Parodi : Facebook Saya Kena Delete
Saya pernah mendengar sebuah kalimat, “Tuhan menciptakan kehidupan dengan sebuah kata dalam semalam, tetapi penulis (Journalis) berusaha mengubah dunia dengan kata setiap saat”….kekuatan kata-kata memang dasyat, kalau Tuhan membuat dunia dengan kata-kata (firman) dalam semalam, “Jadilah dunia” maka dunia jadi dengan tiba-tiba.
Tapi kalau penulis atau journalis berusaha mengubah dunia dengan banyak kata setiap hari tapi tetap aja ga jadi jadi…maksudnya tetap aja ga jadi-jadi dunia yang lebih baik. Banyak tulisan telah dihasilkan tetapi dimana-mana tetap saja ada ketidak adilan, perang, kemiskinan dan keboborkan dan kebodohan moral.
Padahal kita punya banyak kesempatan untuk jadi lebih baik setiap saat.
Kembali ke kata yang punya kekuatan tadi, bagi saya, saya percaya walau kata tak akan mengubah dunia tapi setidaknya dapat menyadarkan kita tentang sesuatu kan?.
Walau jujurnya hari ini ingat besok juga bisa lupa lagi hehehe.
Hari ini sadar, besok bisa gak sadar lagi.
Ya ngak…ya ngak…hayo ngaku…
Kekuatan kata-kata memang dasyat, kata juga bisa mengubah seseorang, mengubah kehidupan seseorang contohnya acara Mario Teguh di TV, yang bisa memotifasi seseorang untuk hidup baik didalam kehidupan (saya pengemarnya loh).
Tetapi karena sebuah kata dapat pula membuat seseorang dibunuh karena sakit hati, beberapa waktu lalu saya melihat berita di TV seorang ibu membakar dirinya karena sakit hati kata-kata suaminya
Lalu seorang adik membunuh kakaknya karena kata-kata yang kakaknya ucapkan.
Coba saja kasus Prita yang menulis dan kena tuntut pihak yang katanya dicemarkan nama baiknya.
Wah saya harus hati-hati neh, bisa-bisa kena somasi juga…
Tenang saya belum kena tuntut koq…
Jujur saja kegemaran saya menulis sejak dulu (1994), dan jujurnya lagi hanya untuk dikonsumsi sendiri, hanya untuk mencatat pemikiran saya yang apa adanya (polos-polosan tak pake sensor), yah kadang nyeleneh, liar, juga kadang memarahi kehidupan juga kadang mentertawai kehidupan.
Dari hobby, jadi “Hobby”..hehe…(pikir sendiri ya Hobby pake tanda kutip itu apa).
Dari tulisan untuk diri sendiri, akhirnya dikonsumsi oleh sahabat, teman dan kenalan dan umum yang bisa diakses lewat blog saya…yah berusaha menjadi bacaan gratis yang memberikan inspirasi jujur apa adanya yang menemplak buat mereka….itu kata sahabat-sahabat saya loh.
Walau sejujur-jujurnya apa yang saya tulis juga menemplak buat kehidupan saya, kadang kala malah sengaja untuk menampar-nampari diri sendiri, atau mentertawai diri sendiri, yang masih perlu banyak belajar ini.
Tapi saya sangat percaya sebuah kata benar-benar nyata bisa berefek kepada kehidupan, karena hal itu terjadi pada tulisan saya contohnya Parodi : Sikap Bermutu Jempolan, tulisan yang berusaha jujur, nyata, menampar dan juga mencandai kehidupan ini, rupanya berefek benar-benar membuat saya dikomentari bisa membelalakkan mata hati tapi juga malah sebaliknya.
Buktinya memang nyata.
Apa yang saya tulis tentang pujian kepada seorang SAHABAT yang punya behavior POSITIF dan isi pribadi yang PLUS, yang seharusnya jadi bagian hidup kita dan sekaligus dalam tulisan itu juga memberikan sebuah pandangan agar kita hidup mengunakan sarana-sarana yang ada untuk lebih POSITIF, rupanya tidak dicermati oleh seseorang atau beberapa orang sebagai sesuatu yang POSITIF. (Makanya kalau baca yang lengkap jangan sepotong-sepotong).
Mungkin karena bawaanya selalu NEGATIF, jadi tidak bisa melihat yang POSITIF tadi…entah lah.
Mungkin juga karena tulisan saya yang menyindir, lalu ia jadi kena sindir, akhirnya ia pun TAK memilih menjadi POSITIF dengan sadar tetapi malah tetap saja jadi NEGATIF.
Akhirnya mutung, ngambek…dan akhirnya Facebook saya pun diDELETE… Koq aneh…koq lucu…hehehe…
Saya pun menghormati haknya dalam urusan delete mendelete Facebook, mungkin karena tak suka kata-kata saya, atau karena ketampar dengan kata-kata saya, yang tak bisa direm tadi.
Padahal niat saya adalah memuji sahabat saya itu loh.
Bukan menyindir satu atau pihak tertentu…heheh lucu…siapa juga yang ngomongin dia…hehehe, wong saya ngomongin sahabat saya yang berkepribadian plus tadi…tidak minus.
Karena hal itu saya jadi ingat kalau saya pernah berkata, Sering kali saya tak perlu menyebutkan dari mulut saya seseorang itu “Negatif” atau tidak (karena jelas saya tak bisa merendahkan orang lain), sering kali kepribadian itu sendiri malah memunculkan dari dirinya sendiri “negatif” yang kadang keluar dari mulut nya, sikapnya, tindakannya, pandangannya sendiri kalau dirinya “negatif”.
Nampaknya terbukti apa yang saya katakana tadi…karena itu pula saya jadi ingat seorang sahabat, pernah memberikan sebuah masukan “kata” untuk mengingatkan saya dan memperkaya perbendaraan kata yang saya miliki.
“SKEPTIC” katanya…, ini katanya loh, sebagai kata yang digunakan, untuk orang yang tak bisa menerima masukan dari orang lain, seseorang yang selalu berfikir buruk, negative….bisa jadi seseorang yang selalu benar dan orang lain salah (Maaf ya kalau salah arti, saya ga sempet buka kamus untuk melihat arti sesunguhnya).
Yah itulah kehidupan yang berwarna, ada positif ada negative. The Question is where we are?
Markus AP
30/6/2009 5:59 AM



One Response to “Parodi : Facebook Saya Kena Delete”