Parodi : Kapan Kawin?
Paling sebel sebenarnya kalau disuru kumpul dengan keluarga, tapi karena kewajiban social ya mau gak mau harus dilakukan, kemarin seharian saya baru saja ngumpul sama keluarga diTangerang, sebagian besar keluarga sudah tidak lagi tinggal diSemarang, semua sudah hijrah ke Jakarta, dan sebagian besar tinggal diTangerang, dan hari itu sebagian kecil keluarga yang masih tinggal diSemarang pun datang ke Jakarta, memperingati satu tahun meninggalnya oma kami tersayang.
Kebetulan saya cucu kesayangan banget…Opa dan Oma…ihhhh cute nya Omm cus….
.
Jadi kalau gak karena Oma gak mungkin saya datang.
Sebenarnya kalau pun saya gak datang pasti Oma disana paham…karena pasti saya jadi bulan-bulanan Omm dan Tante heheheh
…. tapi nanti kalau gak datang dibilang gak menghormati mendiang Oma…yah jadi mau gak mau datang lah, sekedar memunculkan batang hidung…padahal ya batang hidung saya yang mancung ini kalau ditunjukin juga gak ada yang mau liat.
Rencana awal sekali…cuma mau tunjukan kehadiran…absent absent, setelah itu kabur….eh tapi malah stuck sampai jam 10 malam ohmmm my gosh…
Adik saya paling kecil pun demikian, akhirnya ia sampai pasang tweet di twitter “Rencana cuma sebentar, stuck ditangerang”….and I said me too….
Acara pun dimulai tanpa ada pembukaan atau penutupan…gak ada pidato segala, yang jelas semua sudah hadir, jadi acara dimulai.
Biasalah kalau udah acara kumpul keluarga pasti isinya adalah acara bincang-bicang dan ramah tamah.
Ini kumpul keluarga atau rapat camat sih koq ada ramah tamah segala….hahahah…yah begitulah adanya.
Seperti biasa ibu-ibu apa lagi kalau tidak agenda utamanya adalah gossip, dari cuma acara gossip ria, bicara tentang kerjaan dan macam-macam,lalu acara makan-makan, nah sampailah ke topic utama….acara intrograsi penjahat….
Dengan topic pembahasan
“KAWIN” a.k.a “NIKAH” a.k.a “MARRIED” a.k.a “SEGERA NIKAH”
Dengan agenda utama sidang mendengarkan keterangan tersangka, dengan tuduhan “tidak menikah-menikah”…untung belum pembacaan tuntutan jaksa penuntut…hahahah
.
Sebenarnya ini terjadi oleh siapa saja yang dikatagorikan telat kawin, wait..wait ini kawin apa nikah? Kalau kawin mah….heheh
Okeh no comment…no comment….
Jadi nikah aja lah maksudnya…mang kambing kawin…heheh ![]()
Maka intrograsi awal dimulai dari Tante saya yang di Tangerang tanya “Kamu kapan kawin??????” duh banyak banget tanda tanyanya….
Saya cuma bisa nyengir, menunjukan gigi…
Dan belum sempat dijawab…
Tante saya yang dari Semarang tanya lagi “Koe koq yo ra kawin-kawin toh…”.
Dalam hati saya berkata “tolong ya, kawin dan nikah itu beda loh menurut kamus bahasa Indonesia, maka garis bawahi N.I.K.A.H bukan K.A.W.I.N”….tapi apa mau dikata hati saya tidak bersuara nyaring…jadi mereka gak dengar…dan sekali lagi saya cuma unjuk gigi…cengir-cengir.
Eh cengiran saya belum selesai yang satu lagi nanya “Yoi ki, ra kawin-kawin piye toh…si ‘anu’ (sepupu saya) anake wis papat (empat), si ‘kui’ anake wis loro, kalah koe, adek mu anake wis loro…..kakange piye ki ketinggalan kereta terus”…
Hehehe jangan heran sepupu saya emang si anu dan si kui…wkwkwkwk
Saya barusan berasa lagi kayak ditanya sama Ki Manteb…heheheh
….capey deh….modyar koe cus…..masa punya anak empat dibilang menang, dan yang gak punya anak karena belom nikah dibilang kalah……bah apa kata dunia….…..
Akhirnya saya cuma cengir-cengir lagi.
