Don Corleone said I m gonna make him an offer he cant refuse


12:07 am, June 24, 2010
Pages
Recent Posts
Most Popular Posts
Last Blackberry Note
Categories
Recent Comments
Login




Register | Lost your password?
New eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

eBook : Kayurie

Kayurie : kumpulan cerpen & puisi, free reading online

Kayurie - view online


Surat Dari Jakarta (3)
By. marcus . February 11th, 2010 at 9:08 am
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Surat Dari Jakarta (3)

Gemuruh guntur dilangit malam ini menjadi temanku yang setia.
Aku selama beberapa saat ini mengalami kelucuan social, kelucuan karena aku memperhatikan dalam kehidupan yang membuatku merasa lucu, kesal, dan bertanya-tanya, lalu dari pristiwa kelucuan social itu, timbul pemikiran-pemikiran, apakah aku selama ini telah menjadi manusia apa adanya?
Aku tanpa befikir seribu kali aku berkata aku telah menjadi apa adanya, seperti pandangan yang benar ada selama ini bahwa “hendaklah ia menjadi dirinya sendiri”, tapi pada nyatanya semua orang telah berlomba menjadi diri-diri yang lain, mereka rajin mengenakan topeng-topeng kehidupan, rajin memunafikkan diri, rajin mengotori jiwa-jiwa suci mereka dengan segala macam kepalsuan dan penyangkalan, lalu apakah aku dengan menulis ini telah menaifkan diri, apakah aku dengan menulis ini telah menjadi sok moralis, aku sekali lagi telah menjadi apa adanya dengan berani mengatakan apa adanya, dan aku telah menjadi diri sendiri dengan segala keberaniaan menerima cap “naïf”, aku harus berani mengatakan apa yang ada, apa yang benar, sekalipun harus disingkirkan dari social yang lucu ini.
Coba perhatikan IA yang diusir dari masyarakatnya, dan harus menangung salib diakhirnya, IA yang dengan berani mengecam mereka-mereka yang mengenakan topeng-topeng kehidupan, mereka-mereka yang rajin memunfaikkan diri.

11/2/2010 6:02 AM
Markus AP

  • Share/Bookmark

2 Responses to “Surat Dari Jakarta (3)”

Novi Haryono - February 16th, 2010 - 10:29 am
 

Topeng itu ada karena merasa diri tak mampu diterima, tak mampu bersaing, tak mampu tampil apa adanya…

marcus - February 16th, 2010 - 10:38 am

@Novi Haryono : “tak mampu tampil apa adanya” aku suka kalimat ini, intinya ia mengenakan sesuatu yang yang menyelubungi kesadarannya dan kesungguhan dirinya sendiri…

Leave a Comment

Top Commentators
Twitter Updates
    News
    • 8:48 am, March 21, 2010
      22 Maret 2010, Realase eBook "What's In My Mind" yang dapat diakses bebas dan didownload bebas
      From: Marcus

    • 8:46 am, March 21, 2010
      23 Maret 2010, Markus Manifesto memperingati 6 tahun perjalanan, “6th Anniversary, 6 year journey telling you the truth”, kami mengucapkan terima kasih kepada pembaca setia kami, yang selama ini telah menyertai perjalanan kami.
      From: Marcus

    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.