international
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

language
Surga (prosa)
By. marcus . January 29th, 2010 at 9:35 amtour
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Surga

 

    Kata orang surga ada diatas sana, jauh diatas langit, lebih jauh dari matahari, lebih jauh dari bintang-bintang, lebih jauh dari batas jagat, jauh jaraknya jutaan tahun cahaya, tak tahu berapa satuaanya, jauh-jauh entah dimana, mungkin juga dekat, dekat disini.
    Kata orang surga ada didalam Tuhan, semua yang ada, ada didalamNya, bintang, langit, matahari juga, juga jagat raya ada didalamNya.
Lalu bagaimana itu bisa jadi kata orang?, jika demikian Tuhan ada didalam pikiran kita? Apa mungkin, mana mungkin?
    Kata orang untuk kesurga melalui pintu besar, dibalik pintu, hamparan putih indah seindah langit putih, bahkan lebih indah.
    Kata orang surga itu indah, lebih indah dari alam dibumi, sungai-sungai berair bening, laut-laut biru, sebiru langit, bersih bening sebening kristal, air tak seperti air dibumi, murni lebih murni dari air botol atau air kali, mengalir menembus obyek-obyek, mengalir dan murni semurni Roh-Roh.
    Kata orang surga itu kaya, lebih kaya dari semua orang kaya, segala yang ada dibumi ada disana, dedaunan hijau tak bisa mati, hewan-hewan tak saling bersaing, taring tak punya arti.
    Kata orang surga itu terang, lebih terang dari matahari, tak ada mendung, tak ada gelap, karena matahari bukan matahari, terang itu bukan berasal dari matahari, hangatnya tak seperti matahari, hangatnya penuh cinta juga penuh damai, terang itu mengusir pedih.
    Kata orang surga itu tenang, setenang dan lebih tenang, saat kita tak pusing tentang kekasih, tak pusing tentang tubuh yang sakit, atau uang yang tinggal sedikit, tenang lebih tenang, dari malam yang sunyi, tanpa suara apa-apa, tenang setenang pelesir dipantai parang tritis, lebih tenang setelah bercinta setengah mati.
    Kata orang surga itu tak ada derita, kita tak lagi merasa sedih, tak lagi merasa menangis, tak lagi merasa miskin, tidak lagi miskin, tak ada lagi maut, tak ada lagi mati, tak lagi merasa beban, tak ada beban, tak ada penat, tak ada sakit, sesak, sayat tak terasa, pedih apa lagi, semua yang sulit-sulit didalam pikiran, dada, hati, katanya sirna, tak ada.
    Lalu bagaimana kita bisa berempati dengan perasaan orang jika kita tak mengenal derita?, atau mungkin disurga sana kita menjadi orang yang tak merasakan apa yang dirasa orang lain, karena memang berempati itu sama dengan derita itu sendiri.
    Kata ku surgaku, ada diatas bukit, rumah berdinding batu berisi buku, tempatku duduk dalam damai sepanjang hidupku, segera ingin aku kembali padaMu setelah nanti matiku.

29/1/2010 9:13:54 AM
Markus AP

advertise

Similar/Related Posts

  • No related posts found.

Leave a Comment

 

feed
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA faq