Parodi : Cintaaaaa Please Come Back To Me
“Whatttttttt” begitulah teriak saya di Yahoo Messanger, saat sahabat saya menceritakan kisah nya tentang “B.E.K.A.A.A.A.A.S.S.S.S.S” mantannya yang katanya mutusin selingkuhannya. Dan selingkuhan “MANTAN”nya itu dengan gak tau malu mengirim sms ke sahabat saya, isinya kira-kira
“Mbak, saya sudah putus koq dari dia, dan mbak punya kesempatan untuk bisa balik lagi ke dia”.
Saat sahabat saya berkata “Marcus gue bisa balik lagi kayaknya ma dia”.
Dan sekali lagi saya teriak “Whatttttttttt”…
“Whatttttttttt”…“Whatttttttttt”…“Whatttttttttt”… So what gitu loh kalau si MANTAN, putus…… *sambil melotot* heheh
Untung saya gak ada didekat sahabat saya saat itu, sebab jika saya dekat dengannya saat itu, pasti saya sudah tampar-tamparin dia biar sadar. “Woi…woi…sadar, sadar, jangan kesurupan jin tomang siang-siang…”.
Tuh kan apa saya bilang, gak jelas kan…cinta koq kayak signal GSM, yang tiba-tiba ngilang ga jelas, tau tau muncul juga gak jelas (baca Parodi : Cinta atau Signal GSM?), kemaren mutusin sahabat saya, sekarang dia mutusin selingkuhannya, apa maksudnya coba?.
Apa jangan-jangan karena tuh pria hidung loreng sudah dapat “jatah” bisa bobo-bobo siang di cottage berdua sama selingkuhannya yang masih terbilang bau kencur itu, lalu setelah dapat madunya, dibuang lah sisanya…wah habis manis sepah dibuang dong… …..Capey deyyyy.
Makanya dengan sepontan saya ngomel lagi sama sahabat saya.
“Jangan sampe loe ye mikir balik lage ma tuh laki…”.
“Awas loe, loe balik sama tuh manusia, gila loe…sama aja loe bikin malu diri loe”. Sabar cus..sabar cus…
“Untung tuh manusia kaga ada deket gue…bisa gue …#@Sh#@$%(SENSOR)^$%Fu^%$As$@#$%$^ ” *Sambil siap-siap nyabut pisau komando & ngomel-ngomel*
Duh cus demen banget ngomel…heheh, udah bawaan orok kale …abis gimana dong mendingan saya ngomel-ngomel buat kebaikan sahabat saya, daripada nanti-nanti dia nangis-nangis Bombay.
Disini saya, bukan ngajarin untuk tidak memaafkan loh, bukan saya tidak mengajari untuk tidak berlapang hati loh, memaafkan itu baik, bahkan terpuji, berlapang hati itu juga baik, tapi mbok di lihat, disadari…dibuka matanya lebar-lebar…
“What is done is done…Don’t made mistake anymore”
Ngapain juga pelihara manusia yang kerjaanya morotin duit, yang kerjaanya memanipulasi cinta, seperti kita pada umumnya terBUTAkan oleh cinta, sampai ditipu pun masih cinta, sudah dipermainkan pun..masih cinta.
Emang cinta mainan?
Emang cinta buat ditipu-tipu?
Giliran kita serius dia main-main…
Giliran kita beneran eh dia bohongan…
Udah minta hati, jantung dirampok juga…idihhh capeyyy dey…
Gombal di jagoin, tapi cinta gak dipahami artinya, pasangan gak di hargai pribadinya, ujung-ujungnya niatnya cuma mau dapat bisa bobo-bobo siang…kan gak fair dong…gak fair dong…
Habis gimana dong…CINTA sih…seperti saya bilang tadi..
Kalau sudah cinta kan kangen aja sampai dilampiaskan dengan nulis di Wall Facebook “lup..lup…lup..lup, I lup u so much”… cinta mbak? cinta mas? Or Lupa so much? Heheh *sambil geleng-geleng kepala*.
Cinta memang membuat tingkah laku jadi aneh, tingkah jadi neko-neko…sebab saya juga pernah jatuh cinta, sampai Shakespeare aja kalah puitisnya….halah cus, tampang galak, hati nya Rinto..loh kenyataan koq, saya juga pernah jatuh cinta, melalui perjalanan cinta yang happy, pelik, bodoh, dan konyolnya urusan cinta, pernah saya lalui…makan asam garamnya udah kebanyakan neh…heheh
Tapi sejalannya pengalaman, sejalannya umur, bukankah hidup harus dibuat wise, dibuat simple, jangan diribet-ribetin…
“Mau Mau, Ngak Ngak, jangan Mau yang Ngak-Ngak”
“Ya Ya, Tidak Tidak, jangan Ya ya ya”
“A A B B C C, jangan A B C D E F G”
Tegas dong jadi lelaki, yang jelas dong jadi wanita, jangan abu-abu…
Apa lagi umur sudah nambah…waktu yang begitu sangattttttt berharga, begitu mahal nilainya…apa mau dihabiskan untuk hal-hal yang sia-sia?.
Cinta memang perlu diperjuangkan, tapi untuk cinta yang seperti apa?
Cinta yang bisa membuat hidup keduanya lebih baik. Itu pantas diperjuangkan.
Cinta yang sama-sama memberikan hal positif. Itu pantas diperjuangkan.
Tapi cinta yang akan hanya menambah penderitaan kita atau pasangan kita diwaktu sekarang dan waktu nanti, saya rasa tak pantas untuk selalu diperjuangkan.
Maka…
“Saya lebih bahagia, menghabiskan waktu saya dengan orang yang tulus mencintai saya dan saya mencintainya daripada saya menghabiskan waktu dengan orang yang tidak mencintai dan hanya memiliki motifasi tak baik dalam mencintai saya, saya akan bahagia jika ia bahagia bersama saya, begitu juga saya bahagia bersama dia”.
Untuk itu, kenapa kita tak mulai memiliki sebuah sikap bahwa kebahagiaan orang lain (pasangan kita) merupakan tujuan, merupakan sesuatu yang harus dicapai?
Catatan, walau sekalipun semua hal baik telah kita lakukan tetapi perjalanan tetap gagal, maka sekalipun pada akhirnya penderitaan yang kita peroleh setelah kita mencintai dengan Tulus, tapi saya percaya sang Kehidupan juga adil pada hal tersebut, bahwa pada akhirnya cinta yang tulus dimenangkan sebagai pemenang, walau melalui sebuah penderitaan yang dalam sebelumnya….dan kita yang sudah mencintai dengan tulus di berikan tangung jawab cinta yang lebih besar juga kebijaksanaan yang lebih matang.
Ini kenyataan…dan bukti nyata…
Sesunguhnya
“Cinta tidak pernah menyakiti, kita yang lebih sering menyakiti diri kita sendiri karena mencintai terlalu bodoh”. So be smart… “Cinta akan selalu memberikan hal baik walau kita terlukai, karenanya”.
Markus AP
28/7/2009 11:45 PM

(1 votes, average: 4.00 out of 5)

Similar/Related Posts