trademarks
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

privacy
jobs
Surat Dari NewYork (7)
By. marcus . December 23rd, 2009 at 10:04 am
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Surat Dari NewYork (7)

Memandang “NewWeds” Karya Duane Michals  dan “Man and Wife on the Staten Island Ferry, New York” Karya Mary Ellen Mark, seperti memandang keabadian cinta yang diharapkan semua orang, keabadian yang seharusnya ada dalam hati dan pikiran dua cinta saat bersumpah janji dihadapan Tuhan, janji yang diucapkan bukan karena sebuah rangkaiaan prosesi dan kata-kata belaka, tetapi janji yang suci yang sucikan oleh Sang Maha Tinggi, dan semua agama mempercayai sebuah ikatan suci dihadapan yang Maha Tinggi.
Mungkin, “Man and Wife” dalam karya Marry Ellen Mark benar-benar mengerti akan hal itu, hingga saat ia tua pun, keduanya nampak berpelukan erat, dengan senyum tanpa beban kebahagiaan yang membahagiakan, cinta yang tidak dikotori, cinta yang tulus, cinta yang kuat, cinta yang tak bisa dirubuhkan karena lupa janji suci yang pernah dikatakan.
Indah.
Indah. Begitu membahagiakan.
Aku bahagia melihat karya itu, indah lebih indah dari karya pelukis masa Reanisance, atau pun wajah Monalisa yang tersenyum tetapi kehilangan sosok senyum yang lain. Kebahagiaan dalam karya Duane mewakili gambaran dalam benak ku, begitulah seharusnya kehidupan, kehidupan yang penuh dengan rasa yang tak bisa digambarkan atau ditukar dengan apapun juga, tidak juga dengan uang, tidak juga dengan kemewahaan, sebab saat kita berani menukar semua itu dengan hal-hal yang “lebih rendah” maka kita juga direndahkan.
Mungkin gambaran tadi ada karena janji suci yang tak terlupakan, janji suci yang disucikan dihadapan Tuhan, dan Tuhan menghadirkan senyum kebahagiaan diwajah mereka.
Tapi siapakah yang benar-benar menanggapnya benar-benar suci, hingga tak ingin melanggar kesucian janji itu?
Siapakah yang telah melanggarnya dengan mengobral janji-janji yang lain kepada pribadi yang tidak disucikan dihadapan Tuhan.

Marriage is not a noun; it’s a verb. It isn’t something you get. It’s something you do. It’s the way you love your partner every day. – BARBARA DE ANGELIS

NewYork City
22/12/2009 10:09 A.M.
Markus AP

 

 

2 Responses to “Surat Dari NewYork (7)”

Gak banyak orang yang benar-benar memahami arti janji suci yang sebenarnya…

@Novi Haryono : mustinya ada karena apa yang kita katakan itu yang harus kita pegang, disitulah proses nya kesucian tadi…apa lagi kata yang kita ucapkan itu dihadapan Tuhan….

Leave a Comment

 

YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA suggest