Parodi : Oh Mi GOD…Oh Mi GOD
Kelakuan manusia-manusia koq lama-lama makin aneh!
Wait wait cus mang loe bukan manusia? Heheh ya iya sih, saya juga manusia, eh salah ya…saya mahluk planet lain koq heheh..maka jangan kaget juga kalau saya aneh membahas tentang manusia yang aneh.
Saya jadi sering merenung koq bisa ya Tuhan sabar dengan manusia yang diciptakanNya itu, yang dalam segala kelakuaanya suka membingungkan. Saya aja bingung koq Tuhan gak bingung ya
….cus cus kalau Tuhan sampe bingung, tentu kiamat pasti segera terjadi cus.
Coba bayangkan…manusia yang egois, manusia yang maunya menang sendiri, manusia yang tanpa sadar sering kali tidak memperhatikan isi hati manusia lain.
Dari sini saja saya bisa bilang rupanya berkaca pada diri sendiri itu tidak mudah, saya sendiri pun tigapuluh tiga tahun jadi manusia, suka bingung dengan diri sendiri, suka menangis dengan diri sendiri, suka tertawa dan tersenyum melihat kelakuaan manusia lain, tetapi juga jadi sedih sendiri rupanya saya mentertawai diri saya sendiri juga.
Maka saya sering bilang pada semua orang “Im still learn many thing in this life, Im not PERFECT person, Im not SUPER, or im not done in this life, especially with my self, so don’t expect too much, I just being my self. I just being what God want me to be”. Karena semampu dan seusaha saya untuk mawas diri.
Sering saya bilang saya tak sempurna, juga tidak super, karena saya sering harus belajar dari orang lain, dari diri sendiri, dari pengalaman, dari apa yang saya lihat, dari apa yang saya dengar, dengan berharap pelajaraan tadi membuat saya be better person tiap saat.
Dalam catatan ini, saya mencoba melongok apa yang saya temui dalam kesehariaan, pegalaman yang saya pelajari dari kesehariaan.
Suatu hari saya sedang ngobrol dengan seorang kenalan, dan kira-kira percakapan singkatnya begini.
Saya : Kenapa koq belom married?
Dia : Takut disakiti
Saya :
Wah ya cinta itu resiko kalau gak berani kapan majunya
Dia : Belum ada yang pas aja.
Stop-stop-stop…sampe disana saya tutup langsung oborlan diatas untuk dibahas, pertama takut?, saya pikir itu hak semua orang untuk takut dan tak mau disakiti, normal koq, saya saja yang gak takut aja, masih bisa disakiti, masih bisa ketipu, apa lagi yang takut, pasti nemunya ya yang nyakitin melulu, karena ada pepatah kan bilang, apa yang kita takutkan itu yang terjadi toh.
Lalu gimana dengan urusan pas pasan tadi…ini benar-benar mengelitik saya, saya dulu sering juga ngomong gitu, tapi baru kali ini disadarkan.
Pas? (Mungkin pas artinya sempurna)
Pas pribadinya, Pas baiknya, Pas dompetnya, Pas gantengnya, Pas kerennya.
Atau pas pengen mobil bisa beli mobil.
Pas pengen punya apartemen bisa beli apartemen.
Pas pengen BB bisa beli sepuluh BB.
Apakah begitu? Pertanyaanya “PAS” atas criteria siapa? Cape deh.
Kalau pas atas criteria kita, its mean kalau anda berfikir cowo ganteng itu seperti Brad Pit, maka bisa jadi anda pengen punya cowo yang kayak Brad pit…mimpi kale…..mbak mbak…Brad pit cuma satu, Bread Talk banyak, tuh mampir aja di Mall Taman Anggrek, Mall kelapa Gading.
Koq jadi iklan….
So dengan begitu bukankah kita mengharapkan seseorang yang sesuai dengan pribadi kemauaan kita? Ada kriteria tertentu untuk pas tadi toh? Wah saya gak tau kriterianya apa? Mungkin karena cantik kriterianya ya dapetnya yang ganteng, normal, tapi kalau gak cantik masa mau kriteria yang ganteng? Kapan dapetnya? Wihhhh sadis…
Sebenarnya saya mau bilang, kita sering mengharapkan hal-hal baik atau perubahan terjadi pada orang lain yang kita harapkan, tapi rupanya kita lupa menjadi lebih baik seperti orang lain harapkan…yah gak usah jadi seperti orang lain harapkan deh, jadi baik aja deh buat diri sendiri, jadi oke buat diri sendiri.
Lucu kan kalau kita mau pasangan yang tidak egois, rupanya kita sendiri egoisnya digendong kemane-mane…egoisnya sampe terkenal kemana-mana, kita mau diperhatikan orang lain nyatanya malah kita tak pernah bisa menjadi pasangan yang memperhatikan pasangan kita sendiri.
Kita boleh melakukan kesalahan kecil, kalau kita salah harus diwajarkan tetapi rupanya pasangan kita melakukan kesalahan kecil saja fatal, kita jadi marah sampe kemana-mana.
Mau dimengerti tapi tak mau mengerti.
Kasarnya kita mau kebaikan yang baik-baik buat kita, tapi tanpa kita pernah melakukan satu pun kebaikan…lucu…padahal prinsip kehidupan ini terjadi baik jika kita melakukan hal baik. Jika kita menabur hal baik maka kita akan mendapatkan hal baik, tapi kalau maunya yang pas pas tadi,
Egois toh…
OMG….Oh mi GOD Oh mi GOD
Nape lu cus Tuhan koq dipanggil-panggil…so who can explain to me? Kecuali sang penciptanya sendiri toh.
Makanya saya suka bingung
pusingggggggggg mikirin manusia… ![]()
![]()
Sesunguhnya zzzzoba zoba saja kalau kita cukup sadar dan mawas diri sedikit saja.
Mana ada orang sempurna, yang sempurna cuma Tuhan, kita jadi lebih baik saja sudah cukup baik kan, maka tak salah kalau kita yang baik tadi menerima hal baik juga.
Udah ah, udah mau pagi kepala dah pusing mikirin manusia…mending saya bobo, kembali ke planet saya.
17/9/09 3:30 AM
Markus AP


Everybody call him Marks, peoples say he is outgoing, caring, nice, cool, gentleman, humble, straight to the point, sometime he so quite, relegius, Intelligent, thinkers, honest, Confident, social butterfly, helpful & friendly. He always said : ‘Im still learn many thing in this life, Im not PERFECT person, Im not SUPER, or im not done in this life, especially with my self, so don’t expect too much, I just being my self. I just being what God want me to be.. In my life i just make everything simple, my life is to love, doing the best for me and another. “Hey life is not easy but make it simple”.







(1 votes, average: 4.00 out of 5)
25 Responses to “Parodi : Oh Mi GOD…Oh Mi GOD”