Parodi : Delete-Remove & Recycle Bin
“Don’t walk in front of me, I may not follow don’t walk behind me I may not lead, just walk beside me and be my friend” Albert Camus
Mungkin ini hobby baru saya, yaitu bersih-bersih, kata pepatah “bersih itu pangkal sehat”, menurut saya bener juga pepatah itu….sehat hati, sehat hidup, sehat pikiran.
“Wait..wait…mang kerja bakti cus?”
“Ho oh, kerja bakti melakukan pembersihan list facebook”…hahhaahah.
Mohon dicatat sebelum mulai, saya ini bukan The Saint, bukan juga dewa dari kerajaan langit bukan juga orang suci yang bener terus, saya manusia biasa yang bisa salah, malah sering salah dan belajar dari kesalahaan….saya selalu bilang saya belajar dan selalu belajar, (baca profile saya), maka salah satu cara saya belajar ya itu lewat berteman, dan melalui sebuah PROSES persahabatan.
Jujur saya sering diomeli, dikritik, ditampar sahabat-sahabat saya, saya cuma diam saja kalau saya salah, dan kalau saya tidak benar, saya salah ya saya terima “tamparan tadi”, True friend stab you in front…not in my back, kalau saya bener ya saya berargument, tapi dari semua itu membuat saya belajar dan belajar…wits…hobby saya kan belajar….
Dari sana saja saya bisa melihat, betapa mereka begitu dekat dengan hati mereka dan mereka dekat dengan hati saya, mendukung disaat-saat yang tepat….hey they like bras, close to your heart and there for support. Hahahhaha
.
Lalu ada yang bilang “wah loe mah pilih-pilih temen…”
Loh pilih-pilih itu harus malah, yang baik adalah memilih teman yang mendatangkan kepositivean daripada isinya negative melulu (orang tua-tua bilang kamu ditentukan siapa lingkunganmu), tapi bukan yang saya pilih lalu karena dia kaya, cantik, berjabatan loh…itu salah besar….dalam hidup saya saya berteman koq dengan tukang taxi, tukang parkir, preman, sampai wanita simpanan orang, bahkan sampe yang berjabatan tinggi (gak perlu saya sebut, tar disangka sombong lage atau disangka pamer), dengan ngomong gini aja bisa aja saya disangka macem-macem…kwkwkwkwk whatever lah…..
Nyatanya emang demikian…
Suatu hari seorang sahabat heran dengan saya yang sedang ngobrol berjam-jam tentang agama dan kehidupan, dengan tukang koran yang punya kelainan dikakinya maka harus mengunakan sepeda roda tiga.
Saya merasa berdiskusi dengan pribadi ini bisa membuat saya belajar banyak…terlebih melihat orang yang berbeda dengan kita.
Nyatanya kan umumnya semua orang berteman kan gak melihat isi tapi melihat “isi” dan tampilan, isi kantong, dan tampilan luar…wkwkwkwkwk
.
Ngaku gak loe….????
Yah itu urusan loe lah…problem loe lah.
But I say true friend is see through the heart not through the wallet.
Kalau saya sih tetap memegang prinsip, mencari pertemanan yang memegang prinsip yang baik.
Kalau anda teman yang baik maka anda memiliki BEHAVIOR yang baik.
Kalau anda teman yang baik maka anda memiliki BRAIN yang baik.
Kalau anda teman yang baik maka anda memiliki ATITUDE yang baik.
Kalau anda teman yang baik maka anda memiliki RESPECT yang baik
Saya gak perduli siapa dia, seperti apa dia…kaya miskin, cantik jelek, kepribadiaan anda dinilai dari seperti apa isi anda bukan “isi” dan tampilan anda.
Coba deh pikir positif gak sih kalau setiap kali kita mendengar cerita “eh cus gue semalem tidur sama bule ini” besoknya lagi “eh cus gue abis makan malam sama bule itu dan semalem tidur sama bule itu”, …modar gak loe…atau kalau ngak ceritanya “gue abis dibeliin ini sama si itu” besok “gue dibeliin itu sama si ini”…atau mumet gak loe kalau ceritanya “eh cus gue abis selingkuh sama si ini” besoknya “gue abis selingkuh sama si itu”….pertanyaanya mang penting ya buat gue ketahui????
Cerita sekali sih is oke lah…, kalau tiap kali cerita begitu melulu, maka itu jadi masalah buat saya….”bosen” “gak ada positifnya” “mumet dengernya” “risih” “emang gue punya banyak waktu mendengarkan begituaan”.
Lalu yang PALING penting initnya apa loe cerita gitu???? Mau tukar pikiran atau cuma mau cerita siapa yang ditiduri dimalam hari atau siang hari loe tidur dengan siapa lagi, atau barang apa yang dipunyainya abis tidur-tiduran? Kwkwkwkwkkw
.
Mau pamer kemilikan??? Gak silau…maap….mending anda tunjukan hati dan pikiran anda…
Mau pamer kecantikan??? Gak pengen juga…maap…mending anda tunjukan jiwa dan sikap anda…
Mau pamera paha??? Takutttt….kabur ah….
Gak penting…..
Biasanya saya diemin dulu, kalau sudah gak nyaman saya sindir dulu, kalau masih juga saya pasti sudah mulai kotbah atau menunjukan ketidak antusiasan saya, ketidak setujuaan saya…ehhhh ya besoknya gitu lagi…
Satu kali, dua kali, tiga kali di kasi tau…podo wae…cape deh….
So sorry, maap-maap wae…bye bye…akhirnya saya delete-remove dan masuk in ke recycle bin juga….gitu aja koq repot…
Bukan saya gak suka dicurhatin loh ye…saya suka koq…
Tapi kan jadi modar di gue…. Kalau dengerin curhatan yang gak perlu kayak tadi….gak ada manfaatnya diomongin juga…kalau mau tukar pikiran mongo, kalau mau cerita cukup sekali, saya tahu intinya…gak perlu siaran ulangan tiap hari, cukup sekali mendengar saya tahu, saya bisa baca…
Bukan sok moralis….saya kan bilang saya tak suci kayak Nabi…
Im open minded koq dengan dengan hal begituaan and segala macamnya….
Tapi ya mbok….jangan disamakan dengan orang yang suka dengerin cerita esek-esek melulu, kalau tuh orang mau tukar pikiran dan mau inputan dari saya “ya didengerin saya bicara, kalau ngak mau dengerin ya ngak usah cerita begituaan terus”.
Coba capek gak loe kalau loe diposisi gue….ehhh curhat neh gue..hahahahha
Coba deh perhatikan (yang kenal saya), saya antusias gak sih kalau sedang diajak bicara tentang kehidupan, kebenaran, cinta, prinsip-prinsip, keluarga, bisnis dan hal-hal yang menarik untuk kita terus bahas dan dipelajari.
Saya pernah koq ditanyai problem sex dalam rumah tangga teman…padahal saya ini kan bukan dokter…
Saya pernah koq ditanyai hal-hal yang berat bahkan terkesan metafisika banget…padahal saya bukan seorang guru filsafat…
Saya pernah koq ditanyai problem selingkuh dalam rumah tangga teman…padahal saya ini kan bukan psikolog…
Saya pernah ditanyai problem hukum…padahal saya ini bukan sarjana hukum…
Saya senang koq ditajak bicara tentang agama, walau saya bukan Ustad or Pendeta.
Saya pernah dimintai tolong nagih utang karena rekan bisnisnya gak bayar utang…padahal saya bukan debt collector…
Bukan saya gak suka dicurhatin dan dimintai tolong loh ye…saya suka koq…
Coba perhatikan deh, saya pasti akan sangat antusias dengan orang-orang yang kata-katanya saja punya value, kosa kata yang digunakan bagus, pembahasannya berbobot, jangan membahasnya apa larinya kemana, value meaningnya gak ditangkep…jangan bisanya nembak-nebak kata-kata, gak tau maksud hatinya kemana….
Saya tahu lah kalimat dan kata-kata bisa koq digunakan untuk memuji seseorang tetapi sesunguhnya melukai seseorang atau menjatuhkan, maka maksud hati itu penting, kalau kata yang digunakan untuk maksud yang baik dari hati yang baik maka pasti kelihatan koq….
