Surat Dari NewYork (15)
Kenapa tak kau biarkan sebuah pedang menghujam dalam kejantungku, atau sebuah peluru menembus kepalaku, lalu aku pergi menghadapNya?
Jika mungkin aku ingin kau yang melakukannya.
Karena, aku benar-benar tersiksa dengan keadaan itu. Keadaan yang selalu tanpa alasan, selalu tanpa jawaban tepat, selalu penuh ke egoisan, keegoisan dirimu.
Dan dalam keadaan yang demikian, aku berharap tidur dan tidak ingin terbangun lagi, ingin pergi menghadapNya dan tak kembali kedalam kehidupan, apa lagi melihat keadaan itu?, keadaan yang selalu tanpa alasan.
Aku mati, saat aku menghadapi dirimu yang juga mati…
NewYork City
2/1/2010 7:22 PM
Markus AP


Everybody call him Marks, peoples say he is outgoing, caring, nice, cool, gentleman, humble, straight to the point, sometime he so quite, relegius, Intelligent, thinkers, honest, Confident, social butterfly, helpful & friendly. He always said : ‘Im still learn many thing in this life, Im not PERFECT person, Im not SUPER, or im not done in this life, especially with my self, so don’t expect too much, I just being my self. I just being what God want me to be.. In my life i just make everything simple, my life is to love, doing the best for me and another. “Hey life is not easy but make it simple”.








2 Responses to “Surat Dari NewYork (15)”