Never settle for being second when you know you deserve to be first, letting go isn\'t a sign of weakness, it\'s a sign you\'re strong enough to move on...


7:13 am, September 1, 2010
Pages
Recent Posts
Most Popular Posts
Last Blackberry Note
Categories
Recent Comments
Login




Register | Lost your password?
New eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

eBook : Kayurie

Kayurie : kumpulan cerpen & puisi, free reading online

Kayurie - view online


Pesan Cinta Blackberry (cerpen)
By. marcus . September 9th, 2009 at 6:43 pm
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Pesan Cinta Blackberry

    Malam ini aku lelah, kesibukan seharian membuatku pulang lebih awal, aku tiba dirumah lebih awal dari biasanya, masuk kedalam kamar, menyalakan PC yang terletak dimeja kerjaku, saat bersamaan tone Blackberryku berbunyi, sebuah pesan muncul di Yahoo Messanger ku.
    Kay :
    “Lg ap??”
    Secure :
    “Lagi mau nulis, km?”
    Kay :
    “Nulis ap?”
    Secure :
    “Nulis cerpen, but belum start, km gi apa?”.
    Kay :
    “Ak gi d plazza, knp?”
    Secure :
    “Ga pp, mksdku km sedang apa skrg?”
    Ia pun terdiam lama, dan tiba-tiba tone Blackberryku pun berbunyi kembali.

    Kay :
    “I Miss You…”,
    Tak perlu waktu lama untuk aku menjawab pesan itu, dengan sebuah kalimat
    Secure :
    “I Miss You And I Love You So Much”.

    Aku tahu kalimat yang dikirimkannya, kalimat yang tidak biasa, aku tahu ia sangat merindukanku, aku dapat merasakannya jauh dari tempatnya mengirim pesan, sedang aku yang berada diruanganku,  jauh dari tempatnya aku bisa benar-benar merasakan kalimat itu dari hatinya yang rindu.
    Entah daya magis apa, entah apa sebutannya, mungkin karena ikatan batin ini begitu kuatnya begitu sakral, walau kita terjebak dalam sebuah situasi yang pelik, penat, gersang, tapi aku tak perduli, daya magis itu ada, ikatan batin itu kuat, dan kita begitu sakral, karena cinta, sakral karena cinta.
    Dan saat aku menjawab kalimat itu, kalimat itu juga bukan kalimat biasa, seperti kebanyakan orang berkata rindu tetapi tak memaknainya sebagai kerinduaan, aku merindukannya, aku benar-benar merindukannya, sampai rasa didalam sini begitu sesak, begitu berat, sesak karena kata itu hanya bisa tersampaikan lewat kecangihan teknologi, bukan lewat tatapan mata ku yang tajam memandang matanya yang indah dan bukan juga lewat ungkapan kalimat dari nada yang lembut keluar dari mulut.
    Sekali lagi, ungkapan kerinduaan itu tersampaikan lewat sebuah kecangihan teknologi.
    Entah daya magis apa, entah apa sebutannya, mungkin ini yang disebut sebagai kesunguhan cinta, kesunguhan yang kuat, pekat, keras, sekeras kemauaanku untuk berdiri mencintainya dengan melawan keadaan, melawan tradisi, melawan tetek bengek apapun namanya yang disebut norma, Bullshit semua itu.
    Cinta adalah cinta, apapun keadaanya.
    Cinta tak bisa dibelengu oleh keadaan apapun.
    Sekalipun norma yang diagungkan oleh mereka yang menyebut diri masyarakat beradab.
    Dan sekali lagi cinta itu, ya cinta itu tetap ada semuanya tergantung seberapa mampu cinta itu berdiri kokoh melawan semua terpaan yang ada.
    Aku mencintainya titik.
    Aku mencintainya titik, tanpa koma.
    Ia mencintaiku titik.
    Ia mencintaiku titik, tanpa koma.
    Dan akan jadi koma, saat cinta ini runtuh jika salah satu diantara kita berhenti mencintai lagi. Entah karena maut memisahkan atau karena hati yang menjadi beku, karena cinta itu pergi. Amit-amiit, aku benci pikiran buruk dan pergilah pikiran buruk. 
    Entah lah, aku tak pernah memikirkan sesuatu yang begitu buruk. Aku tak pernah menyukai pikiran-pikiran buruk.
    Bagiku selama kedua cinta itu ada, apapun tak akan pernah bisa merubuhkan keadaan kita, tak akan ada yang bisa menerpa kita, kecuali salah satu menyerah kalah pada keadaan, menyerah kalah pada teorema atau kekolotan norma.
    Aku tak menyerah kalah, aku tak mau untuk kalah, apa lagi dengan sesuatu yang menginjak-injak kesucian cinta, aku pasti berdiri melawan. Pasti aku melawan. Dan jika ingin disalahkan, salahkan Tuhan yang menghadirkan cinta dalam hati kami, salahkan Tuhan atas cinta ini.
    Bukan kami.
    Bukan kami.
    Bukan aku.
    Bukan ia.
    Bukan teknologi.
    Tapi Tuhan.
    Tapi aku tahu Tuhan tak akan pernah bisa disalahkan, cinta ini ada karenaNya, dan cinta ini ada karena kehendak dan maksudNya.
    Jika benar cinta ini karenaNya siapa yang berani melawanNya? Apakah norma berani melawanNya?.
    Cinta itu dari Tuhan, Cinta ini dari Tuhan, kalau begitu biarkan norma melawan Tuhan, biarkan aku mencintainya karena Tuhan, biarkan aku cinta karena Tuhan, dan biarkan apapun berhenti melawan Tuhan, berhenti melawan Cinta. Berhenti menginjak-injak kesucian cinta.
    Tiba-tiba tone Blackberryku pun berbunyi lagi.
    Kay :
    “Mas…?”
    Secure :
    “Ya sayang”
    Kay :
    “Masih mau nulis??”
    Secure :
    “Bisa ditunda koq ga pp”
    Kay :
    “Km udah mkn belum?”
    Secure :
    “Sudah, maaf ak gak nunggu km, jd ngambil sendiri mknnya”
    Kay :
    “Ahahahahahahaha…!!”
    Secure :
    “Hehe, Maaf ya yank”
    Kay :
    “Maafin ak y yaaank…”
    Secure :
    “Maafin km? km gak salah koq”
    Kay :
    “Maafin g bs nemenin km mkn…”
    Secure :
    “Is ok”
    Kay :
    “Bentar lagi ak pulang koq…”
    Secure :
    “Iya, ak tunggu..”
    Kay :
    “Aku kangen km…”
    Secure :
    “Ak juga, yank boleh ak jujur, ak ga bohong”
    Kay :
    “Ap ?”
    Secure :
    “Saat ini, my tears is falling, I wish we can be like this everyday, its true, malu ak jdnya”.
    Kay :
    “So…sweet…, ak jd terharu…yank…”
    Secure :
    “Someday u will see it again, when I said I love U”
    Kay :
    “Oy…beneran yaaank..,”
    Secure :
    “Iya”
    Kay :
    “Btw, km mau bwt cerpen ap?”
    Secure :
    “About us maybe, boleh?”
    Kay :
    “Oy?”
    Secure :
    “Iya”
    Kay :
    “Boleh, km blm ngantuk?”
    Secure :
    “Belum, nunggu km kan, nunggu km pulang”
    Kay :
    “Heheee….iya y ??”
    Secure :
    “Aku akan menunggu km pulang”
    Kay :
    “Tp nti sampe rmh…ak mu mandi dl yaaaa…”
    Secure :
    “Terus?”
    Kay :
    “Yaaaank…”
    Secure :
    “Ya”
    Kay :
    “Yank, YM ku koq kdg g connect y?, Km gt g?”
    Secure :
    “Singtel emang suka error br hari ini emang gt”
    Kay :
    “Ooo…gt..”
    Secure :
    “Iya error trus”
    Kay :
    “Oooo…”
    Secure :
    “Km dah makan?”   
    Kay :
    “Udah sayaaaank…”
    Secure :
    “Ooo, mkn apa?”
    Kay :
    “Mkn ayam hainan…+ brokoli.., km?”
    Secure :
    “Mkn bihun”
    Kay :
    “G mkn nasi??”
    Secure :
    “Mkn dikit”
    Kay :
    “Koq dikit..Ak kangeeeen km…”
    Secure :
    “Iya ga mau byk2 hihi, ak juga kgn kgn your smile and voice”
    Kay :
    “Yaaank…bentar lg ak offline ya…”
    Secure :
    “Iya”
    Kay :
    “Udh mau smp rumah…”
    Secure :
    “I hope I can meet u in my dream, love u”
    Kay :
    “Love u too…nite honey..”
    Secure :
    “Nite sweetheart”

    Kay has signed out
    Secure has signed out

    Malam makin malam, gelap makin gelap, malam ini tak ada angin diluar sana, kering seakan kerontang, sedang ruangku sepi aku sendiri, aku sendiri saat sedang memandang ke ruangku yang kosong.
    Sepi saat aku sedang sibuk dengan cerpenku, cerpen kita, tulisanku, seketika itu seolah ia hadir disana, diruangku, melangkah dengan tenang menghampiriku, melingkarkan kedua lengannya memeluk aku dari belakang, lalu mencium rambutku tanda rindu, ia tahu bagaimana menghentikan kesibukanku dengan cara yang halus.
    Malam itu ia hadir, hadir begitu nyata, aku berharap akan jadi nyata. Selamanya nyata.
    Lalu aku berhenti menulis, melupakan semua kesibukan, melupakan semua pikiran yang berat, lalu berdiri memeluknya erat tak ingin lepas, tak ingin lepas, tak ingin lepas, bukankah jiwa yang menyatu tak ingin lepas?, tak ingin lepas, lalu perlahan aku mencium keningnya tanda sayang, sambil berdoa dalam hati, “My GOD, My GOD…With All My Heart I love You GOD and I Love Her”.