Saya sendiri kan suka menyindir, tapi dengan maksud menyadarkan dan membangun, dengan maksud hati saya membangun “siapa saja yang mau denger” agar lebih baik, bukan menjatuhkan. Toh saya juga suka dibangun oleh sahabat-sahabat saya.
So i know lah…kan kata orang-orang gue bisa baca pikiran…ahhahahah.
Saya sendiri suka koq memberikan comment yang agak miring, nyeleneh, lucu, kocak, serius, tapi bagi yang tahu dan kenal saya, pasti maksud kemiringan comment saya tadi tetap punya value, symbol-simbol yang saya gunakan pasti punya arti….perhatikan deh….yang pinter bin brilian bisa lah baca maksud saya.
Dari cerita yang diatas tadi ada seorang sahabat bilang “ah dia mengoda loe tuh cus…”
“Emang iya ya? Emang sih…gue tau koq cuma gue aja belaga gak tau” (walau saya mikir orang kayak saya koq bisa digodain).
But…sorry to say, maap-maap wae ya jengs emang eike lelaki apaan…
, emang eike lelaki yang ditunjukin paha dan dada langsung ngiler…ngiler sih kalau itu paha dan dada KFC combo menu…
….
Inget ya saya gak suci-suci amat lah…normal malah, tapi bukan yang diceritain begituaan langsung kemakan umpan…gileeee emang gue ikan…idihhh elo siapa gue???? yang jelas sih risih masa wanita yang bukan siapa-siapa saya ngomongnya gitu…apa lagi gak jelas maksudnya.
Saya memuja wanita, kehalusannya, kepandaiaanya, kecantikannya, kekuatannya, sikapnya, kebaikannya, ketanguhannya…tapi kalau wanita merendahkan dirinya begitu gimana coba???.
Saya juga laki-laki tapi kalau saya gak pegang prinsip saya, bagaimana saya dihormati dan dihargai….apa bedanya dengan bastard yang sering saya kritik? Dikasi umpan langsung dimakan????….i want to be difference, so I must made a difference ….that’s all.
Untuk itu apa yang saya bilang benar akan saya katakan benar.
Apa yang saya bilang salah akan saya katakan salah….kepada siapa saja tidak terkecuali.
Maka apa positifnya buat hidup saya?….loe mau bobo sama siapa it’s your problem lah, not mine lah, dan I don’t want to know lah…risih gak dengerinnya…seorang sahabat berkata “orang sekarang sudah tidak malu membuka aibnya sendiri”.
Untuk apa cerita kalau anda tidak mau dibangun lebih baik.
I slap you in your face…so you can open your eyes.
Saya sendiri punya koq kelemahaan, tapi hanya saya share buat mereka yang bisa membangun saya untuk lebih baik…seperti saya bilang tadi true friend stab you in front, bukan in my back loh ya….saya ingin dikritik oleh sahabat-sahabat saya karena saya mau be better everyday.….A friend is someone who understand your past, believes in your future and accepts you just the way you are.
Lalu jangan berfikir, saya gak bisa berteman yang type seperti itu loh…saya kan bilang tadi kalau saya punya koq teman yang jadi simpanannya orang, tetapi diskusi kita lebih banyak tentang kehidupan, hati, jiwa, pikiran, dan kerinduaanya untuk hidup biasa-biasa saja.
Saya juga kenal yang kerjaanya menjual diri, tapi saat berbicara dengan saya punya pemikiran yang baik, menghargai dan saling menghormati.
Prinsipnya what you do is not my problem…it’s become my problem kalau itu sudah meresahkan tidak membuat nyaman pertemanan, bahkan mendatangkan hal yang negative.
Ada yang berkata malah.
“Tar gue didelete juga”
“Maybe…IF you have problem with me? (kalau dia masuk criteria untuk didelete)”
“Wihh sadis…”
“Emang, sadis, extrim, keras, galak…take it or leave it”.
Dia jawab
“Take it”.
Saya jawab
“Good”. Good mean…orang seperti inilah yang bisa melihat jauh lebih dalam, lebih jauh kedepan, dan ia tipical yang masih baik dan positif untuk menjadi teman.
Sekali lagi tolong dicatat…saya bukan nabi atau pendeta…(walau im ex preacher, bukan berarti saya lantas buka bilik pengakuan dosa kan…).
