careers
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

site-map
Give-up Our Little Heavens
By. marcus . July 4th, 2009 at 8:46 amsearch
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

    Give-up Our Little Heavens

    Suatu hari aku mendengarkan sebuah ceramah rohani, sebuah ceramah yang menarik yang menginspirasi kehidupaku mungkin menginspirasi hidup banyak orang:

    Suatu hari di negeri barat (western), di jaman cowboy, ada segerombolan perampok begis yang suka membunuh dan merampok, ia dicari diseluruh negara bagian Amerika, karena kebengisannya, hingga suatu hari kawanan rampok itu tertangkap dan dihukum mati.
    Enam orang dari mereka dihukum gantung, dan langsung mereka mati dan pergi ke hadapan pengadilan Tuhan, saat itu mereka bertemu dengan malaikat dan malaikat itu berkata…
    “kejahatanmu sudah banyak, kalian membunuh dan merampok dengan bengis, tetapi Tuhan adil, kalian diberi kesempatan untuk hidup dan memperbaiki diri tetapi satu saja kesalahaan jika kalian membunuh orang atau berbuat bengis maka kalian akan masuk kedalam neraka, malaikat maut akan langsung menjemput kalian dan membawa kalian kedalam neraka”.
    Mereka mendengar itu benar-benar bahagia, dan benar seketika mereka sudah berada disebuah kota, dan mereka diberi kesempatan untuk hidup dan memperbaiki diri, yah mereka benar-benar mengunakan kesempatan itu untuk berbaur dalam masyarakat, hari pertama kesempatan itu mereka dapatkan, mereka pergi mengubur senjata dan peluru mereka dalam-dalam, didalam lubang, masing-masing mereka mengubur senjata mereka dan berharap mereka bisa hidup benar.
    Yah diantara mereka ada yang menjaga toko, menjadi petani, menjadi penjual makanan, penjaga bar dan boss mereka, perampok paling bengis diantara mereka menjadi sheriff.
    Hari lepas hari kehidupan kota itu aman dan tentram, sang sheriff memperlakukan hukum bahwa semua orang yang datang kekota harus menyerahkan dan menitipkan senjatanya di kantor sheriff, ia mau kota itu aman dan tentram.
    Yah hidup mantan penjahat dan perampok begis itu pun baik, hingga suatu hari datang sekawanan penjahat mengacau kota itu, beberapa kawanan pejahat itu mendatangi seorang diantara mantan perampok itu dan merusak kebun nya…
    Salah seorang dari mantan perampok itu harus menerima kebun yang diusahakannya harus dirusak didepan matanya, ia pun dipukul dan ditindas…ia sudah tak tahan dengan perlakuan itu, hingga akhirnya karena emosinya yang memuncak, ia mengambil skop dan memukul salah seorang penjahat itu hingga tewas.
    Detik itu ia tahu, ia tahu pasti bahwa ia akan mati juga…dan benar dikejauhan malaikat maut datang menjemputnya dan membawanya pergi hingga ia tak terlihat lagi dikejauhan.
    Teman-temannya mantan perampok tahu bahwa kawannya itu tak akan masuk surga…ia tak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkannya.
    Hari lepas hari perbuatan penjahat-penjahat itu makin menjadi-jadi hingga ada rencana bahwa mereka akan membunuh seluruh isi kota dan membakar kota itu.
    Malam hari seluruh penduduk kota dengan ketakutan bersembunyi dalam sebuah gereja tua, mereka semua ketakutan, sekarang hanya ada tinggal lima orang mantan perampok mereka berunding.
    “Apa yang bisa kita buat, kita sudah berbuat baik dan kita berusaha berbuat baik, sekarang orang-orang akan dibunuh, apakah kita diam saja?”
    “Kita bisa lari…kenapa kita tidak lari…”.
    Sang sheriff berkata
    “Aku tak bisa membiarkan mereka membunuh orang-orang yang tak berdosa itu, aku tak bisa membiarkan mereka membantai anak-anak dan mereka yang sudah hidup berdampingan dengan kita…jika kau mau pergi, pergi lah…tetapi aku tidak…, aku akan membunuh semua penjahat itu, aku tak perduli lagi apakah aku harus masuk neraka, biarlah aku masuk neraka…jika itu tempatku…tetapi aku mau masuk neraka dan membawa semua penjahat-penjahat itu bersamaku”.
    Sang sheriff bangkit dan pergi ke mana ia menguburkan senjata-senjatanya, ia menggalinya, mengambil senjata-senjata itu dan siap untuk bertempur.
    Saat sang sheriff berjalan sendiri menghadapi penjahat-penjahat itu, keempat temannya datang dengan persenjataan lengkap…
    “Jika kau mau pergi ke neraka…kami juga ikut, mari kita bunuh penjahat-penjahat itu, tetapi jangan biarkan mereka membunuh orang-orang yang tidak berdosa, biarkan kita yang pergi ke neraka, buat apa kita pergi ke surga tetapi kita melihat orang tidak berdosa mati”.
    Mereka berlima akhirnya bertempur melawan penjahat yang sudah siap membakar gereja dan kota itu, tak satu pun tembakan dari ke lima jagoan itu meleset, setiap letusan senjata mendatangkan korban.
    Mereka tahu..mereka pun akan pergi ke neraka karena mereka membunuh, karena mereka berfikir mereka tak dapat hidup melihat orang lain yang tidak berdosa dibunuh.
    Setelah pertempuran itu pun berakhir, penduduk kota keluar dari dalam gereja, mereka mengucapkan terima kasih, dan bersyukur akan hal itu.
    Tetapi kelima jagoan mantan perampok itu hanya terlemas, karena mereka tahu mereka akan keneraka juga.
    Yah tak lama malaikat maut datang menjemput, dan kelimanya berjalan mengikuti sang malaikat maut…mereka terus dan terus berjalan hingga sampai ke tebing, dan saat mereka siap untuk dibawa keneraka, tiba-tiba seorang malaikat yang lain datang dan berkata.
    “Stop…”
    Sang malaikat maut itu mengerti dan ia mundur dan menghilang…
    Kelima jagoan itu terdiam tidak mengerti
    “Tempat kalian bukan dineraka…Tuhan menanti kalian disurga”.
    Mereka bertanya
    “Kenapa…kenapa…kenapa, bukankah kami telah membunuh orang dan melakukan kejahatan yang Tuhan tak suka, tempat kami memang dineraka…”
    “Tidak…, kalian tinggal disurga, karena kalian sanggup memberikan surga kalian bagi orang lain dan rela ke neraka daripada melihat orang lain yang tidak berdosa dibunuh…because you giveups your little heavens”.
    Akhirnya mereka mengerti…dan mereka menangis terharu karena kebaikan Tuhan, kelima mantan perampok itupun dibawa kesurga dan mereka hilang ditelan malam.

    Are you ready to giveups your little heavens.?

    Tanggal tidak tecatat, 2005
    Markus AP

suggest

Similar/Related Posts

Leave a Comment

 
participate

language
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

Donation
STOP SOPA & PIPA
Twitter Updates
Stop SOPA