Percikan Perenungan : Militansi
Dunia tak akan berubah manis, saat dunia dan peradaban dibuat menangis oleh kekerasan, terror, dan pembantaiaan, sejarah mencatat ledakan yang meluluh lantakkan kedutaan besar Amerika 18 April 1983 dan menara kembar WTC berantakan bersama ribuan lebih korbannya pada peristiwa 11 September, lalu saat ratusan korban melayang pada peristiwa Bali, puluhan pada peristiwa Marriot.
Dunia tak akan jadi santun, tetapi hanya menyisakan sejarah hitam, jika ada korban jiwa, nyawa melayang, ibu kehilangan anak, bayi terkelupas kulitnya terbakar, semua itu terjadi bisa karena sebuah militansi mengatas namakan kebenaran dengan kekerasan.
Militan bisa saja berangkat dari pendapat yang dibenarkan, bisa saja berjalan atas dasar kebencian, mengagungkan kebenaran yang sakral sekalipun, dan apapun dalilnya, apapun tujuannya, sekalipun atas nama Tuhan, apa lagi politik, ter apa lagi karena kepentingan segelintir manusia, militansi ngawur pemikiran sempit, tak lagi berlaku dijaman yang ingin dikehendaki santun.
Militansi hendaknya menentang ketidak adilan, korupsi, kejahatan dengan cara yang lebih santun, dengan militansi diri yang tak ingin dicemari oleh kekotoran, bukan dengan kekerasan apa lagi pembantaiaan.
19/7/2009 8:45 AM
Markus AP


