site-map
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

Parodi : Miskin Hati
By. marcus . July 3rd, 2009 at 10:10 pmhome
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Parodi : Miskin Hati

    Berbulan-bulan lalu saya pernah diomongi seorang teman karena saya mengeluh wanita yang saya cintai ketahuan selingkuh….dan teman saya itu berkata “lo mustinya bersyukur ga sampe married udah ketahuan”. Dan dikesempatan lainnya saat ia pun mengalami pengalaman yang sama dan ia ngomel-ngomel dan mengeluh saya pun berkata hal yang sama kepadanya “Sukurin loe….makanya loe juga harus bersyukur loe ga sampe married”…heheh
    Eh itu bukan bersyukur ya? Tetapi nyukurin….
    Berhubungan dengan urusan bersyukur atau mengsyukuri, tentu manusia yang menyadari eksistensi Tuhannya pasti pernah bersyukur, tapi menurut saya bersyukur itu bukan cuma melulu dari mulut saja, karena kita sering kali mengucapkan syukur dari mulut tetapi sikap hidup kita tidak bersyukur…wah buat apa…
    Teriak-teriaknya kepada Tuhan bersyukur dengan keras, tetapi putus cinta ya tetep ngeluh, malah ngambek kepada Tuhan, ga punya duit pun mengeluh malah di hati ngedumel bilang kenapa koq ga dikasi rejeki…
    Sudah lupakan urusan bersyukur kepada Tuhan, mari kita lihat apakah kita menghargai hidup kita? (karena menghargai hidup kita sama hal nya dengan bersyukur dengan apa yang ada dalam diri kita).
    Beberapa kali saya sering kali marah besar gara-gara seorang kenalan berkata “Saya ini kan jelek” atau “saya ini kan miskin” yang parah lagi seorang pernah berkata kepada saya “saya ini menghargaimu, tetapi kamu ga menghargai saya, yah karena saya orang miskin kan”….ck ck ck ck.
    Kalau dengar kalimat itu…saya koq kesannya dalam berteman harus milih-milih…yang kaya saya mau temenin, yang miskin tidak….padahal omongan itu bener-bener SALAH!
    Reaksi saya pun segera mengomentari omongannya yang menurut saya tidak mengsyukuri hidupnya sendiri.
    “Oh loe jelek ya?” atau “Oh loe miskin ya?”
    “Eh sadar ya, siapa yang menghina loe jelek atau miskin…emang gue ngomong begitu…sadar lah gak ada seorang pun akan menghargai loe kalau loe gak menghargai diri loe sendiri!, kalau loe bilang loe jelek atau miskin artinya loe gak menghargai apa yang ada pada loe, padahal masih ada yang lebih buruk kondisinya dari loe, tetapi dengan loe berkata demikian bukankah loe gak menghargai diri loe juga tapi loe gak menghargai juga apa yang Tuhan kasi ke loe???, dan menurut gue itu namanya mengasihani diri sendiri, gue malah gak menghargai orang yang begitu…..gue malah menghargai orang yang bisa bertahan didalam keadaanya, orang yang berjuang dengan keberadaanya…gak minder dengan keadaanya, malah banga dengan keadaanya…dan mau maju karena keberadaanya”
    Galak ya markus?
    Ceramah saya yang galak tadi sering kali memang membuat orang terdiam…
    Coba kita renungkan…
    Kenapa kita tak mengsyukuri keadaan kita…tapi malah mengungkapkan kekurangan kita, dan kelemahan kita? Kenapa kita tak gunakan energi positif kita untuk  berjuang dengan keadaan kita yang kurang tadi…tak seorang pun sempurna didunia ini, saya pernah ingat kisah gadis terbelakang yang cacat dan hanya memiliki empat jari, dengan ketidak putus asaanya ia mejadi orang yang tidak minder, dan bahkan berprestasi dan berusaha untuk belajar piano dan akhirnya bisa mengadakan konser dan semua orang mengagumi kegigihannya dan kemampuannya….
    Seharusnya kita malu…dengan hal yang begini, kadang kita diberikan Tuhan lengkap, bahkan kadang diberikan Tuhan kelebihan, kepandaiaan, kecantikan, tetapi malah kadang kita lebih sering menjadi miskin hati…kalau ga menjadi sombong ( dengan tidak menghargai orang lain) atau menjadi mengasihani diri sendiri….OMG…OMG…
    Saya sering kali melihat dua ciri ini…
    Yang kurang merasa dirinya kurang dan malah membangakan kekurangannya bukan malah berusaha untuk menjadi lebih baik…
    Tetapi yang berlebih malah kadang menjadi lebih dengan tidak menghargai orang lain bahkan cenderung sombong……lebay deh…sedangkan seharusnya ia sadar tak ada orang sempurna dan seharusnya ia bersyukur…walau ia sempurna dari sisi materi atau penampilan.
    Kenapa kita tak hidup ditengah…seimbang…balance, berusaha mengsyukuri hidup dengan melihat ke atas juga ke bawah, yang berada diatas melihat kebawah, yang dibawah melihat ke atas…
    Artinya yang dibawah berusaha untuk tidak menyerah dengan kehidupan dan menjadi maju, tetapi yang diatas melihat keadaan yang lebih buruk dari dirinya dan bersyukur…orang-orang yang bisa memposisikan dirinya balance maka ia lebih saya sebut sebagai orang yang kaya hati…bukan miskin hati.
    Seperti apakah kita? Tanyakan diri anda…

20/9/2008 8:55 PM
Markus AP

suggest

Leave a Comment

 

profile
information
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA