Parodi : Love Is Not A Game

Belakangan ini saya memulai tahun baru dengan kesibukan yang lumayan padat, dari meeting sampai ngurusin orang curhat, kalau yang satu itu gak bisa di hilangkan dalam kehidupan saya, mau saya punya masalah pribadi pun, orang-orang suka gak tau dan masih sanggup saya menjadi pendengar untuk masalah mereka.
Yah itulah kehidupan saya.
Maka jika kali ini saya sempatkan menulis, itu juga disela kesibukan yang padat.
Saya kan banyak kerjaan booo, bukan kelayapan gak jelas, bukan ngerjain orang gak jelas, apa lagi nyakitin orang…ahhh jauh-jauh deh dari hidup saya sifat-sifat begitu Heheehe
Kali ini saya sedikit sinistic dengan apa yang belakangan saya perhatikan dalam kehidupan, mungkin anda gak lihat, gak pernah memperhatikan, tapi saya melihat, dan tergelitik ingin menulis tentang apa yang saya lihat itu dalam hidup.
Jelas dijudul saya tulis dengan gamblang “Love is not a game”, artinya, cinta bukan mainan, entah apakah ada arti lain teserah anda….
Tapi cus boleh dong, main-main sama cinta?
Ya itu teserah anda sih, kalau saya sih ogah…males…gak mau. Kalau kita bisa serius untuk masalah itu kenapa harus main-main?
Tapi kan hidup harus enjoy cus, jangan terlalu serius?
Ya hidup harus enjoy, tetapi seberapa sering kita enjoy sampai melupakan bahwa hidup juga harus serius, dan jika kita mengunakan cinta untuk mainan, yang ada malah enjoy kita menyakiti orang lain?, apakah itu hal baik?, mungkin malah mendatangkan karma buruk buat hidup kita sendiri.
Baiklah kita mulai….anda tentu tak pernah tahu, siapa yang anda temui dalam kehidupan, maksud saya, seseorang yang tiba-tiba anda temui lewat dalam kehidupan anda dan singgah dalam hidup anda lalu kemudian ia jadi bagian special dalam kehidupan anda. Tapi anda baru mengetahui apakah ia tepat, saat hubungan itu mencapai taraf yang lebih serius, dan diuji kemana hubungan itu akan berjalan…..
Dalam perjalanan anda mencari…berburu…hunting…pasti anda gak pernah menduga..pasti anda gak pernah sadar siapa yang anda temui.
Sebagian dari anda ketemu yang brengsek…yang rupanya hanya ingin FUN saja. Seperti yang terjadi pada kenalan saya. Pasti sebelnya sampe ke ubun-ubun…pengen marah gak bisa, pengen kesel cuma sampai dihati.
Saya paham koq…saya tahu rasanya koq….
Tapi bukan berarti anda tak bisa ketemu yang benar-benar dan serius, kan?
Masih banyak koq yang serius….dan bukan yang brengsek.
Maka terus lah mencari…gak bisa cuma duduk diam berdoa saja. You need active and action.
Maka untuk mencari, berburu pribadi yang barusan saya sebut, tentu tidak lah mudah…kayak nyari jarum didalam jerami, susah boo…tapi bukan berarti gak ada kan.
Anda harus menemui dulu beberapa yang brengsek…sampe mungkin akhirnya menemukan yang beneran gak brengsek….hey its life…this how its works.
Dari pengalaman dan pengamatan saya disekitar kenalan dan teman, sebagian besar yang saya temui, mereka mau mencari seseorang yang setia,serius,baik, dan mencintai dan ingin bahagia bersamanya .
Tentu kadang ditambahi dengan embel-embel, ganteng, kaya, tajir, sexy….ah apapun alasannya, itu hak masing-masing.
Walau jarang yang nyari dengan hal-hal yang mentally, spiritually, dan dewasa-ly…hehhehe, kehidupan dan kenyataan yang saya lihat, masih menomor satukan yang kelihatan daripada yang gak kelihatan, its real, saya gak bisa sangkal….(Baca The end of Masculinity dan The end of feminine).
Tapi intinya….semua orang pasti ingin bahagia menemukan pasangannya yang serius tadi….kayaknya loh.
Tapi saya menjadi sangat prihatin, rupanya ada sebuah gejala entah itu gejala social atau psikologis, bahwa gak semua orang berfikiran seperti itu, entah apa yang membuat hidupnya tidak ingin dan berfikir demikian, nanti saya bahas.
Rupanya ada orang-orang yang sengaja, atau tidak sengaja, atau sadar tidak sadar, mencari..eh maksud saya mungkin tepatnya berburu, “pasangan” (dalam tanda kutib), hanya untuk fun, hanya untuk hidupnya biar enjoy, biar hidupnya berwarna, hanya agar hidupnya ada hiburan…jauh dari mengejar kebahagiaan jangka panjang….intinya “gue happy” (peduli amat loe happy apa nggak).
Entah mungkin agar ada teman bobo siang….
Entah mungkin agar ada seorang yang memperhatikan…
Entah mungkin agar ada seorang yang memanggilnya dengan mesra dengan sebutan “sayang”…”love”…”honey”.
Entah mungkin agar ada sosok yang bisa memanjakannya…
Entah mungkin agar ia bisa membalas sakit atau kegagalannya dimasa lalu…
Entah lah….
Lalu gimana mengetahuinya cus yang begituaan?
Sebelum saya jawab, entah anda setuju atau tidak dengan saya, menurut saya, sebuah hubungan dua pribadi yang “BENAR” dan “SEHAT”, adalah sebuah hubungan yang “saling” (BALANCE), saling membutuhkan, tergantung, membangun, melengkapi, tak ada dua pribadi, yang masing-masih sudah menjadi sempurna, satu – satu pasti ada kurangnya, maka gimana dan bagaimana memahami, menerima, melengkapinya, membangunnya, menjadikannya menjadi sempurna atas kekurangan, tentu atas dasar cinta, dan tujuan yang jelas….gak main-main, serius dong serius…tentu sebuah hubungan yang sesuai dengan pandangan tadi menuju ke sesuatu yang lebih “serius”.
Saya pakai contoh diri saya sendiri deh…ehheheh, *promosi mode on*
Saya kenali diri saya ini pemikir, serius, keras, tegas, penyayang (menurut saya sih), pandai, and berpegang pada prinsip-prinsi, tentu pasangan saya juga ada kurang ada lebihnya, yah yang jelas keduanya harus bisa melengkapi, membangun, tadi…yah ada singkonisasi lah….biar Balance.
Misalkan saya terlalu mencintai…ga mungkin kan pasangan saya cuek bebek kayak bebek….tentu bakal kesel terus saya, “gue cintai koq adem ayem kayak kulkas aja…dingin boo dingin….”.
Atau saya yang tegas dan berfikir cepat…ga mungkin kan pasangan saya yang santai-santai, mikirnya telat melulu, keburu belanda datang….bahkan ada masalah tidak diselesaikan dengan baik dan cepat……harus diendappp lama, kalau bisa dicuekin aja, kalau bisa dilupakan saja….stress deh gue….
Tapi bukan berarti kedua tipe tadi tidak sesuai loh dengan pribadi saya….
Maka sekalipun anda tipe yang cuek, atau yang telat mikir melulu…ya intinya tadi…keinginan untuk membangun, untuk menyesuaikan diri…development boo development…gak stuck di satu hal saja terus-terusan.
Tentu anda setuju dengan pandangan saya tadi. Harus setuju…gak setuju gue jitak neh…hehhehee
.
Maka jelas simple aja koq, …kita bisa mengetahui seberapa serius pasangan anda, apa jangan-jangan anda punya pasangan yang maunya enaknya aja, yang maunya hanya fun saja….maka untuk mengetahuinya anda bisa lihat dari sikap dan prilakunya, bahkan cara pandangnya terhadap hubungan itu, dari sana juga anda bisa mengukur kedewasaanya.
Maka, apakah pasangan anda mencintai anda juga dengan penuh makna…
Bukan bilang “I love u” nya asal-asalan…tapi penuh penekanan dan makna…dan kalau bilang I love u ya tetap tidak berubah, tidak malas-malasan, tidak kemarin I love u, sekarang I love someone else (apa lagi kalau dapat gebetan laen, atau korban laen)….gubraksss…..ngeselin kan booo.
Maka, apakah pasangan anda mau belajar untuk saling memahami dan melengkapi, menyatukan dua pemikiran…
Bukan teserah gue…ini pikiran gue, itu pikiran loe…stuck terus dong….perhatikan seringnya ia mengunakan kata “terserah apa kata loe”, “terserah apa yang loe pikirin”. Bukankah ada bahasa yang lebih baik… ![]()
Maka, apakah pasangan anda mau saling berbagi dengan persoalan hidup atau masalah pribadi…
Bukan ini gue, itu loe…gak usah ngurusin gue, ini urusan gue….cape deh…. ![]()
Maka, apakah saat anda berdua menghadapi masalah bisa diselesaikan bersama…
Bukan “gue males bahas”, kalau pun dibahas tidak saling terbuka dan membangun, dibahas tidak dengan duduk bersama dalam kedewasaan, tetapi tetap berdiri pada pandangan masing-masing, atau malah bisa ia berkata “kita udahaan aja ya” (alias kabur dari masalah), selesai juga sih akhirnya maksud saya hubungannya yang selesai…..cepek deh…. ![]()
Maka, apakah pasangan anda punya pemikiran kedepan untuk hubungan yang serius …
Bukan saat anda bicara hal yang serius, dia bilang “belom kepikir”, “bisa gak ngomongin yang lain”, besok-besok kalau dibahas lagi…jawabannya sama lagi…atau jangan-jangan jawabannya beda ia berkata “kita udahaan aja ya”….kabur bok kabur…ting tong…capcai deh…
Dan percaya dengan saya, sebentar lagi abis bubar dengan anda, ia akan berburu lagi mencari the next victim…karena baginya sebuah hubungan hanyalah for fun.
Mungkin korban selanjutnya, berondong,keren,kaya…yang bisa saja lebih gak serius tapi bisa memenuhi hasratnya….heheheh siapa tau?.
Maka dari penjelasan saya tadi, kita bisa tau nih, seberapa “get in to you” nya nih pasangan anda, seberapa hubungan itu dibikin langeng, dan baik….apakah semua hal diusahakan untuk baik….adakah keseimbangan alias balance nya…jangan tekor melulu…ibarat pembukuan kan masa gak balance.
Maka kalau anda sudah melihat ketidak seimbangan tadi, melihat tanda-tanda tadi, dari sana anda tahu lah…pribadi ini serius gak mengarungi hidup dalam biduk berdua…(lagunya katon dong), masa anda sudah siap diatas biduk, dia masih mau lengang kangkung mikirin hal lain…atau asik fun fun yang gak jelas…egois digedein, mau dicintai tak mau mencintai….aneh kan….
Maka hati-hati…jangan-jangan pasangan anda hanya tipe yang mau fun saja, mau mewarnai hidupnya dengan wanita atau pria-pria, yang bisa memperhatikan kebutuhan batinnya saja, tetapi tak pernah mau mencapai sebuah keseriusan dalam sebuah hubungan. ….”TIDAK PERNAH MAU SERIUS”…love for them is only a game, is matters of fun…
Dari sana juga anda bisa lihat keseriusannya juga kedewasaanya.
Saya tak perduli usianya tua atau muda…jelas kedewasaanya masih dibawah rata-rata, cara pandangnya masih sempit, point of view nya masih belum luas, ya abis gimana mau luas, orang love is only a game, is matters of fun…It’s a green boo is too green in this fuckin life…
Jika anda termasuk yang saya sebut diatas, apakah anda terbuka pikirannya, sadar dan mengakui, atau..malah bilang “ah bisa-bisanya loe aja cus”…atau “apa kata loe deh”, dari situ saja anda bisa liat it’s still too green booo….gimana mau SERIUS, wong dewasa aja gak bisa… love for them is only a game, is matters of fun…. Nothing more…no deeper meaning…
21/1/2010 6:45 AM
Markus AP


Similar/Related Posts