forum
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

Twitter Updates
handbook
home
Parodi : Don Juan Koq Ditolak
By. marcus . June 2nd, 2009 at 4:07 pm
search
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Parodi : Don Juan Koq Ditolak

    Suatu hari saya bersama adik saya pergi kesebuah toko buku, ia sedang melihat-lihat gitar karena itu hobi barunya setelah bubar dari pacarnya yang selingkuh, sedangkan saya asik melihat-lihat buku yang ada dilantai atas toko buku besar dijalan Matraman itu.
    Tanpa disangka, tanpa diduga, saya ga tau mimpi apa semalam, saya pun bertemu dengan seorang gadis cantik mancung yang sudah saya kenal beberapa tahun lalu, ia seorang model dan juga seorang dosen disebuah sekolah PR ternama dijakarta.
    Jujur ini bukan karangan, atau drama yang saya buat-buat, ini benar terjadi…maaf boo saya kan bukan pengarang cerita hebat apa lagi drama King.
    Sebut saja FC namanya, nama belakangnya C itu, nama panjang keluarganya yang keturunan bangsawan Inggris, karena memang ayahnya seorang Inggris, jadi bisa dibayangkan lah kalau ia gadis cantik indo, yang berparas bener-bener cantik bukan permak an atau operasiaan, karena cantik maka ga salah kalau profesi sampingannya pun menjadi model, model yang sering terpampang dimajalah fashion di Indonesia ini.
    Dari pribadi FC itu bukan hanya kecantikannya yang saya kagumi, tetapi juga keramahaanya juga saya kagumi, maka saya tak sungkan untuk mengajak nya ngopi di coffeshop disebuah Mall di Jakarta Barat dua tahun lalu…karena menyenangkan sih ngobrol dengan wanita yang cantik juga ramah, tak sombong, yang tidak meremehkan orang begitu saja.
    Hari itu saya pun menyapanya yang sedang asik mencari buku…
    “Fi…pa kabar…”, pembicaraan pun jadi panjang seputar kabarnya, aktifitas modelingnya, lalu buku-buku yang saya rekomendasikan untuk ia membacanya.
    Diakhir perpisahaan saya pun berkata “Fi..nomor telpon masih sama?”, ia pun menjawab kalau nomor telponnya masih sama.
    Wah pucuk dicinta ularpun tiba…eh salah ya…hehehe
    Keesokan harinya  saya mencoba menelfonnya, dan juga mengirimkan pesan singkat kepada FC, pada nomor nya yang masih sama.
    Tapi entah kenapa, apa karena semalam saya tak bermimpi, saya pun tak bisa mendapatkan suaranya diujung sana, atau sms saya dibalas…wah sedih dong saya…baru kali ini sms saya tak dibalas seorang gadis.
    Tapi saya pun tak kecewa, atau mutung…mungkin saja ia benar-benar sibuk atau sedang berdua dengan pacarnya…
    Maka saya pun menceritakan hal ini kesahabat saya…
    Ia pun berkata “marcus koq dicuekin…sms ga dibales, telpon ga dijawab, tumben banget…don juan koq ditolak”.
    “Hahahahahah”. Tawa saya.
    Saya pun berkelakar…”gile loe, setannnnnn….iye ye baru kali ini gw begitu”
    “Mas loe kan ga pernah begitu, selalu ada wanita yang bisa ada dalam hidup loe”
    “Ah loe bisa aja….gw ini siapa sih…”,
    Sahabat saya, memang sedang tidak lagi mengarang bebas kalau saya masih banyak pengemarnya…itu kenyataan katanya.
    Bukan bermaksud mengatakan saya laku, memang benar kalau ditahun 2007 saya bersama si N, tahun 2008 bersama si D, tahun 2009 bersama si…entah tahun 2010 siapa lagi…itu bukan pertanda bahwa tiap tahun saya ganti kekasih, tetapi karena memang ini kenyataan bahwa orang yang saya cintai tidak benar-benar bisa berlabuh lama dihidup saya, pasti aja ada sebabnya…kalau ga selingkuh pasti complicated deh, maka berharap menjadi teman sepanjang hidup lah wong beberapa diantara mereka cintanya gak cuma untuk saya…gimana dong?
