Don Corleone said I m gonna make him an offer he cant refuse


12:07 am, June 24, 2010
Pages
Recent Posts
Most Popular Posts
Last Blackberry Note
Categories
Recent Comments
Login




Register | Lost your password?
New eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

eBook : Kayurie

Kayurie : kumpulan cerpen & puisi, free reading online

Kayurie - view online


Parodi : Plak…Plak…
By. marcus . June 22nd, 2009 at 2:19 pm
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Parodi : Plak…Plak…

    Kembali kepada pristiwa sedih beberapa tahun lalu, di hari itu saya benar-benar sedang penat, siapa yang gak penat, kalau punya pacar membohongi dan kita disakiti, sudah cinta setengah mati, sampai mau mati, malah cinta kita nampak tak ada artinya, wah pusing gak sih?, pasti pusing, pasti stress, pasti terpukul, pasti kecewa, dan terlukai, bahkan pengen mati rasanya…padahal mati gak bisa diinginkan karena yang memegang kehidupan kan bukan kita! (Kecuali kita dengan bodoh mengakhirinya dengan minum obat nyamuk).   
    Kalau saya saja bisa pusing, pasti anda pun juga pusing tujuh keliling saat mengalami hal yang sama seperti saya alami, maka kalau anda pusing tujuh keliling saya pusing dua belas keliling, akhirnya sampai keliling-keliling pusing mencari pertolongan, untuk mendengarkan curhatan saya.
    Tapi walau kita terpuruk, kehidupan jelas adil, sang Maha Kehidupan sangat adil, apa yang kita alami tak selamanya dibiarkan tanpa jalan keluar dan pertolongan, maka didalam keadaan kita yang pusing-pusingan tadi, tanpa sadar sang Maha Kehidupan  memberikan pribadi-pribadi disekeliling kita, yang mencintai kita dengan tulus untuk mengulurkan tangan menolong kita.
    Entah ia sahabat, entah ia adik, kakak, teman, atau mungkin orang lewat yang kita tak kenal. (Walau dengan mata tak sadar kita sering kali menolak uluran tangan itu)
    Bodohnya kita selalu sering tak mau atau menolak pertolongan itu, dengan cara memaksakan diri kita sendiri untuk terpuruk, marah pada diri kita, keadaan, nasib, Tuhan atau orang lain, kita malah sering berharap agar jalan ceritanya tak seperti itu, maunya ceritanya happy ending…seperti disinetron-sinetron. Tapi rupanya kehidupan kan bukan sinetron.
    Padahal gak selalu “penderitaan” dalam hidup itu musibah, tak selalu kegagalan atau kejatuhan itu bencana, padahal lewat proses tadi kita bisa belajar untuk berbesar hati atau melihat proses apa yang bisa membuat kita “be better person”.
    Saya sering berkata “apa yang buruk terjadi dalam kehidupan kita, jika itu mendatangkan kebaikan bagi proses hidup kita bahkan menjadikan kita be better person, maka hal itu adalah hal baik”.
    Sebenarnya jika kita mau sedikit melek mata, sang Maha Kehidupan kadang dengan setia dan tak lupa, pasti mengulurkan tanganNya menolong, tentu dengan caraNya yang tak terduga, yah sebagian besar yang bisa kita lihat adalah dilakukanNya lewat “malakikat-malaikat” penolong disekeliling kita tadi, mereka dengan setia mendengarkan curhatan kita yang kadang cengeng, kadang bodoh dan kadang menyedihkan.
    Coba deh kalau kita mengingat kebelakang, betapa cengeng dan bodohnya, kadang menyedihkannya kita…padahal setelah semua masalah lewat dan kita bisa mendapatkan orang yang lebih baik, atau kita bisa sukses lebih dari kegagalan kita diwaktu lalu, kita malah mengsyukuri kehidupan apa yang ada sekarang, dan waktu lalu sebagai hal yang baik.
    Jujur saja, saya punya malaikat-malaikat penolong yang siap membantu kalau saya lagi pusing tujuh keliling, tinggal angkat telfon, sebentar saja mereka siap menolong, selain ia menawarkan obat pusing kepala, agar kepala saya tak pusing terus, ia juga dengan setia mendengarkan curhatan saya yang membuatnya juga pusing…tapi yang paling saya suka adalah malaikat-malaikat penolong tadi bukan hanya pusing mendengarkan saya berkeluh kesah, kadang saya dinasehati dengan keras, diomelin, dimarahin, kadang juga saya ditampar plak…plak…plak…agar sadar…bahwa gak perlu pusing menghadapi kesusahan itu dengan cara yang cengeng atau gak perlu menangisi “pribadi yang dicintai malah menyaktikan”.
    Maka lewat penyadaran-penyadaran yang kadang menyakitkan itu, saya malah belajar banyak hal.
    Maka akhirnya, bukan hanya dengan tekat, kekuatan kita saja untuk bangkit, tanpa sadar, pertolongan-pertolongan tadi membuat proses kita untuk pulih “lebih cepat lebih baik”, halah kayak iklan salah satu capres aja.
Daripada kita berlama-lama mengasihani diri kita sendiri kan?.
    Sesunguhnya kita perlu bersyukur, kepada sang Maha Kehidupan, bahwa pusingnya kita yang tujuh keliling atau duabelas keliling tadi ga perlu berlama-lama kan “lebih cepat lebih baik”.
    Maka kita bisa melanjutkan kehidupan kita dengan moto “move on” “lanjutkan”…
Kita perlu sadar bahwa kita adalah pelaku proses kehidupan, sedangkan penentu kehidupan adalah sang Maha Kehidupan itu sendiri, ditangan kita terletak proses untuk kita berlaku baik, mulia, mendewasakan diri kita, sedangkan yang memberikan kita keberhasilan dan kesusksesan ada pada sang pemberi sukses itu sendiri.
    Kita tak akan diberikan tangung jawab kebahagiaan dari sang pemberi Kebahagiaan, jika kita tak diproses untuk memegang tangung jawab kebahagiaan.
    Maka yang perlu disadarkan “PROSES” tadi. (Baik atau buruknya proses tadi).
    Maka kita patut bersyukur apapun prosesnya, kita yang dinasehati dengan lembut bisa sadar, atau kita yang ditampar disadarkan…
    Sesunguhnya kita punya pilihan untuk bisa sadar tapi bisa juga memilih untuk menolak sadar.
    Kita yang berusaha kuat untuk bangkit bisa saja berdiri teguh setelah kegagalan dan melihat hikmahnya, melihat PROSES kehidupan yang dilalui, melihat PROSES pendewasaan yang kuat kita lalui…atau menolak itu semua.
    Kita bisa saja menjadi mulia hidup kita dengan tetap mencintai walau cinta yang kita berikan dihempaskan, bukan bearti kita gagal dalam cinta, kita berhasil telah mencintai, cuma saja cinta kita yang murni dan mulia tadi belum bisa diterima oleh pribadi yang tak menghargai cinta kita.
    Syukuri hal itu…artinya kita sudah melakukan hal benar…dan harus terus melakukan hal benar dengan mencintai…jangan lantas terpuruk dan mundur.
Apa yang kita alami memang kadang menyakitkan, bukan saja urusan pacar yang selingkuh, tetapi banyak “the life event” yang membuat kita bisa jadi pusing karena terpuruk atau bangkit dan berhasil melalui itu dan menganggapnya sebagai PROSES pendewasaan, PROSES pemuliaan hidup kita, PROSES kita menjadi lebih bijak, intinya proses kita be better person….perlu kita buka mata kita untuk sadar…
    So…setelah waktu terlewat jauh, saya mulai tak lagi pusing-pusing.
    Karena saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan, apa yang saya inginkan.
    Saya menjadi lebih pandai, melewati tiap PROSES.
    Bahkan mentertawai diri, kehidupan, juga kegagalan, dan siap menghadapi kehidupan yang lebih cemerlang dan lebih mulia.

