Never settle for being second when you know you deserve to be first, letting go isn\'t a sign of weakness, it\'s a sign you\'re strong enough to move on...


7:13 am, September 1, 2010
Pages
Recent Posts
Most Popular Posts
Last Blackberry Note
Categories
Recent Comments
Login




Register | Lost your password?
New eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

eBook : Kayurie

Kayurie : kumpulan cerpen & puisi, free reading online

Kayurie - view online


Surat Dari NewYork (6)
By. marcus . December 22nd, 2009 at 11:30 am
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Surat Dari NewYork (6)

Wanita-wanita 9th Avenue saat tengah malam berdiri, menanti pelangannya lewat sambil menjajakan diri, wanita-wanita 9th Avenue  menanti pria-pria yang membutuhkan jasa mereka untuk semalam.
Tapi  hanya musim dingin seperti ini mereka tak nampak berdiri lama disana, alam sekali lagi menghentikan mereka, dingin membuat mereka tak lama berdiri disana, keselamatan mereka hanya datang saat pelangan membawanya ke hotel murah 20 dollar untuk semalam atau gang-gang sepi bau sampah.
Kehangatan seketika yang didapat dalam semalam, tanpa cinta-tanpa perasaan apa-apa. Tanpa sensasi indah apa-apa, tanpa kemesraan apa-apa.
Mungkin setelah itu ia jijik, mungkin juga nikmat, mungkin juga merasa sesak, mungkin juga merasa penat. Setidaknya malam itu ia diselamatkan dari dingin nya alam.
Diselamatkan dari guyuran Hujan atau Salju. Diselamatkan oleh Alam, Oleh murka Tuhan lewat dingin.

Lalu tanyaku dalam hati, seperti pernah aku tanyakan dulu-dulu pada hati.

Apa alasan wanita-wanita itu hidup dalam cara yang demikian?
Wanita yang diberikan Tuhan keindahaan telah membuat hidup nya sendiri direndahkan.

Apa alasan wanita-wanita itu hidup dalam cara yang demikian?
Wanita yang demikian dimana pun selalu menjawab atas alasan ekonomi, atas alasan perut. Sedikit yang menjawab atas alasan kenikmataan, dan alasan profesi.

Jika benar karena alasan perut atas alasan ekonomi, tentu hidup mereka tidak bahagia, dan sengsara, dan mungkin saat cinta benar-benar datang pada hidup mereka, ia diangkat dari kesengsaraan, ia dikeluarkan dari nerakanya, maka ia mungkin saja mengsyukuri Tuhan lebih dari semua orang. Tapi apakah benar demikian?
Bicara mengsyukuri maka sebuah pembicaraan menjadi tak pernah habis, karena disana bicara tentang keimanan seseorang kepada Tuhan….kepercayaannya kepada Tuhan, yang hanya diukur oleh orang itu sendiri.

Maka maaf  jika ini menjadi sebuah pemikiran keras…kasar…tidak sopan ku atas wanita-wanita.

Jika demikian apa bedanya wanita 9th Avenue dengan wanita-wanita yang lain, yang tinggal dirumah-rumah besar, tinggal dalam kemewahaan, tetapi tidak mendapatkan kebahagiaan cinta dan menukar kehidupan bahagianya dengan alasan ekonomi dan alasan perut?.
Lalu siapa yang dapat berfikir demikian…”aku lebih baik lapar, aku lebih baik mati, daripada aku kehilangan kebahagiaan, daripada aku kehilangan cinta, dan aku tak mau menukar kebahagiaan cinta hanya demi urusan lapar”
Nampaknya tak ada….
Nampaknya hanya aku saja yang terlalu naif percaya dan berpegang pada hal itu, maka biarkan saja aku diasingkan, dijauhi dari kehidupan tetapi aku menolak hidup menyerah pada kemunafikan….

NewYork City
21/12/2009 10:59 P.M.
Markus AP

  • Share/Bookmark

2 Responses to “Surat Dari NewYork (6)”

Novi Haryono - January 20th, 2010 - 1:28 pm
 

Mungkin bagi sebagian orang hidup mewah tanpa kebahagiaan adalah perjuangan… Perjuangan atas perut yang lapar… Perjuangan atas hidup yang lebih layak daripada harus tinggal di kolong jembatan… Perjuangan atas kehidupan orang2 yang dia sayangi agar lebih baik… n Perjuangan atas hal2 yang lain…

marcus - January 20th, 2010 - 1:56 pm

@Novi Haryono : bisa jadi begitu, tapi bisa jadi tidak begitu…karena ada juga seorang yang punya kemampuan untuk menghidupi dirinya sendiri tapi ia hidup dalam situasi yang ia pilih karena tak mau meninggalkan kemewahaan…something like that lah…

Leave a Comment

Top Commentators
Twitter Updates
    News
    • 1:12 am, August 29, 2010
      Follow us on twitter @markusmanifesto
      From: Marcus

    • 8:48 am, March 21, 2010
      22 Maret 2010, Realase eBook "What's In My Mind" yang dapat diakses bebas dan didownload bebas
      From: Marcus

    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.