Malam itu saya belum pulang kantor, maklum masih betah dikantor, abis mau pulang gak enak juga gak ada yang dikerjakan dirumah, kasur juga kosong (gak ada temannya), rumah sepi, males nonton TV, jadi kesimpulannya daripada dirumah bengong kan…mendingan saya dikantor, ramah tamah dengan penghuni Facebook & Twitter, menjawab permasalahan pelik mereka yang lajang atau menikah…duh kesannya konsultan banget deh…hihihihi. :D
Jam sudah menunjukkan pukul 6 lebih, nyaris jam 7, wah saatnya tutup warung nih karena pegel juga seharian duduk…saat itu saya sudah mau siap-siap pulang, gak enak kan kalau saya dikunciin di dalam kantor lagi sama satpam, apa lagi kalau malam para penghuni kantor yang asli mulai
Dulu juga pernah ada teman…eh tar dulu…itu teman saya ya?.
Dia sih ngakunya teman saya.
Hmmmm ya deh dengan terpaksa saya akui dia teman, saya ingat teman saya itu dengan still yakinnya bilang kalau saya “MASIH JOMBLO TULEN”, pake ditulis terang-terangan di FaceBook lagi…gak sopan…ih merusak pasaran kan!. *Sigh*
Ya saya harus akui dengan gantlemen, kalau saya benar masih single, tapi im also available…gak yang Read Moretour
jedah ukuran
berusaha menyatukan
pikir dan senyuman
mencoba melawan
kenyataan
mengharapkan mimpi
yang terwujud
Kita tak harap jauh diantara
jedah jarak
berusaha merajut
satu dan erat
mencoba mencinta
dalam keadaan pelik
mengharap doa-doa
didengar jadi nyata
1:40 PM 27/8/2009
Markus AP
Tapi pagi itu, Bossnya boss rupanya udah sampe juga pagi-pagi, yah selisih dikit sama saya.
Tar dulu Boss Cus, mang sapa Bossnya boss? Yah gue kan terbilang Boss, tapi gue sebagai Boss punya Boss juga, bayangin aja seorang CEO diatasnya masih ada Komisaris, yah anggap aja gitu. Gitu aja koq repot..heheh.
Dan karena dia udah sampe juga pagi-pagi, akhirnya dia nelponin sapa yang datang pagi-pagi (mungkin dia telponin semua Divisi kali ya atau bisa jadi cari temen ngobrol pagi-pagi), dan rupanya pagi itu yang angkat telpon pas diruangan saya, atau bisa aja dia tau kalau saya emang pasti udah sampe pagi-pagi.
“Cus keruangan saya ya…”
“Oke” Read More
Bukan karena latah saya ikut-ikutan nulis tentang Noordin, buktinya sudah sekian lama baru saya tergelitik untuk nulis, jujurnya gak ada yang lucu dengan membahas Noordin, apa lucunya wong Noordin juga gak ada lucu-lucunya, dia aja mainnya bom, TNT, tembakan, mungkin baru terlihat lucu kalau ia tembak-tembakan sama polisi tapi ia pake tembakan dari plastic.
Rupanya tembakan sunguhan yang dipakai, ya ga lucu kan, serem malahaan…gak lucunya lagi profesi Noordin bukan comedian tapi kerjaanya membunuhi orang, dengan keahliaanya meracik bom.
Kenapa ya gak daftar aja ke Gegana Polri biar biasa bantu polisi? Kerjanya koq malah musuhin polisi, nyusahin
Keinginan itu mengharap
Apakah hanya hayal
Doa-doa itu memohon
Seperti dongeng cerita itu
Bertutur
Seperti drama ceritanya
Mungkin tragis di akhir
Ah…
Kita hanya pemimpi
Yang bermimpi
Tentang kebahagiaan
Kita hanya penghayal
Yang berhayal
Tentang cinta
Apakah hanya sampai hayal
Keinginan itu mengharap
Apakah hanya hayal
Doa-doa itu memohon
Semoga tidak…
Semoga saja tidak…
21/8/2009 6:38 AM
Markus AP
Bisa menjadi lebih baik kenapa memilih jadi lebih buruk?
Bisa menjadi mulia kenapa memilih tidak mulia?
Setelah mulutnya kehausan karena ngoceh panjang kali lebar kali tinggi tentang cerita pengalamannya lalu ia pun terdiam…, saya pun mulai gantian bertanya…”Men…jadi pria Macho itu gimana sih men caranya?”.
Ia pun mulai lagi mendongeng…yang katanya, kalau pria Macho itu, katanya bisa mengaet wanita,lalu ganteng, pintar merayu, kaya, jago diatas ranjang, badannya six pack (ga tau deh buat ngepack apaan), yang terakhir…dia bilang
Malam ini diam tak terampik
Kabut sunyi
Dalam lagu rindu aku bersenandung
Mengenang masa
Mengerang rasa
Melihat hari
Menjejak wujud dalam angan
Malam ini aku menangis
Malam ini aku tak berani bersyair
Kabut sunyi
Dalam lagu rindu aku bersenandung
Mengharap masa
Menghuruf cerita
Berharap kisah tak cepat berakhir
16/8/2009 8:23 PM
Markus AP