Apa salahnya kalau kita memberikan pandangan yang baik untuk orang yang membutuhkan…???, kalau mau didengar saya akan makin membantu, toh saya juga bisa belajar dari apa yang saya lakukan.
Jadi orang-orang yang saya singung diatas, pantas lah saya remove…capek tau dengerin begituan tiap saat….selain gak tau tujuannya….gak tau arahnya…, tidak tau positifnya untuk kedua sisi, selain itu ”maksud mu opo toh…”.
Itu yang pertama…
Lalu yang selanjutnya…kalau saya selalu memegang kualitas sebuah pertemanan, lalu apa saya hanya punya 1000 list, tapi saya gak kenal semua orangnya???, itu kenapa seorang sahabat malah bilang “Kayaknya friendlist facebook dan isinya menjadi perhatian loe”…
Saya lagi demen jawab “Ho oh…” maka saja jawab lagi “Ho oh…gue mau kualitas bukan kuantitas…”….ini juga prinsip…pertemanan itu kuantitasnya atau kualitasnya…???
Tentu semua orang jawab KUALITASnya, kalau saya sih gak demen punya temen 1000, tapi hanya yang saya kenal baik 2%, 98% sisanya “wanda” wah da tau…gak jelas blass, bukankah lebih baik saya kenal ke 1000nya, kalau bisa semua ke 1000nya saya jadiin sahabat …gak sekedar kenal loh…kalau pun kenal ya mbok kenal baik setidaknya pernah bicara… (mikir mode on…kalau jadi sahabat semua kapan dapat istrinya wkkwkwwkwkwk
).
Maka apa saya berasa punya temen kalau cuma tau namanya???, dan dia ada dilist, tapi gak kenal baik???? Bahkan dia gak tau dan gak kenal saya???…
Ini temen apa cuma nampang di list???
Kalau kenal hanya karena dia ada di list saya, tapi, di ajak bicara gak jawab, gak ada kenal-kenalnya blasss…diajak bicara gak jelas…udah gitu profilenya gak jelas pula, fotonya gak jelas juga, ditanya tinggal dimana, jawabnya “dirumah”…gue juga tau kale tinggal dirumah mang loe tinggal di bawah jembatan…masa perlu dijelasin detail lage kalau maksud saya tadi tinggal didaerah mana???.
Maka pantas lah yang gak jelas tadi didelete aja….toh saya gak suka koleksi temen…karena temen bukan buat koleksi, tapi untuk sebuah pertemanan yang BAIK dan positif.
Parahnya lagi…kalau rupanya tuh profile bukan profile asli wanita…alias pria nyamar jadi wanita….gubraksss….ih serem…seorang yang saya baru kenal lalu langsung setuju dengan ulah saya meremove-remove ini…karena dia juga punya pengalaman serem yang mirip pengalaman saya…katanya “ada teroris yang nyamar-nyamar pake profile gak asli, maka saya lakukan juga bersih-bersih koq”.
Saya punya pengalaman yang sama, beberapa orang berkali-kali add, dengan profile yang beda-beda namanya, fotonya juga, tiap kali di kirimi message gak ada response…
Ihhhh serem…nih profile yang punya hantu ya???
Saya kan gak mau berteman dengan hantu yang gak jelas….datang gak diundang pergi gak diantar dong.
Jelas pula saya ini kan bukan selebritis yang punya banyak list teman/fans tapi gak tau siapa fansnya, dan lagi, saya juga gak haus pujian, gak suka juga orang jilat-jilat cari perhatian…jadi toh saya gak perlu punya fans sampe ribuan tapi gak kenal semua, cuma mengisi list saja.
Kalau dipikir…sesunguhnya teknologi cyber yang cangih ini membuat sebuah pertemanan menjadi mudah sekali, situs-situs seperti facebook, friendster, myspace dan banyak lagi membuat kita bisa berteman dengan siapa saja dari mana saja, dari kalangan apa saja, tanpa tersekat apapun (walau pribadi lepas pribadi tetap memiliki sekat-sekatnya sendiri), tapi kemajuan tadi juga dilengkapi dengan semua fasilitas yang menjaga dan memproteksi kita dari teman-teman yang gak jelas dan cenderung negative.
Itu kenapa icon delete tersedia di list facebook kita.
Itu kenapa blocking list tersedia di list facebook kita.
Itu kenapa kita bisa melaporkan tindakkan pelecehan yang dilakukan teman kita.
Maka coba pikir, apakah saya bisa belajar sesuatu dari pertemanan saya yang seperti diatas?.
Jelas sebagian besar pasti menjawab tidak.
Sesungguhnya saya tak pernah menyukai kehilangan teman…yang bener-bener teman atau sahabat loh ya…kehilangan seorang sahabat buat saya sebuah kesedihan yang besar sekali, truly great friends are hard to find, difficult to leave and impossible to forget, kalau seorang sahabat atau teman berbeda pendapat atau berubah itu wajar lah, setiap orang kan berevolusi, tapi saya bersyukur kepada Tuhan kalau sampai sekarang ini saya belum pernah mengalami kehilangan sahabat…malah bertambah, kalau yang gak kenal sih banyak…ya karena saya delete tadi…hihihihihi
![]()
Menurut saya sebuah pertemenan butuh melalui proses-proses, apa sih tahapan proses tadi?, tentu awalnya introduction…awal yang baik kalau ini bisa dilalui…kalau gak ada introduction…apakah bisa dibilang teman?, apakah nampang di list bisa dibilang teman?, apakah dia gak kenal saya, saya gak kenal dia itu teman? Apakah siapa dirinya dengan ketidak jelasan itu teman?.
Lalu setelah itu pertemanan butuh komunikasi yang baik, sebuah pertemanan butuh keakraban, butuh proses belajar mengenal, mengerti, memahami, butuh kenyamanan, butuh membangun kasih saya, bisa saling membangun dan memotifasi lebih baik lagi bukan malah meruntuhkan dan menyukai kegagalan kita, Mark Twain malah berkata “Keep away from those who try belittle you ambition. Small people always do that, but the really great make you belive that you too can become great.”
Maka saya suka dengan mereka-mereka yang bisa saling membangun dan mendorong.
Sebuah pertemanan butuh saling membangun, lalu menghargai, sebuah pertemanan butuh saling menghormati, yang artinya, saya menghormati dan menghargai dia sebagai apa adanya dia, tapi dia juga harus punya dan memiliki rasa “saling” tadi….jangan maunya dihargai tapi gak mau menghargai, walau saya sendiri memahami biasanya gak saya delete koq yang gak menghargai tadi….saya masih diemkan saja, saya sambil tahu saja…..
Intinya adalah ada criteria yang saya gunakan untuk kapan saya delete dan kapan saya gak delete…tapi yang jelas dari cerita yang saya sebutkan diatas pasti saya delete, kalau masih yang gak menghargai itu biasanya sih saya cuekin aja….normal lah orang suka tidak menghargai orang lain lebih dari dirinya sendiri….i am mah cuek-cuek aje…
Ada pengalaman yang sangat positif dari hobby saya ini.
Saya jadi nampak kelihatan keras, sadis, galak dan extrim, terlebih abis delete saya tulis di wall siapa dan berapa yang saya delete…ah ini cuma sebuah expresi saja….setiap orang kan punya expresi yang beda-beda…kalau saya kan expresif orangnya heheheh
Tapi yang baik malah saya temukan mereka yang saya delete (ada beberapa), malah sadar dan malah menjadi teman-teman yang baik, bahkan setelah saya delete, ia mengkontak saya dan berbicara baik-baik, saya beri sedikit masukan, saya maafkan, kemudian malah saya add lagi…ya sampai sekarang baik-baik saja….kan katanya memaafkan itu baik…memaafkan kan menunjukan kebesaran jiwa, bahasa mu itu loh cuss…. gue juga tau kaleeee….…..
Lalu yang gak kenal tadi? Ya mungkin di gak sadar kalau didelete, dia gak kenal saya juga kan, wong gak pernah mau kenalan baik, …
Coba pikirkan baik-baik….
9/3/2010 3:30 AM
Markus AP
Nb.Kalau anda gak suka dengan pemikiran saya, anda berhak koq delete saya…hehehe
, its your freedom, every body have freedom.


(2 votes, average: 4.50 out of 5)
28 Responses to “Parodi : Delete-Remove & Recycle Bin”