    Markus AP
    September 09, 2009 – 9:56:48 PM

  • Share/Bookmark

28 Responses to “Pesan Cinta Blackberry (cerpen)”

suz4n - September 10th, 2009 - 9:47 am
 

romantis bangettt
jadi pengen nangis

marcus - September 10th, 2009 - 12:11 pm

@suz4n : thank u

Miss L - September 10th, 2009 - 9:57 am
 

cieeeehhhh, pewiwiiiiiiddddddd…..

marcus - September 10th, 2009 - 12:13 pm

@Miss L : opo toh pweiwiiiddd emang priwitin bencong hehhehee big grin big grin

anastasia - September 10th, 2009 - 10:12 am
 

setelah baca ni cerita, cuman satu yg ada dipikiran aku, keingat mantan yang ada di pulau dewata.

but, life must go on…
good story happy

marcus - September 10th, 2009 - 12:13 pm

@anastasia : wah ikutz sedih sad

Novi Haryono - September 10th, 2009 - 10:37 am
 

Duch… so sweet… Kali ini bener2 ‘TWO TUMBS UP’
Dalem banget… nyentuh buanget… salut ma loe…
‘Tetap berdiri atas nama cinta’
Hari ini pengen ketawa tapi kok malah nangis ya….???
Hmmmmmmmm….

marcus - September 10th, 2009 - 12:15 pm

@Novi Haryono : wah jgn nangis dong crying thank u anyway…

suz4n - September 10th, 2009 - 1:02 pm
 

tapi beneran bagus koq mas so touching
bener bener touching banget
ak jadi pingin nangis

marcus - September 10th, 2009 - 4:08 pm

@suz4n : jangan nangis non atau mbak…

irh - September 10th, 2009 - 1:35 pm
 

holy god huhuhu
“TWO TUMBS UPS” sad, gila, dan lu cus selalu nulis tulisan yang bener2x gila, bener2x huhuhuhu i always love your works, keren!

marcus - September 10th, 2009 - 4:09 pm

@irh : * blushing * jadi malu happy thank u anyway…

febz - September 10th, 2009 - 5:34 pm
 

permisi…. numpang mampir mas… salam kenal sy suka dengan tulisannya

marcus - September 10th, 2009 - 5:42 pm

@febz : terima kasi, senang berkenalan…mampir lagi ya…thx

devieriana - September 10th, 2009 - 6:13 pm
 

Wow, percakapan ini kok mengingatkanku pada sesuatu eh seseorang ya, xixixix.. So real.. big grin big grin big grin

marcus - September 10th, 2009 - 7:04 pm

@devieriana : hehee seseorang itu bukan saya toh mbak hehehe *getok getok kepala* big grin big grin laughing laughing

jos - September 11th, 2009 - 5:13 pm
 

its nice story

marcus - September 11th, 2009 - 5:18 pm

@jos : thank u, u welcome

cis - September 16th, 2009 - 2:37 pm
 

omm koq lagi seneng bikin cerita yang berhubungan dengan blackberry si?
anyway busway romantis ceritanya ko

marcus - September 16th, 2009 - 2:53 pm

@cis : ah masa sih yang kemaren2 malah bahas ttg sepeda big grin tongue, thank u anyway for reading…

irh - September 16th, 2009 - 5:59 pm
 

Qu’advient-il de nouveau avec vous? Pourquoi tant de femmes, font toujours mauvais pour vous??

marcus - September 16th, 2009 - 6:04 pm

@irh : Je ne sais pas, j’ai essayer et essayer

irh - September 16th, 2009 - 6:12 pm
 

Pourquoi ne vous connais pas. Qui diable est-elle?

marcus - September 16th, 2009 - 6:15 pm

@irh : je ne sais pas, i suer i suer je ne sais pas…je ne sais pas, no comment…don’t ask me, je ne sais pas

astried - October 26th, 2009 - 11:26 am
 

It’s looks so real, romantic and touching
Good works Mark….

marcus - November 14th, 2009 - 12:56 pm

@astried : thank you

Fachrezy Zulfikar - April 9th, 2010 - 3:38 pm
 

bagus banget…
aku suka…aku suka…

marcus - April 10th, 2010 - 8:44 am

@Fachrezy Zulfikar : thank u….selamat datang, dan silahkan berkunjung kembali… happy

Leave a Comment

Top Commentators
Twitter Updates
    News
    • 1:12 am, August 29, 2010
      Follow us on twitter @markusmanifesto
      From: Marcus

    • 8:48 am, March 21, 2010
      22 Maret 2010, Realase eBook "What's In My Mind" yang dapat diakses bebas dan didownload bebas
      From: Marcus

    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.