Surat Dari NewYork (9)
Pernahkah kamu tau kenapa seseorang baru merasakan penyesalan begitu dalam ketika ia telah kehilangan segala yang berharga yang seharusnya ia pelihara dengan baik sejak dulu, kenapa seseorang merasakan penyesalan begitu setelah ia harus diberikan pukulan keras oleh Tuhan, entah lewat apapun caraNya yang bijak.
Kenapa penyesalan selalu datang disaat-saat akhir, sedang seseorang tak pernah merenungkannya sebelum ia melakukan kesalahaan.
Itu kenapa aku menolak menghianati cinta, itu kenapa aku menolak untuk menyerah dan lari dari perjuanganku, karena aku akan menyesal kemudian dan kehilangan semua harga diriku kemudian. Aku tak mau kehilangan harga diriku, aku tak mau menyesali sesuatu kemudian. Karena penyesalan akan nampak jadi sesuatu yang tak berarti jika seluruhnya telah terlambat. Apa artinya hidup jika kita memiliki terlalu banyak penyesalan dikemudian, penyesalan yang tak akan mengembalikan sesuatu, penyesalan yang tak akan mengubah sesuatu.
Apakah aku sebagai laki-laki harus menyerahkan harga dirinya demi nafsu yang semu, dan kemudian kehilangan semuanya. Aku menolak itu, aku tak ingin jalan itu.
NewYork City
Markus AP
25/12/2009 1:31 PM



2 Responses to “Surat Dari NewYork (9)”