Percikan Perenungan : Pertemuan
Kita pergi terburu-buru, mengejar waktu tak ingin lewat dari waktu yang ditetapkan, jantung berdebar agar tak ingin keterlambatan jadi bencana, begitulah yang terjadi saat dua sejoli ingin bertemu sapa disuatu tempat, mungkin makan malam, mungkin duduk santai di ramainya coffe shop, atau mungkin kamar hotel yang dingin lalu jadi hangat, dan seprai-seprai menjadi berantakan.
Pertemuan ini berbeda dengan pertemuan itu, tetapi nampaknya sama, saat debar jantung pun terpacu, tetapi tiba-tiba menjadi bahagia dan tenang saat pertemuan itu terjadi.
Maka bagaimana dengan pertemuan yang mendatangkan pemahaman bagi kehidupan yang disambangi, pertemuan yang oleh banyak kitab disebut sebagai pristiwa sepektakuler, Petrus ingin membangun sebuah batu peringatan karena melihat ISA bertemu dengan Elia juga Musa diatas bukit, atau bagaimana dengan puasa 40 hari Musa yang akhirnya bertemu dengan creator of the universe, atau pertemuan Yunus dengan sang Hikmat saat ia ditelan ikan tetapi tak sampai menuju maut, pertemuan seperti ini yang jarang dan tak diinginkan kebanyakan manusia.
Pertemuan yang sering kali malah mendatangkan revolusi besar bagi hidup orang yang disambangi hidupnya.
Pertemuan yang gamblang, tiba-tiba mengungkapkan semua keburukan diri manusia yang disambangi oleh sang Hidup, seperti saat Daud ditegur oleh Nabi Nathan karena Daud telah tidur dengan istri orang.
Pertemuan yang gamblang, tiba-tiba menghasilkan sebuah mazmur yang maha hebat tentang jiwa yang hancur, tentang kain kirmizi yang kotor berubah menjadi seputih salju, tentang pertobatan yang dasyat dikenang sepanjang masa.
Pertemuan yang paling indah adalah pertemuan manusia dengan sang Hidup, tentu tidak kita bisa bayangkan terlalu tinggi, seperti pertemuan musa dengan api yang membara dan bersuara “tuliskan firmanKu diatas loh batu”.
Cukup sebuah pewahyuan pertemuan itu juga berarti, itu akan memberikan pemahaman, ketenangan, pengertian, bahkan pengetahuaan yang maha Hebat dari sang Maha Bijak.
Maka kita pula dapat melihat bahwa pertemuan dengan sang Maha Bijak, merupakan pertemuan dua sejoli yang maha Cinta, kepada kita yang terbatas, yang sering pelik, lalai juga selingkuh.
31/5/2009 5:31 PM
Markus AP



Similar/Related Posts