Never settle for being second when you know you deserve to be first, letting go isn\'t a sign of weakness, it\'s a sign you\'re strong enough to move on...


7:13 am, September 1, 2010
Pages
Recent Posts
Most Popular Posts
Last Blackberry Note
Categories
Recent Comments
Login




Register | Lost your password?
New eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

eBook : Kayurie

Kayurie : kumpulan cerpen & puisi, free reading online

Kayurie - view online


Surat Dari Jakarta (9)
By. marcus . February 23rd, 2010 at 11:34 am
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Surat Dari Jakarta (9)

Aku selalu terganggu dengan pemandangan yang aku temui setiap malam, setiap hari, setiap kali melalui jalan disepanjang rel kereta api Jatinegara didepan penjara Cipinang, dibawah jembatan Bypass.
Pemandangan yang tak pernah berubah belasan tahun, lilin-lilin, lampu-lampu, bayang-bayang hitam, ratusan orang berjubel, copet, berdagang, menawar, ditawar, seribu pikiran, seribu keinginan, harapan mencari sesuap nasi, harapan untuk mesum, harapan untuk culas, mencari peruntungan dibawah guyuran hujan, dibawah bintang-bintang, diselimuti tiupan angin malam.
Dan wanita-wanita berwajah berbeda tiap malam berdiri, menanti dibeli.

Pemandangan itu  selalu mengusik aku, aku tidak iba, tidak juga jijik, tidak juga kepengen menjadi orang yang menawar jasa mereka.
Melihat mereka saja sering kali terdiam, berdecak, bergeleng, tak paham, terusik.
Ya aku terusik, aku terusik, tidak juga iba, atau terenyuh, aku hanya terusik, entah karena alasan apa, mungkin heran, mungkin tak mengerti, tetapi jika karena ketidak mengertiaan nampaknya tak mungkin, mungkin hanya karena keheranan, bagaimana mereka masih mengingat ratusan wajah yang peluhnya menetesi dada dan wajah mereka.
Aku terusik, juga bersyukur.

Dan pemandangan yang mengusik tadi hilang saat aku tiba dirumah, membaringkan kepala dirajang yang hangat, dan pemandangan itu akan datang lagi esok malam.

2/23/2010 11:27:48 AM
Markus AP

  • Share/Bookmark

2 Responses to “Surat Dari Jakarta (9)”

Novi Haryono - March 4th, 2010 - 3:37 pm
 

Apakah itu merupakan sesuatu yang uda digariskan untuk mereka jalani or.. merupakan keputusan awal yang salah???

marcus - March 4th, 2010 - 4:03 pm

@Novi Haryono : aku tidak percaya dengan hidup yang sudah digariskan….aku lebih percaya keputusan yang salah, tapi bukan keputusan yang salah tidak akan membuat hidupnya stuck disana terus-terusan ia dapat merubah hidupnya ia dapat melalui kehidupan yang lebih baik…pilihan hidup selalu ada pada kita manusia…., tuhan tak akan mau merubah hidup seseorang jika orang itu tak mau merubah hidupnya sendiri……….. big grin

Leave a Comment

Top Commentators
Twitter Updates
    News
    • 11:04 pm, September 8, 2010
      Terselip khilaf dalam candaku,Tergores luka dalam tawaku,Terbelit pilu dalam tingkahku,Tersinggung rasa dalam bicaraku. Hari kemenangan telah tiba,Semoga diampuni salah dan dosa. Mari bersama bersihkan diri,sucikan hati di hari Fitri. Dengan segenap hati saya pribadi, berikut staf dan staf redaksi lepas (markus ap photography, manifesto publishing, markus manifesto) mengucapkan hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin
      From: Marcus

    • 8:04 pm, September 8, 2010
      Sorry for this inconvenience, we close our website for temporary, now our website is currently under maintenance, and for security reason we currently upgrading the system! Thank You
      From: Marcus

    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.