participate
Pages
Recent Article
Most Popular Posts
Categories
Recent Comments
Login

Twitter Updates
Archive for June, 2009
marketing
By. marcus . June 30th, 2009 at 6:12 am
blog
    Saya pernah mendengar sebuah kalimat, “Tuhan menciptakan kehidupan dengan sebuah kata dalam semalam, tetapi penulis (Journalis) berusaha mengubah dunia dengan kata setiap saat”….kekuatan kata-kata memang dasyat, kalau Tuhan membuat dunia dengan kata-kata (firman) dalam semalam, “Jadilah dunia” maka dunia jadi dengan tiba-tiba.
    Tapi kalau penulis atau journalis berusaha mengubah dunia dengan banyak kata setiap hari tapi tetap aja ga jadi jadi…maksudnya tetap aja ga jadi-jadi dunia yang lebih baik. Banyak tulisan telah dihasilkan tetapi dimana-mana tetap saja ada ketidak adilan, perang, kemiskinan dan keboborkan dan kebodohan moral.
    Padahal kita punya banyak kesempatan untuk jadi lebih baik setiap saat.
    Kembali ke kata yang punya kekuatan tadi, bagi saya, saya percaya walau kata tak akan mengubah dunia tapi setidaknya dapat menyadarkan kita tentang sesuatu kan?.
    Walau jujurnya hari ini

Read More

content
By. marcus . June 28th, 2009 at 7:23 pm
    Mungkin weekend itu, adalah salah satu weekend terbaik dalam kehidupan saya, weekend yang bisa melepaskan semua kesibukan kantor dengan relex dan dengan oborlan-obrolan bermutu dengan sahabat saya, kenapa saya berkata “bermutu” ya karena  tidak menjadi disaster and nightmare buat weekend saya.
    Tapi bertemu dangan sahabat saya ini tak pernah ada bencana yang menjadi momok seminggu kedepan, yang saya malah mendapatkan hal-hal yang baru, pemikiran baru, ide baru, juga inspirasi baru, yah anggap saja refreshment after long weekend.
    Pertemuan kali itu bukan pertemuan yang pertama, tapi pertemuan ke sekian yang tak terhitung, yang sama bermutunya bertemu dengan dia yang juga bermutu, pertemuan kali ini bukan disebuah kedai Soto Gebrak, diTebet, tetapi disebuah restaurant Italian favorite saya, saya suka Italian, i choose the place, and dia mengiyakan apa saja selera saya.
    Sebut saja namanya “A”, sebenarnya saya sudah meminta izin

Read More

contact
By. marcus . June 28th, 2009 at 6:40 pmprofile
Berabad abad Agama telah menjadi tujuan dan jalan manusia memenuhi imannya kepada sang Khalik. Agama yang diturunkan Tuhan kepada kemanusiaan lewat sosok kenabiaan, lewat sosok pengantar pesan, akan suara Tuhan, dan Hukum Tuhan yang mutlak, lewat pesannya itu Agama telah memberikan petunjuk jelas tentang sosok Ilahi yang tak terjamah, yang sering kali disalah artikan, sebagai Ilahi yang penuh penghakiman, selalu benar, pemusnah, penghangus, tak pernah mentolelir dosa, yang tak pernah memandang kesundalan sebagai kebaikan, yang tak pernah meridohi perselingkuhan sebagai kebenaran.
Mungkin Tuhan segaja memberikan petunjuk itu, karena manusia telah kehilangan arah, terpuruk, sesat dan miskin,
Presepsi manusia yang sering kali salah dan juga petunjuk jelas itupun ditulis dalam semua kitab keagamaan, aturan moral, kredo, hadis, apapun namanya, yang memberikan peta menuju sang penciptanya. Tuhan yang tersapa lewat agama, Tuhan yang tak terjamah yang hanya bisa disapa lewat iman nya kepada agamanya.
Lalu berabad sejak

Read More

participate
By. marcus . June 28th, 2009 at 5:42 pm
marketing
Kau tulis puisi untukku
Walau tak berirama
Tapi bertutur tentang
Hati yang kan kau buang jauh
Memintaku melupa
Tentang cinta yang pernah ranum
Jiwa yang penuh cinta
Terusik peristiwa
Kini kukenang puisi itu
Tak pernah lupa dalam
Pikirku yang menua

28/6/2009 5:41 PM
Markus AP

Read More

By. marcus . June 28th, 2009 at 5:31 pm
blog
Saya ingat suasana pagi, dingin, sejuk dan rupawan karena embun pagi nampak jelas dipagi yang cerah, hamparan sawah dengan padi yang menguning indah tak terhinga, dikejauhan suara kereta pagi melewati rel kereta yang memecah hamparan sawah tadi jadi dua
Tak heran ditempat yang jauh dari kepikukan metropolitan, saya bisa mendapatkan senyum wajah orang tua, nenek tua, juga penduduk desa yang ramah dan membumi, sesuatu yang jarang tersapa disebuah Mall dijakarta. (Jika para pramuniaganya ramah, itu karena ingin dagangannya laku).
Mungkin senyum menjadi gaya hidup kehidupan yang jauh dari kepikukan macet dikota besar itu.
Keramahan mungkin juga jadi makanan yang biasa dibandingkan dengan keramahan yang sering kali palsu kita temui di metropolitan seperti Jakarta.
Apa lagi yang ada ditempat yang jauh dari kepikukan ini? Selain senyum, keramahan?
Mungkin juga kesederhanaan hidup walau listrik sudah masuk desa, TV pun sudah, kesederhanaan hidup mereka tetap melekat erat, walau mereka tak hidup dengan

Read More

content
By. marcus . June 27th, 2009 at 10:33 pm
    Sepulangku dari mengajar dan disaat-saat santaiku aku selalu menikmati hiruk pikuk kota ini, sudah biasa bagiku tiap jam 2 atau 3 menyusuri jalan-jalan kota ini, melewati gedung-gedung lama, gudang dan pasar, yang kusukai selalu melewati china town yang menarik bagiku,seperti biasa aku tak pernah lupa membawa Laica M5 & Nikon F4s yang selalu menjadi teman dalam setiap perjalananku, hari ini aku menghabiskan banyak waktu untuk merekam dan melihat sisi kehidupan kota ini.
    Tiba-tiba aku mendengar suara berteriak-teriak dari toko kecil diseberang jalan, seorang bapak mengusir seorang yang tidak membayar makanannya.
    Aku terus melangkah mungkin sepanjang perjalanan hari ini aku telah menghabiskan lebih dari 50 shot, homeless, sign, New york cab, banyak…kehidupan kota ini tidak pernah habis, sedetik, semenit, selalu ada hal yang bisa membuatku ingin mengabadikan setiap sisinya.
    Aku menikmati saat-saat seperti ini, dibandingkan distudio atau di kelas,

Read More

contact
By. marcus . June 27th, 2009 at 10:11 pmprofile
Kristal kaca, berbekas cahaya mentari
Mendesak, perpendar samar,
Lembut merana, terantuk waktu
hampir malam
Dan temaram cahaya lampion merah
Dan jendela-jendela tua, palsu
Bertutur tentang kisah kita
Tentang cinta yang indah
Mencabik dijiwa
Membekas didada
Nyaris terkubur bersama waktu
yang berjalan cepat

Lalu doaku didalam bertutur
“Tak akan ku tukar kenangan kita
dengan apapun sampai kapanpun”

27/6/2009 10:03 PM
Markus AP

Note : Mungkin tak akan pernah lagi ada puisi buatnya, kenangan hari ini benar-benar membawaku ke kenangan di waktu yang lewat.

Read More

participate
By. marcus . June 24th, 2009 at 8:27 am
marketing
    Shakespeare menulis Romeo & Juliet, jauh sebelum saya ada, lahir dan dibesarkan, kisah itu tak pernah saya baca utuh, karena saya dibesarkan dengan karya Mochtar Lubis, Amir Hamzah bukan membaca Shakespeare (sekalipun karyanya sangat populer didunia).
    Saya ingat sejak SD kelas satu saya tidak diperkenalkan dengan mas Shakespeare tetapi malah diperkenalkan dengan keluarga si  Budi… lewat pelajaran bahasa Indonesia… ingat kan kita diajar
    “Ini Ibu Budi”…
    ”Ini Bapak Budi”…
    “Ini Wati, ini kakak Budi”…
    “Ini Iwan, ini adik Budi”…
    Entah kenapa koq harus keluarga Budi yang dipopulerkan, kenapa tidak keluarga Tati, Iqbal, Indah, atau siapa kek…kenapa melulu Budi yang di jadikan tokoh sentral dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia.
    Maka saking ingetnya kita kepada keluarga Budi, maka Budi pasti lebih

Read More

blog
YAHOO PINGBOX
eBook : What’s In My Mind

What's in My Mind - view online

STOP SOPA & PIPA
New eBook : Sajak Didalam Toilet

Sajak Didalam Toilet - view online

Donation
copyright