Ehhhh dikiranya kalau cengir-cengir intrograsi akan berakhir…gak akan, malah tambah gencar….dengan pertanyaan yang intinya sama saja…
“Lah yang kemaren dibawa mana…koq gak dibawa lagi, kan sudah pas tuh cantik…Lah ya mbok wis…cepet dilamar….”
Tante saya yang satu lagi nambahin…
“Wait wait….Mas cus….tante nya mas cus berapa sih….????”
Kalau mau tau Tante saya delapan, Omm saya dua, jadi kalau semuanya nanya, saya harus beri sepuluh argument kepada kesepuluhnya…
Tapi hari itu saya cuma bisa nyengir lagi..
“Iya tuh…mana? Kan cantik”…sepupu saya nyeletuk…
Karena serangan makin bertubi-tubi dan kali ini bukan hanya Tante dan Omm, maka akhirnya saya jawab juga pertanyaan mendesak itu dengan keinginan mengclearkan situasi…
Saya jawab…
“Udah lewat….” Maksudnya sudah bubar…
Ehhh bukan malah berhenti pertanyaan makin panjang…
“Edyan koe…ganti meneh…wong ayu koq mbok tinggal toh…”
(Maap diklarifikasi ya saya gak ninggal ya…., kenapa ya selalu cowo baik-baik kayak gue harus disangka meninggalkan wanita….capey deh)
Tapi jika saya harus klarfikasi ditengah tekanan TIM KPK ini maka bakal tambah panjang pemeriksaan, maka saya bilang saja…
“Ho oh wis lewat…udah dua kali ganti malah….” Gubrakssssss……
“Heh…koe koq ganti-ganti terus toh ya….”.
Saya cuma bisa nyengir…akhirnya saya menjawab dengan tegas….
“Ya ya ya, nanti gampang lah kawin…kapan-kapan….gitu aja koq repot, doain aja segera” kata saya.
Akhirnya serangan pertanyaan dari TIM KPK pun berhenti…karena udah males nanya….
Tentu saya paham lah, kehebohan mereka tentang segera atau tidaknya saya menikah itu karena rasa sayang keluarga ke saya…tapi kan gak bisa diburu-buru juga.
So gitu aja koq repot…jomblo bukan berarti gak laku kan, belum nikah juga bukan berarti gak payu (laku) toh, menikah itu kan bukan seperti membalikkan telapak tangan, bukan berarti bisa membalik telapak tangan besok bisa nikah.
Seorang sahabat bilang “kambing aja mau kawin milih…”, kalau kambing saja bisa berhati-hati, tentu kita lebih dari kambing…dan tentu kita bukan kambing kan, heheheh
Saya tentu tak punya dasar ilmiah yang harus dijelaskan kenapa koq nikah buat saya jadi hal yang tidak mudah…mungkin tepatnya bahwa menikah adalah proses pertimbangan yang matang, tapi bukan berarti banyak pertimbangan dan gak kawin-kawin…eh maksud saya nikah….
Memilih pasangan bukan berarti saya pemilih yang serba perfect loh…disini bisa diartikan kita harus cari pasangan yang dicermati dengan hati-hati, dijajaki dengan keseriusan, disamakan visinya, dibangun ikatan hubungannya, dibangun dasar-dasar kebersamaanya, jangan sampai salah…sebab ada yang sudah menikah, eh setelah menikah malah mau sendiri aja, abis semuanya baru tau kalau pasangannya gak se indah yang dibayangan kan, sulitnya saling bersama, egoisme jadi peran yang menonjol, masalah prinsipil yang seharusnya bisa dicari titik temu malah jadi problem yang gak ketemu-ketemu, maka daripada terburu-buru yah hal ini harus dicermai…kalau sampai salah siapa yang mau tangung jawab????.
Tentu kan bukan Tulang,Teteh,Cici, Kokoh,Tante,Omm,Opa or Oma yang tangung jawab, kita sendiri yang harus menangung sebuah konsekuensi yang diambil, sebab tentu kalau sudah nikah gak bisa dibatalkan, katanya kan nikah buat seumur hidup, bukan kalau gak cocok sedikit cerai atau selingkuh wah ya berabe kan…nanti jangan-jangan masuk infoteiment lagi….
![]()
28/2/2010 11:27 AM
Markus AP



20 Responses to “Parodi : Kapan Kawin?”