Tout doit être fait, rien ne peut changer, seul Dieu peut changer les choses pour le mieux, mais je voulais terminer, parce qu\'il a laissé de profondes blessures, douloureux, très douloureux ....


5:21 pm, January 14, 2010
Pages
Blackberry Note
  • Percaya Diri
    March 15, 2010 | 9:28 am Percaya diri tidak timbul karena segala sesuatu hal yang external dalam diri kita, tetapi segala sesuatu yang internal yang ada didalam diri kita, yang terbangun karena kita memiliki keunikan yang tak dimiliki manusia manapun dimuka bumi ini – Markus AP
  • RSSArchive for Blackberry Note »
About The Author
Everybody call him Marks, peoples say he is outgoing, caring, nice, cool, gentleman, humble, straight to the point, sometime he so quite, relegius, Intelligent, thinkers, honest, Confident, social butterfly, helpful & friendly. He always said : ‘Im still learn many thing in this life, Im not PERFECT person, Im not SUPER, or im not done in this life, especially with my self, so don’t expect too much, I just being my self. I just being what God want me to be.. In my life i just make everything simple, my life is to love, doing the best for me and another. “Hey life is not easy but make it simple”.

Recent Posts
Categories
Recent Comments
Reply Comments
Top Commentators
  • irh (102)
  • Novi Haryono (60)
  • annz (57)
  • Ir'eNe (43)
  • viona (43)
  • cis (28)
  • novia (19)
  • dianahalim (18)
  • nefertiti (17)
  • suz4n (13)
  • -Anne (11)
  • hanny_aza (11)
  • Melda (11)
  • anastasia (10)
  • febz (9)
Login




Register Lost your password?
New eBook : What's In My Mind

coming soon 22 March 2010


Surat Dari NewYork (6)
By. marcus . December 22nd, 2009 at 11:30 am
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Surat Dari NewYork (6)

Wanita-wanita 9th Avenue saat tengah malam berdiri, menanti pelangannya lewat sambil menjajakan diri, wanita-wanita 9th Avenue  menanti pria-pria yang membutuhkan jasa mereka untuk semalam.
Tapi  hanya musim dingin seperti ini mereka tak nampak berdiri lama disana, alam sekali lagi menghentikan mereka, dingin membuat mereka tak lama berdiri disana, keselamatan mereka hanya datang saat pelangan membawanya ke hotel murah 20 dollar untuk semalam atau gang-gang sepi bau sampah.
Kehangatan seketika yang didapat dalam semalam, tanpa cinta-tanpa perasaan apa-apa. Tanpa sensasi indah apa-apa, tanpa kemesraan apa-apa.
Mungkin setelah itu ia jijik, mungkin juga nikmat, mungkin juga merasa sesak, mungkin juga merasa penat. Setidaknya malam itu ia diselamatkan dari dingin nya alam.
Diselamatkan dari guyuran Hujan atau Salju. Diselamatkan oleh Alam, Oleh murka Tuhan lewat dingin.

Lalu tanyaku dalam hati, seperti pernah aku tanyakan dulu-dulu pada hati.

Apa alasan wanita-wanita itu hidup dalam cara yang demikian?
Wanita yang diberikan Tuhan keindahaan telah membuat hidup nya sendiri direndahkan.

Apa alasan wanita-wanita itu hidup dalam cara yang demikian?
Wanita yang demikian dimana pun selalu menjawab atas alasan ekonomi, atas alasan perut. Sedikit yang menjawab atas alasan kenikmataan, dan alasan profesi.

Jika benar karena alasan perut atas alasan ekonomi, tentu hidup mereka tidak bahagia, dan sengsara, dan mungkin saat cinta benar-benar datang pada hidup mereka, ia diangkat dari kesengsaraan, ia dikeluarkan dari nerakanya, maka ia mungkin saja mengsyukuri Tuhan lebih dari semua orang. Tapi apakah benar demikian?
Bicara mengsyukuri maka sebuah pembicaraan menjadi tak pernah habis, karena disana bicara tentang keimanan seseorang kepada Tuhan….kepercayaannya kepada Tuhan, yang hanya diukur oleh orang itu sendiri.

Maka maaf  jika ini menjadi sebuah pemikiran keras…kasar…tidak sopan ku atas wanita-wanita.

Jika demikian apa bedanya wanita 9th Avenue dengan wanita-wanita yang lain, yang tinggal dirumah-rumah besar, tinggal dalam kemewahaan, tetapi tidak mendapatkan kebahagiaan cinta dan menukar kehidupan bahagianya dengan alasan ekonomi dan alasan perut?.
Lalu siapa yang dapat berfikir demikian…”aku lebih baik lapar, aku lebih baik mati, daripada aku kehilangan kebahagiaan, daripada aku kehilangan cinta, dan aku tak mau menukar kebahagiaan cinta hanya demi urusan lapar”
Nampaknya tak ada….
Nampaknya hanya aku saja yang terlalu naif percaya dan berpegang pada hal itu, maka biarkan saja aku diasingkan, dijauhi dari kehidupan tetapi aku menolak hidup menyerah pada kemunafikan….

NewYork City
21/12/2009 10:59 P.M.
Markus AP

  • Share/Bookmark

2 Responses to “Surat Dari NewYork (6)”

Novi Haryono - January 20th, 2010 - 1:28 pm
 

Mungkin bagi sebagian orang hidup mewah tanpa kebahagiaan adalah perjuangan… Perjuangan atas perut yang lapar… Perjuangan atas hidup yang lebih layak daripada harus tinggal di kolong jembatan… Perjuangan atas kehidupan orang2 yang dia sayangi agar lebih baik… n Perjuangan atas hal2 yang lain…

marcus - January 20th, 2010 - 1:56 pm

@Novi Haryono : bisa jadi begitu, tapi bisa jadi tidak begitu…karena ada juga seorang yang punya kemampuan untuk menghidupi dirinya sendiri tapi ia hidup dalam situasi yang ia pilih karena tak mau meninggalkan kemewahaan…something like that lah…

Leave a Comment

Twitter Updates
    News
    • 1:40 am, February 15, 2010
      Selamat Hari raya Imlek Kong Xi Fat Chai, semoga keberhuntungan ditahun macan memberikan sejahtera bagi kita semua...Kong xi Kong xi...
      From: Markus

    • 3:47 am, January 5, 2010
      Kami Turut Kehilangan Yang Mendalam Atas Berpulangnya Presiden Ke 4 RI Abdulrahman Wahid - Gus Dur, Semoga Amal, Perbuatan Dan Ajaran, Semangat Purlalisme nya Selalu Diteruskan Oleh Bangsa Ini. Kita Semua Sangat Kehilangan Akan Pemikiran dan Semangatnya Bagi Demokrasi Di Indonesia. Selamat Jalan Gus Dur...
      From: Markus

    • 9:05 am, December 31, 2009
      Markus Manifesto mengucapkan selamat Tahun baru 2010 semoga kesuksesan, kebahagiaan, cinta menyertai kita semua. Semoga ditahun 2010 Indonesia makin maju dalam segala bidang.
      From: Markus

    InspectorWordpress has prevented 0 attacks. Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.