Markus AP
21/6/2009 10:59 PM

  • Share/Bookmark

5 Responses to “Parodi : Plak…Plak…”

Vanda Fu - April 27th, 2010 - 9:27 pm
 

sakit..sakit..sakit hatiku..!!! yg sabar ya? prcy pst ada yg lbh baik lg buat mendampingi km sepanjang hdp km amin!!

-imported from facebook – posted : 2009-06-22 02:36:00 -

Diana Saraswati - April 27th, 2010 - 9:29 pm
 

God knows d’best 4 us…Amin…..( sok bijak mode on)…wahahahha…..bisa aja gue ngasih tau loe, padahal mah…Loe isi sendiri lah titik itu…hehehe…

-imported from facebook – posted : 2009-06-22 02:55:00 -

marcus - April 27th, 2010 - 9:30 pm
 

Titik titik mana? wkwkwk, mang ujian pake isi titik titik…

-imported from facebook – posted : 2009-06-22 02:57:00 -

Diana Saraswati - April 27th, 2010 - 9:33 pm
 

eittzzz….ini kan ujian hidup loe bukan….??wahahahah….Lulus lah pasti..cum laude lagi…tongue

-imported from facebook – posted : 2009-06-22 03:03:00 -

marcus - April 27th, 2010 - 9:39 pm
 

wkwkwkwkkw… cum laude…? hayahhh….makin sering gagal makin cum laude ya…itu diatas tesis gw…gimana tuh tesisnya bu dosen..isinya gimana dapat A+ or B+ or C+

-imported from facebook – posted : 2009-06-22 03:08:00 -

Leave a Comment

Top Commentators
Twitter Updates
    News
    • 8:48 am, March 21, 2010
      22 Maret 2010, Realase eBook "What's In My Mind" yang dapat diakses bebas dan didownload bebas
      From: Marcus

    • 8:46 am, March 21, 2010
      23 Maret 2010, Markus Manifesto memperingati 6 tahun perjalanan, “6th Anniversary, 6 year journey telling you the truth”, kami mengucapkan terima kasih kepada pembaca setia kami, yang selama ini telah menyertai perjalanan kami.
      From: Marcus

    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.