    Padahal saya mencari loh yang sampe kakek nenek nanti…yang benar-benar cintanya hanya untuk saya.
    Itu kenyataan dalam hidup saya, begitulah tidak dikarang-karang, karena memang kebenarannya banyak cinta yang berlabuh, tetapi ga sampe lama, yah nasib, dan itu juga gambaran kalau saya benar-benar sedang mencari cinta yang sempurna itu… yah artinya saya kan cukup laku lah….menurut sahabat saya loh.
    Tapi bukan yang ga laku ngaku-ngaku laku…seperti ada si C, si D, si R, dan si si si yang lain sedang mengejar-ngejar dirinya, ia pun berkata “gue juga laku loh”, yang katanya cowo-cowo itu ngejar-ngejar dia, banyak cowo yang mau sama dia, 1000 aja bisa dapet, padahal si C, si D, si R itu semua karangan belaka, cuma satu orang doang, barang bekas-barang lama, cuma itu-itu doang….cuma namanya aja disamarkan, dengan si si si si yang lain.
    Kalau pun bener, wah boleh dong kita jejer dilapangan bola, atau lapangan terbang sekaliaan yang lebih luas…biar kita bisa liat, 1000 orang itu sebanyak apa, yang ngantri mengemarinya.
    Duh jangan ngayal deh, 1000 buanyakkkk loh, jangan-jangan 1000 itu juga nama samaran belaka, yang ada cuma satu orang doang, ya itu itu aja, barang bekas-barang lama, kalau pun benar, bagaimana bisa mendapatkan 1000 orang itu.
    Bagaimana mengaetnya? (dalam benak tak masuk logika saya)
    Apa jangan-jangan dengan mengangkat sedikit roknya, pamer paha?
    Atau janji bobo-bobo siang dihotel murah, sampai seperai berantakkan…
    Pikiran nakal saya berfikir demikian…
    Bukan berniat pikiran buruk loh, bisa jadi nyata juga bahwa 1000 orang bisa ia dapatkan, sapa tau memang ia berkepribadian mulia, jujur, baik. (Bukan pakai cara tak jujur loh ya).
    Jadi cantik difisik, cantik di hati, maka tak salah kalau banyak yang antri…kayak antri beras aja.
    Siapa sih yang tak ingin wanita yang baik dalam segala hal.
    Sayapun    mau.
    Bukan berniat menghujat, tetapi semoga menyadarkan, berpadanlah dengan apa adanya, terimalah takdir apa adanya, tak perlu lah membuat cerita dengan mengarang bebas, laku segala, kalau memang tak demikian adanya.
    Kalau saya ditahun 2007 sampai 2009 berganti-ganti, itu karena memang nyata saya mencari pelabuhan terakhir dengan cinta yang tulus, bukan mau ganti-ganti seolah saya don juan seperti kelakar sahabat saya.
    Intinya “berpadanlah dengan apa adanya” “jadilah diri apa adanya, ga perlu lah mengarang macam-macam, atau mencoba membuktikan diri dengan mencari 1000 orang beneran dengan cara yang salah, kalau mau membuktikan diri, jadilah mulia dihati itu lebih mulia dalam pandangan saya”.

31/5/2009 9:39 PM
Markus AP

14 Responses to “Parodi : Don Juan Koq Ditolak”

@airakirana : seandai….aku milik mu? hahahahahhahahahah

@astried : happy masa sih hahhahaha …maap lupa bales commentnya udah setaon baru sadar.

@cis : tar aja kalau gw married gw kasi tau…maap lupa bales commentnya

Leave a Comment

 

notice
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

STOP SOPA & PIPA
New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

Donation