangan yang demikian, kejernihan menjadi satu hal yang langka, yang sudah sulit ditemukan didunia yang nyaris tak ada lagi kemajuan, karena semuanya sudah ada, sudah lengkap, nyaris sempurna, tapi bagaimana mungkin dunia yang begitu kaya ini, hal yang jernih tadi begitu langka, bahkan nyaris tak ada.
Neruda, yang begitu terus terang tidak rumit, tapi aku yakin dalam perjalannya ia telah mencapai kerumitannya sendiri, ia dengan pemikirannya kemudian, tidak lagi terkecoh dengan ketidak jelasan, maka ia berkata “I love you straightforwardly”.

Sahabat, beberapa saat lalu aku dengan terus terang atau dengan cara yang samar, telah berani mengecam

Read More

conditions
By. marcus . April 20th, 2010 at 9:16 pmresearch
Pagi yang cerah dibukit sebelah timur, pepohonan musim gugur memerankan kesudahanya, daun-daun berguguran menjadi permadani alam yang indah diatas tanah, burung-burung berkicau dalam lantunan merdu seperti suara simfoni disurga, hewan-hewan kecil keluar dari sarangnya mencari makan, berlari kesana kemari seperti sedang berpesta, memang setiap pagi diatas bukit sebelah timur selalu ada pesta, pesta kehidupan yang disyukuri, pesta yang menyukakan hati Sang Kehidupan, karena setiap mahluk yang hidup disana memiliki hati yang bersyukur.

Hari itu mentari bersinar indah, sang pertapa telah bangun dan duduk diatas batu besar melihat keseluruh hamparan lembah, hatinya diam, bibirnya terkatup, hanya syukur dan doa-doa yang tak henti dipujikan kepada pemilik kehidupan dari dalam hati. Lalu sepotong syair cinta dipujikannya kepada sang Istar.

Lalu tiba-tiba angin sepoi dari barat bertiup tenang. Bunga-bunga melepaskan kelopaknya dan terbang ditiup angin. Burung-burung hingap didahan berhenti terbang dan berkicau, hewan-hewan kecil berhenti

Read More

faq
By. marcus . April 19th, 2010 at 3:59 amprivacy
Wanita dalam tubuh dewi, berdiri diujung tebing jurang, memandang kosong kepada ketidaktahuan, tak didengarnya lagi suara-suara alam, tak disapanya lagi suara-suara surga, walau malam mencekam tiba, suara jangkrik melantun merdu dalam sunyi, suara lolongan anjing hutan terdengar dikejauhan, dingin menyengat sampai ke sendi-sendi tulang dan sumsum, ia tetap tak bergeming diujung tebing.

Wanita dalam tubuh dewi dengan tatapnya kosong kepada ketidak tahuaan,tak disimaknya lagi suara-suara bumi, tak diindahkannya lagi suara-suara langit, malam makin mencekam, ruh-ruh dari pekuburan tua mulai bangkit, semua mahluk sembunyi dibalik pintu, bau kematian menyengat didalam tiap getir hati dan detak jantung.

Wanita dalam tubuh dewi, berdiri diujung tebing jurang tak bergeming, memandang kosong kepada kebijaksanaan, tubuhnya siap dimangsa oleh ruh-ruh dari pekuburan tua, yang bersembunyi dibalik gelap, saat itu bau kematian makin menyengkat didalam tiap getir hati dan detak jantung.

Disurga sana, malaikat datang kepada Sang Hyang Widhi,

Read More

By. marcus . April 18th, 2010 at 9:57 am
language
Wajah ayu mampir disela sepi
Dalam kenang yang sejenak diam
Jadi sebuah doa-doa mendamba
Kemudian terusik semua cerita
Berbekas dalam kenangan yang lewat

18/4/2010 9:51 AM
Markus AP

Read More

contact
By. marcus . April 17th, 2010 at 7:40 pm
 

     Malam itu saya tidak dapat tidur, akhirnya browsing-browsing dan mampirlah saya di youtube.com, disana saya menemukan sesuatu yang memukau perhatian saya, yang membuat saya tergelitik dengan kehidupan ini.
    Tibalah saya menonton sebuah cuplikan video dari acara Britain’s Got Talent, tahun 2009, hari itu Simon Cowell, Piers Morgan, Amanda Holden sebagai juri dikagetkan dengan kedatangan seorang wanita berusia 47 tahun bernama Susan Boyle, dengan penampilan tidak menarik, overweight, old fashion, pengangguran, lajang.
    Simon : Alright what’s your name darling?
    Susan : My name is Susan Boyle
    Simon : Ok Susan where you from?
    Susan : Im from Blackburn, near Bathgate West Lothian

Read More

conditions
By. marcus . April 16th, 2010 at 2:33 pmresearch

Wanita cantik dibungkus jaket hitam
Turun dari langit
Lewati pintu kayu yang berderit

Duduk disudut ruang
Dekat kristal kaca yang
Nyaris dingin

Berpangku dagu
Menanti segelas bir
Atau secuil bisik dari langit

Wajah ayu-nya
Mirip wanita muda
Dari tasik

Membawa angan-angan
Sampai jauh kedalam mimpi
Hingga kedalam keringat dingin

Lalu ia buka suara
Sejenak membuat sunyi
Ja sam ?ekivanje moj djevojka prijatelj

Seketika aku pun membuang
Semua mimpi
Hingga seluruh ingin

 

16/4/2010 2:38 PM
Markus AP

Note : Di inspirasi dari sebuah pengalaman disebuah coffee shop disebuah kota di Amerika.

Read More

faq
By. marcus . April 16th, 2010 at 10:58 amprivacy
Wanita dalam tubuh dewi, tersenyum sebentar menatap langit, tersenyum sumringah menyawang bumi, bertutur sedikit-sedikit dalam hati yang getir, bahagia tapi tak mengerti, tersenyum tapi tak paham, kemudian langit tersenyum, bumi tertawa, embun menangis, dedaunan gugur dari dahan ranting pohon dimusim semi, segala sejarah kemudian diulang dalam pristiwa yang lain, langit tiba-tiba bergemuruh, awan-awan berubah mendung, burung-burung berhenti terbang diatas langit, bersembunyi dengan hinggap menghindari petir, dalam derita wanita dalam tubuh dewi menangis, dalam canda ia mencoba mengusir pedih.
”Sang Hyang Widhi… Sang Hyang Widhi, akhiri..akhiri” pekiknya tanpa suara dengan getir.
”Sang Hyang Widhi… Sang Hyang Widhi, akhiri..akhiri” pekiknya dengan suara tanpa ada lagi getir.

Lalu suara dari langit bergema keseluruh bumi.
”Anakku… bangun, jangan mati” lalu langit menjadi gelap, gelegar petir membungkam diri.
”Anakku… bangun, jangan mati” lalu langit menjadi semakin gelap,

Read More

language
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

STOP SOPA & PIPA
New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

Donation