participate
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

Parodi : Nyontreng Je
By. marcus . July 8th, 2009 at 8:48 am
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Parodi : Nyontreng Je

  pemilu2009  Katanya sebagai warga Negara yang baik, kita harus ikut mengsukseskan pemilu dengan aman dan adil, memilih pemimpin negara untuk memimpin bangsa ini kedepan, katanya itu bagian dari kewajiban warga Negara, dan katanya lagi kalau golput itu bukan warga Negara yang baik…katanya katanya terus koq cus…ya abis saya cuma nyontek apa kata politikus di TV, maklum saya kan bukan politikus.
    Maka sebagai warga yang baik pagi-pagi saya sudah bangun pagi (padahal tiap hari juga bangun pagi), mandi, gosok gigi dan siap-siap nyontreng, begitu pula orang-orang lain  pasti juga melakukan hal yang sama, malah ada yang sudah ke salon dan pake sangul, kebaya dan ngantri menunggu nyontreng, duh jeng mau kondangan ya..heheh.
    Sejujurnya saya bingung juga mau milih siapa, habis, bukan pilihan pemimpinnya  semuanya jelek loh, bagus-bagus koq, keren-keren, ganteng-ganteng, pinter-pinter, hebat-hebat. 
    Coba saja lihat iklan dan programnya, entah yang mau memberikan pinjaman ke anak muda sebagai modal usaha, (wah saya kan masih muda bisa dong dipijami juga hehe).
    Lalu yang yang iklannya begitu santun dan sopan berterima kasih kepada rakyat, kalau keberhasilan Indonesia adalah kerja keras rakyat juga…, lalu apa lagi ya,…oh iya, iklan sembako murah, yang pro rakyat kecil, tapi kalau yang menengah keatas pro juga gak neh? Semoga saja.
    Karena kampanyenya benar-benar hebat, dan programnya benar-benar oke maka, jujur saja saya sedikit bingung, mau “lanjutkan”, atau “lebih cepat lebih baik”, atau mau yang selogannya yang kayak iklan motor?.
    Ayo dipilih..dipilih…dipilih.
    Benar kata lirik lagu dari band Coklat, lima menit untuk lima tahun, kita nyontrengnya sih gampang, tetapi apa kita akan jadi baik selama lima tahun kedepan, programnya sih bagus-bagus tapi kan implementasinya yang perlu dilihat,gimana kalau program bagus tapi nantinya implementasinya malah nol besar.
    Gimana kalau lima tahun kedepan malah lebih susah, harga-harga ga nambah murah, malah nambah mahal, kalau kehidupan keagamaan juga jadi sulit buat apa.
    Seorang pembantu bilang ke nyonyanya “Nyah…siapa aja gak apa deh, yang penting aman dan makanan gak mahal”.
    Maka waktu yang sejenak itu, saya mikir-mikir sembari mempersiapkan diri sebelum berangkat nyontreng…halah nyontreng aja pake persiapan…mau kondangan ya heheh.
    Ayo cus, lebih cepat lebih baik mikirnya, masa tinggal setengah jam lagi belum tau mau milih siapa?
    Akhirnya setelah mikir sejenak, akhirnya saya menetapkan pilihan saya, mau milih siapa, memilih yang terbaik diantara yang terbaik…bahasa kerennya the best from the best…selain itu ya pilihannya kan cuma itu, abis gimana dong ga ada yang mau milih saya sih? Hehehe, gaya loe cus.
    Maka, setelah mikir, maka saya lanjutkan saja, langkah saya menuju lokasi penyontrengan yang kebetulan berada dekat dengan rumah saya, gak jauh koq…
    “Nyontreng je…” pikir saya, sedikit bangga jadi warga Negara.
    Setelah sampai di lokasi, saya lanjutkan dengan menyerahkan pemberitahuan  milih, setelah menyerahkan ya saya lanjutkan dengan duduk menunggu dipanggil sama petugasnya (sebelah saya cantik loh heheh), setelah duduk, saya pun dipanggil dan dilanjutkan dengan diberi kertas pilihan yang ada gambarnya tiga calon yang ganteng-ganteng dan cantik tadi, setelah itu saya lanjutkan dengan jalan menuju bilik nyontreng (dan sempet-sempetnya saya motret pake handphone kertas pilihannya), disana ada sepidol merah tergeletak dan saya lanjutkan untuk mengambilnya.
    Lalu saya lanjutkan nyontreng salah satu gambar calon presiden disana.
    Weits…stop kalau nanya apa yang saya pilih…gak boleh tau ya. RAHASIA!!!
    Ya setelah mencontreng tepat di wajahnya pilihan saya, saya lanjutkan melipat itu kertas pilihan, lalu saya lanjutkan menuju kotak yang tersedia, yang kemudian saya lanjutkan nyemplungin kertas tadi kedalam kotak, dan yang paling akhir saya lanjutkan nyemplungin tangan saya ke botol tinta, biar katanya ga bisa nyontreng lagi kedua kali…, satu aja mikirnya susah, mau dua kali…maruk ah..heheh.
    Setelah milih dan menyontreng yang cuma makan waktu lima menit itu pun, akhirnya saya lanjutkan pulang kerumah..dan dag-digdug berasa nyesel juga sih, kenapa saya ga kenalan sama gadis yang cantik duduk disebelah saya tadi…heheh..ok lupakanlah.
    So…yah semoga siapapun yang menang, yang kalah ga boleh ngambek atau marah, sportif lah, begitu pula yang menang juga harus menang dengan fair ga boleh curang, harus jujur dan adil alias jurdil.
    Dan kita yang katanyanya sebagai warga Negara, maka saya hanya bisa melanjutkan kehidupan seperti biasa, bekerja keras dan mempercayakan Negara ini dipimpin sama siapapun yang terpilih, dan yang buat yang menang, semoga saja nanti jadi pemimpin yang amanah, benar bertangung jawab, tidak lupa sama janji-janjinya…itu doa saya dan itu harapan saya sebagai warga negara. … Dan pasti harapan semua orang….amin-amin…amin.
    Betul gak??…betul gak??…bukan begitu bukan?…oke lanjut deh…hehehe

8/7/2009 11:09 AM
Markus AP

site-map

4 Responses to “Parodi : Nyontreng Je”

Hhehe jadinya lu milih apa cus?

Lanjutkan Lanjutkan
hihihi!

uhhmm…presidenku kepilih Oooommmm….
Lanjutkan!!

gue juga tau kan banyak diberita…gue nunggu telpon neh dari istana…wkwkwk sapa tau dijadiin menteri iptek gitu big grin

Leave a Comment

 

terms
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA