Never settle for being second when you know you deserve to be first, letting go isn\'t a sign of weakness, it\'s a sign you\'re strong enough to move on...


7:13 am, September 1, 2010
Pages
Recent Posts
Most Popular Posts
Last Blackberry Note
Categories
Recent Comments
Login




Register | Lost your password?
New eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

eBook : Kayurie

Kayurie : kumpulan cerpen & puisi, free reading online

Kayurie - view online


Percikan Perenungan : Pemujaan
By. marcus . June 1st, 2009 at 10:59 am
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Percikan Perenungan : Pemujaan

Pemujaan terhebat sepanjang masa, bukan ada di Masjid, Gereja atau Kuil, bukan dalam kain kabung, doa-doa, kemenyan-kemenyang yang sesak dibakar untuk sang Maha, sedang hati kita sering tidak ada padaNya yang utama.
Tetes haru kita pun tak ada saat pemujaan itu terjadi.
Lalu pemujaan apa yang maha besar, bisa terjadi? Maka bisa jadi percuma kuil dibangun, gereja dipenuhi ramai manusia, jika hati pemujanya jauh melanglang ke ujung dunia sana, tidak ke surga, kepada pemiliknya.
Maka sesunguhnya pemujaan terhebat ada disebuah kamar rumah sakit bersalin, saat kehadiran kehidupan maha suci terlahirkan, terlepas ia dari pernikahan sah atau dari hubungan haram.
Jiwa maha suci itu tetap tidak berdosa. Yang terjadi melalui sebuah proses yang maha dasyat sepanjang 279 hari, dalam ruang yang sempit direbut rahim.
Sepanjang 279 hari itupulalah, seharusnya mual harus disabdakan kepada sang Hidup agar jiwa suci yang lahir berguna.
Pegal harus diharu kan kepada sang Hidup agar jiwa suci yang lahir tulus dan bijak.
Doa-doa yang maha tulus pun sering kali harusnya hadir karena melihat proses yang maha hebat diruang sempit yang disebut rahim.
Maka saat ia lahirpun jiwa itu harusnya hadir diberikan kemewahaan seperti saat ISA lahir dipalungan kandang domba yang kotor dan bau, begitu pulalah saat jiwa suci itu terlahir dari rahim ibunya, dan menangis menyapa dunia, itulah kehidupan seharusnya dipuja-puja sebagai kebesaran maha hebat sang Maha Pencipta.
Sang ibu juga sang ayah seharusnya melempar syukur maha Besar kepada sang pemberi Hidup, kadang tangis yang suci mengalir dari mata kedua orang tua yang entah ia pelacur,  penjahat atau bangsawan.
Pemujaan terhebat sepanjang masa, ada saat kita melihat kelahiran, bukankah ISA juga berkata kepada Nikodemus, bahwa seseorang yang dilahirkan kembali dari air dan roh, maka ia bisa melihat surga dan masuk kedalam kerajaan surga.
Pemujaan terhebat sepanjang masa, ada saat kita melihat kelahiran jiwa suci, atau kita yang terlahirkan kembali, maka kemudian kita pun boleh berkata tentu terlepas dimana tempatnya. Pemujaan terbesar ada saat jiwa suci disambut, dengan doa, syukur, harapan, tetes haru, bukan keinginan membunuh, atau membuang.

31/5/2009 5:56 PM
Markus AP

  • Share/Bookmark

2 Responses to “Percikan Perenungan : Pemujaan”

anita - June 5th, 2009 - 1:06 pm
 

i miss my mom….

baby - June 6th, 2009 - 9:39 pm
 

suer mencekam, serem bacanya, ak jadi merinding

Leave a Comment

Top Commentators
Twitter Updates
    News
    • 11:04 pm, September 8, 2010
      Terselip khilaf dalam candaku,Tergores luka dalam tawaku,Terbelit pilu dalam tingkahku,Tersinggung rasa dalam bicaraku. Hari kemenangan telah tiba,Semoga diampuni salah dan dosa. Mari bersama bersihkan diri,sucikan hati di hari Fitri. Dengan segenap hati saya pribadi, berikut staf dan staf redaksi lepas (markus ap photography, manifesto publishing, markus manifesto) mengucapkan hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin
      From: Marcus

    • 8:04 pm, September 8, 2010
      Sorry for this inconvenience, we close our website for temporary, now our website is currently under maintenance, and for security reason we currently upgrading the system! Thank You
      From: Marcus

    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.