Never settle for being second when you know you deserve to be first, letting go isn\'t a sign of weakness, it\'s a sign you\'re strong enough to move on...


7:13 am, September 1, 2010
Pages
Recent Posts
Most Popular Posts
Last Blackberry Note
Categories
Recent Comments
Login




Register | Lost your password?
New eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

eBook : Kayurie

Kayurie : kumpulan cerpen & puisi, free reading online

Kayurie - view online


Surat Dari NewYork (4)
By. marcus . December 21st, 2009 at 3:28 pm
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Surat Dari NewYork (4)

Apa manfaatnya hidup jika hidup tidak punya arti, jika hanya satu dua saja yang mengerti, hanya satu dua saja yang paham, tapi kemudian tak lagi mengerti apa artinya hidup, jika tak sama sekali berarti.

Apa gunanya menulis, jika tidak mengubah apapun, menulis menghabiskan banyak kata-kata, tetapi hanya berakhir pada sedikit orang yang mencoba memahaminya, dan paham, lalu untuk apa terus-terusan mencoba mengubah pemikiran seseorang, jika memang ia keras seperti batu, dan hatinya sama sekali tidak memiliki rasa lagi, jiwanya benar-benar bebal, untuk apa orang demikian coba dirubah?. Tak ada manfaatnya.

Lalu apa pentingnya disebut dewasa, jika ia sama sekali lupa apa artinya kemerdekaan, apa artinya cinta, apa artinya kebahagiaan. Lalu apakah yang dewasa itu adalah mereka yang menyingkirkan semua itu lalu berpegang dengan istilah yang disebut “realitas”.
Dan mereka yang terus-terusan berpegang pada hal yang “idealis” disebut sebagai anak kemaren sore, anak bau kencur yang harus lebih banyak belajar apa itu realitas.

Lalu siapa yang sesungguhnya lari dari realitas? Siapa yang sanggup berdiri teguh diatas prinsip-prinsip kebenaran atau dengan alasan realitas ia tak berani berpegang pada kebenaran? Bukankah seorang dewasa harus menghadapi kesulitan hidupnya, bukan lari, bukankah seseorang dewasa tahu melihat apa yang akan terjadi dikemudian bukan hanya merasakan yang enak disaat sekarang…
Sama seperti buat apa seseorang tidak setia pada cintanya jika kemudian harus menyesal dan kehilangan orang yang dicintai, buat apa mabuk berjudi jika kemudian miskin…bukankah kedewasaan menolak melakukan itu semua karena melihat sesuatu yang buruk dikemudian hari.
Melihat dan merasakan, merenungkan, mendapatkan pelajaran, mengerti banyak hal, paham banyak hal, bukankah itu kedewasaan yang tidak diperoleh anak-anak.

Aku baru saja membaca sebuah kata-kata bijak “Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…” aku kemudian bahagia mendengar itu, karena selama ini aku berpegang pada cinta, dan selalu merasakan kedukaan, kedukaan karena dihianati walau sudah mencintai, kedukaan dihempaskan walau sudah mencintai.
Tapi aku bahagia, aku bahagia karena mencintai, walau aku dihari-hari ini aku mengeluh lelah, mengeluh bosan, mengeluh sesak, mengeluh marah, sampai berkata untuk apa manfaatnya hidup lagi, jika semua serasa sudah selesai dikerjakan dengan segala cara yang paling baik.
Kalau begitu, aku ingin pergi ketempat yang tak bisa dijangkau seseorang, tidak juga kamu, karena mungkin itu perjalanan paling terakhir buatku. Entah kemana itu, tetapi aku ingin segera pergi ketempat yang jauh itu, tak lagi berfikir tentang semua yang ada disini atau disana, tak lagi merasakan semua rasa yang sesak karena semua hal yang ada disana.
Kalau begitu, aku menanti waktunya, aku ingin sesegera, aku tak sabar, aku ingin segera pergi, pergi ke perjalanan paling terakhir buatku. Entah kemana itu.

NewYork City
21/12/2009 3:21 AM
Markus AP

  • Share/Bookmark

2 Responses to “Surat Dari NewYork (4)”

Novi Haryono - January 20th, 2010 - 1:46 pm
 

Tugas kita adalah menabur.. menabur.. dan terus menabur.. hingga tiba saatnya untuk menuai..
Jika apa yang kita tabur gak mendapat respect dari orang yang kita tuju.. mungkin saja.. apa yang kita tabur itu akan berguna bagi orang yang bukan kita tuju

marcus - January 20th, 2010 - 1:59 pm

@Novi Haryono : hmmmm setuju…. happy happy happy

Leave a Comment

Top Commentators
Twitter Updates
    News
    • 1:12 am, August 29, 2010
      Follow us on twitter @markusmanifesto
      From: Marcus

    • 8:48 am, March 21, 2010
      22 Maret 2010, Realase eBook "What's In My Mind" yang dapat diakses bebas dan didownload bebas
      From: Marcus

    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.