Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

search
Surat Dari NewYork (10)
By. marcus . December 25th, 2009 at 11:06 pm
research
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Surat Dari NewYork (10)

Siapa yang tidak bahagia dapat melihat senyum diwajah orang yang dicintainya. Seorang Oscar Wide akan bersyair tentang kebahagiaan bukan kesedihan, seorang Gibran akan bertutur tentang kebahagiaan juga bukan nestapa.
Seperti aku pun bahagia melihat senyum diwajah orang-orang yang kucintai. Di wajah kasih yang terkasih.
Selalu berdoa agar senyum yang membahagiakan itu tak pergi, tak pernah pergi.

Tapi disaat seperti ini aku tak sanggup lagi bertanya kepada Tuhan, apakah akan ada senyum yang abadi, akankah ada kebahagiaan yang abadi, hanya pemohonan-permohonan saja yang bisa disampaikan kepadaNya agar kebahagiaan itu tak pergi.
Lalu apa kehendak Tuhan kali ini, apakah ini sebuah pekerjaan yang harus diselesaikan, apakah menjadi maha karya terakhir kemudian aku mencapai perjalanan terakhirku.
Jika Tuhan berkata “belum” siapa yang dapat berkata “sudah”, tak ada yang dapat menentang Tuhan.
Aku tak sanggup bertanya semua itu kepada Tuhan, tapi aku bertanya pada hati tentang pertanyaan itu, aku rela hati untuk apapun kemauaanNya.
Semoga dan semoga, biarkan senyum itu indah, tidak sekejap, tidak dalam waktu singkat. Dan terjadilah kehendakNya bukan kehendakku.

NewYork City
25/12/2009 11:00 PM
Markus AP

2 Responses to “Surat Dari NewYork (10)”

Tuhan gak pernah menjanjikan padang rumput akan selamanya hijau.. tapi Tuhan menjanjikan kekuatan dan penghiburan untuk menghadapi padang rumput yang kering…

@Novi Haryono : Amennnnn amennnnn thanks to GOD….setuju banget

Leave a Comment

 
information

forum
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA